Wednesday, July 18, 2012

Tidur Paling Tidak Nyenyak

Saya pernah menjelma menjadi Summer Finn, entah sejak kapan. Yang jelas jauh sebelum 500 days of Summer menjadi rangking teratas playlist di laptop saya ketika saya sedang mabuk.


Saya pun bukan semacam Noah Calhoun yang menghujani Allie Hamilton dengan hujan surat cinta selama ratusan hari untuk menunjukkan rasa cintanya. Saya menulis tentang ini, kadang-kadang saja.


Saya adalah manusia paling tidak ingin dibilang romantis. Saya tidak suka rayuan gombal, saya tidak suka terlalu disanjung. Saya bahkan tak pernah punya ucapan : “Selamat tidur, Sayang, mimpi indah”


Tapi saat ini saya seperti tinggal dalam tubuh yang lain. Adalah kamu yang sepertinya membawa jiwa orang lain kemudian memasukkannya ke dalam suatu paket organ bernama SAYA.


Saya tiba-tiba menjadi Tom Hansen yang mau melakukan segalanya untuk Summer Finn. Menjadi sosok yang berharap penuh seluruh, menganggap kamu adalah nyata. Saya tiba-tiba menjadi orang yang ingin menikmati sore-sore di masa depan bersama kamu secara berbeda dari yang biasa kita lakukan, berencana, kemudian senyam-senyum sendiri.


Padahal saya tahu, saya bukanlah gadis yang bisa mengubahmu menjadi laki-laki super-duper-mega-giga-ultra luar biasa. Saya tentunya tidak bisa melakukan hal-hal itu, karena yang saya lakukan setiap harinya adalah hal-hal kecil yang sering membuatmu kesal, jengkel, gemas, bosan karena selalu itu-itu saja.


Saya tak bisa membuatmu merasa istimewa, karena saya masih tetap gadis yang akan mengajakmu makan siang dengan mulut yang beralasan LAPER BANGET NIH, bukan karena AKU KANGEN KAMU.


Saya tak bisa membuatmu merasa istimewa, karena saya masih tetap gadis yang akan mengajakmu menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan di pusat-pusat wisata kota, tempat dimana aku selalu bilang surga hiburan masyarakat sub-urban kemudian menunjukkan kepadamu bahwa BAHAGIA ITU SEDERHANA sesederhana duduk di lapangan berumput nungguin senja.


Saya tak bisa membuatmu merasa istimewa, karena saya masih tetap gadis yang naik ke boncengan motormu, memegang pundakmu, menghitung warung-warung makan di sepanjang jalan, melamun dan akhirnya mengantuk dan diam. Saya tidak pernah punya keberanian untuk memeluk pinggang kamu, meskipun kamu ngerem mendadak.


Saya tak punya cukup kepercayaan diri bahwa apa yang saya lakukan ada artinya untuk orang lain. Padahal perasaan ingin membuat kamu menjadi istimewa itu sudah mengintip-intip di pintu gerbang, tapi saya gagal mengajak semesta untuk menyatukan misi ini dan menghamparkannya kepadamu. Saya terlalu malu dan susah percaya bahwa saya telah menyayangi kamu. Antara takut melangkah atau terlalu menikmati kenyamanan, saya yakin Summer Finn-pun pernah merasakan ini.


Akhirnya malam ini pun saya terjaga. Rasanya saya sudah terlambat karena pertahanan saya muncul kembali, keberanian itu menyurut kembali. Saya menjadi kura-kura yang masuk ke dalam tempurung.


Saya rasa saya adalah Sid, dan Nancy adalah perasaan saya dan saya tidak hanya telah menikamnya sebanyak 7 kali, lebih dari itu …

No comments:

Post a Comment

"The Words is Mightier Than The Swords" - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)