Monday, July 16, 2012

Memutuskan itu Sulit

"20 years from now,you’ll be more dissappointed by the things that you didnt do than by the ones you did do. So throw off the bowliness,sail away from the safe harbor,catch the trade winds in your sails. EXPLORE,DREAM,n DISCOVER"
-H. Jackson Brown Jr.-


Orangtuamu bilang kamu istimewa sejak lahir. Kamu lahir masih prematur dari ibu yang sudah tidak muda lagi waktu mengandung kamu, 10 tahun bedanya dari kakakmu, tapi kamu lahir dengan jeritan yang hebat. Orangtuamu menganggapmu mampu jadi orang yang lebih, mereka ingin kamu menuntut ilmu setinggi-tingginya. Kamu yang awalnya santai-santai, merasa keinginan orangtuamu adalah titik balik untuk memikirkan hidupmu benar-benar, masak-masak.
Kamu lantas menyambut keinginan orangtuamu dengan sangat gembira. Seandainya bisa dapat beasiswa, sekolah lagi, belajar tanpa ada habisnya dengan kesempatan emas.. Ah ya itu memang keinginanmu.
Kemudian kamu bilang ke orangtuamu, kamu punya keinginan untuk segera mengurangi beban orangtuamu. Kamu akan mencoba secepatnya untuk bisa melangkah dengan langkah yang lebih besar, bisa mandiri di usia orangtuamu yang sudah tidak muda lagi.

Kamu punya passion yang tinggi di sana. Kamu pengen banget jadi Creative Consultant. Kamu suka sekali membuat ini-itu, mengatur acara seperti ini-seperti itu. Kamu suka sekali mempengaruhi orang-orang agar berpikir mendalam dengan cara yang sesederhana dan semenarik mungkin. Kamu tidak bisa diam, kamu bosan dengan rutinitas dan kamu suka bertemu orang-orang baru.

Semua semata-mata kamu ingin mandiri. Kamu ingin membiayai hidupmu sendiri. Kamu merelakan dirimu untuk menampik satu dua hal agar setiap hari bisa berfokus agar kamu bisa meraih kesempatan-kesempatan emas itu.

Tiba-tiba kamu takut. Takut akan hidupmu sendiri. Rencana hidupmu tiba-tiba kacau, kamu tiba-tiba menemukan potongan-potongannya berserakan. Kamu akhirnya jadi bingung mau menjalani yang mana. Oh memang, kita nggak akan pernah tahu apa yang terjadi besok, ada baiknya menjalani semuanya dulu. Tapi kamupun nggak punya guide buat ke sana, menjalani itu.

Kamu mulai resah. Harapan orangtuamu itu juga adalah harapanmu. Yang kamu pikirkan adalah, bagaimana bisa secepatnya mandiri, dan membahagiakan orangtuamu tanpa perlu membebani mereka lagi. Kamu sudah dewasa. Kebahagiaan orangtuamu adalah kebahagiaanmu, begitu juga sebaliknya.

Akhirnya kamupun berpikir, semua manusia hidup untuk membahagiakan orangtuanya, kakaknya, adiknya, teman-temannya, organisasinya, pacarnya, gebetannya, dosennya, kemudian lupa membahagiakan dirinya sendiri.

Dan akhirnya kamupun harus memutuskan untuk membagi separuh dirimu untuk membahagiakan dirimu sendiri. Akhirnya kamupun membuat sebuah deal dengan mereka. Mereka setuju. Di sisi lain, akhirnya kamu sadar mengapa semuanya seperti ini karena orangtuamu dan semesta yakin, kamu KUAT dan kamu PASTI MAMPU. Kamu punya Tuhan yang luarbiasa, kamu nggak perlu meragukannya karena kamu sudah membuktikannya. Kamu nggak perlu worry sama hidupmu.

Mereka adalah orangtuaku, dan semua yang kuceritakan di atas adalah aku.

Keluargaku bukan keluarga yang berlebih-lebihan harta, tapi mereka berusaha agar aku jadi orang yang ‘luar biasa’. Aku nggak bisa berjanji aku bisa mendapatkan kesempatan itu, tapi aku akan berusaha keras, sekeras mungkin :)


I decided long ago, never to walk in anyone’s shadows
If I fail, if I succeed
At least I’ll live as I believe

(Greatest Love of All - Whitney Houston)

No comments:

Post a Comment

"The Words is Mightier Than The Swords" - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)