Wednesday, April 20, 2011

Your Guardian Angel

Gulita ini merangkulmu dan merangkulku menjadi satu. Apalagi yang lebih indah ketimbang kita berada dalam satu ruang, dalam gulita, dalam sunyi dan dalam diri kita sendiri.


Wajahmu tetap sama dengan beberapa waktu yang lalu. Aku ingin melihat matamu, itu saja. Kedua bola mata yang terbuka menunjukkan ada jiwa di sana. Tapi kamu terpejam. Tak apalah. Biar kuhirup saja nafasmu, kutangkap, kumasukkan toples kaca untuk kubawa kembali ke tempatku sekarang.


Aku tetap menjadi orang yang selalu berada di sekitarmu. Sejak dahulu kita duduk di bangku di kelas yang sama. Hari itu kamu datang terlambat dan Cuma ada satu bangku kosong di sampingku. Ya, itulah awalnya kita membuat dunia kita sendiri.


Oh, kita? Aku rasa aku salah. Aku dan kamu, membuat dunia kita sendiri.


Tawamu begitu renyah terasa bagaikan derap langkah marching band yang memberiku asupan tenaga baru setiap harinya. Caramu menjalani hari-harimu di mana ada aku di sana, membuatku semakin terseret arusmu.


Dan tibalah ketika aku menyadari bahwa tak ada satupun elemen yang membuatku cocok masuk pada kehidupanmu yang sebenarnya, di luar tawa-tawa kita setiap harinya. Tak ada satupun yang bisa kulakukan untuk bisa berjalan seiring denganmu, entah itu apakah aku harus memperlambat langkahku atau memepercepatnya. Berubahlah, Pilu dan syahdu adalah teman rahasiaku selain dirimu.


Pelukan itu menjadi pelukan terakhirku. Tak apa. Itu bentuk manifestasi besarnya perasaan ini padamu. Tak sampai memang hatiku, tapi biarkan tanganku saja sempat menyentuh rambutmu yang selalu acak-acakan itu. Mataku hanya tertuju padamu, tak pedulikan gerombolan mereka yang menyerang kita tanpa tahu apa-apa.


Aku terlalu khawatir padamu.


Kamu tahu, aku berterimakasih pada belati tak bertuan itu. Akhirnya aku harus melepaskan dirimu tanpa perlu berusaha keras seperti Tom Hansen melepaskan Summer Finn.


Maafkan jika pelukan pertama dan terakhirku terlalu erat. Maafkan jika darahku terlalu hangat serta terlalu merah menodai seragam sekolahmu.


Seperti inilah kugantikan kata-kata yang tak pernah bisa aku ucapkan padamu.


”Aku sayang kamu”



"Kau selalu meminta, terus kutemani


Kau selalu bercanda, andai wajahku diganti


Kemanapun pergi .. karena tak sanggup sendiri”  (Malaikat Juga Tahu-Dee)


-150411-


7.17 PM

No comments:

Post a Comment

"The Words is Mightier Than The Swords" - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)