Thursday, April 28, 2011

genggam

Apa jadinya jika tiba waktunya


Aku memindahkan seluruh kenanganmu dan kenanganku


Ke balik pintu yang telah terlupakan?


Ruang di mana seluruh yang tak perlu dan membuat sendu, kubiarkan berkumpul dan rapuh dimakan debu


Apa jadinya jika tiba waktunya


Aku memindahkan seluruh kenanganmu dan kenanganku


Ke luar dari memori yang menjadi tempat nyaman kisahku dan kisahmu


Memori di mana mengingatmu tak lagi menjadi sakit yang terasakan, tetapi berganti menjadi sekedar lewatan yang tak berarti


Bagaimana seandainya kau pergi bagaikan masuk ke dalam pusaran angin, dan aku melambaikan tangan tanpa ada rasa kehilangan dan tertinggalkan?


Rumahmu akan selalu ada di sini, di dalam pintu dan memori yang tak pernah ada ujungnya. Akan selalu ada ruangan untukmu, cerita yang seharusnya tak pernah ada akhirnya kecuali jika nanti aku dan kamu pergi ke surga.


Entah siapa yang akan pergi duluan, entah siapa yang akan ditinggalkan lebih dahulu


Jika di sini tak bisa aku perbaiki apa yang telah terjadi, tak bisa aku berdamai dengan apa yang telah terjadi, maka tujuan di depan itu akan selalu ada. Kamu adalah salah satunya.

No comments:

Post a Comment

"The Words is Mightier Than The Swords" - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)