Saturday, November 30, 2013

Tentang Menghargai dan Memasukkan Orang Lain Ke Dalam Kehidupan

Bagaimana kamu menghargai orang di sekitarmu?

Apa dia yang populer dan orang yang jadi A-list people yang kamu hargai keberadaannya?
Apa dia yang punya wajah cantik dan tampan yang kamu dahulukan kepentingan dan kamu jaga perasaannya?

Bagaimana dengan mereka yang biasa saja keberadaannya? Apa lantas mereka jadi orang yang nomor dua dan kesekian di belakang mereka?

Saya tidak tahu apakah saya berlebihan. Yang jelas, seliar-liarnya dan semenyebalkannya saya, paling tidak saya berusaha memahami perasaan orang lain, menjaga sikap dan berusaha bersahabat.

Karena saya yakin, saya dan kita semua tidak pernah benar-benar tahu bagaimana seseorang mengatasi perasaannya terhadap sesuatu.

Saya rasa wajar dan saya sangat boleh malu dan kecewa. Silakan kembalikan ke diri Anda sendiri kalau Anda sebagai seorang perempuan yang biasa saja, tidak cantik, tidak punya apa-apa, yang masih berusaha melihat bahwa dunia di sekitarnya baik-baik saja dengan keadaannya yang terbatas, kemudian ada yang dengan kejahilannya melakukan hal itu pada Anda.

Silakan. Saya tidak marah. Tapi saya punya batas-batas untuk memutuskan siapa yang boleh memfollow dan saya follow, bukan hanya di jejaring sosial tapi juga di kehidupan saya. Saya hanya ingin punya lingkungan yang positif dan satu-dua orang memang akan saya keluarkan dari lemari kehidupan saya, pada saatnya.

Memaafkan itu perlu, tapi memberikan kesempatan berteman lagi seperti dulu, saya rasa Anda sudah kehilangan satu dan atau beberapa nyawa.

Kalau masih ada hati, silakan Anda minta maaf. Tidak pun tidak masalah. Saya anggap kita Cuma sebatas kenalan, bukan teman. Sekian.


No comments:

Post a Comment

"The Words is Mightier Than The Swords" - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)