Monday, May 26, 2014

Tentang 365 Hari Yang Kemarin

Orang-orang bilang "Ih kamu dengerin lagu apa sih? Gedumbrangan gitu gak jelas". Saya sedang dengerin Led Zeppelin.
Orang-orang bilang "Hoalah, lawas banget Win, bandnya lho udah bubar hahahha". Saya lagi dengerin OASIS.
Orang-orang bilang "Baca apaan itu?". Saya lagi baca teori konspirasi CIA.
Orang-orang bilang "Apa tuh musikmu nggak bakal dikenal, nggak komersil!". Saya lagi asik main gitar di kamar sama Thomas Alva Edison.
Orang-orang bilang "Aku bingung baca tulisanmu". Saya memang nggak lagi nulis, lagi mabuk.

Tapi satu paket itu tidak pernah menanyakan apapun tentang ini. Satu paket itu juga sama susahnya dimengerti.

Sayangnya, ada satu yang mungkin satu paket itu tidak mengerti tentang ini. Namanya kangen. Mungkin kangennya saya kirim, tapi salah alamat sehingga tidak sampai.

365 hari kemarin. Saya duduk di kasur, berdandan, mau berangkat konsultasi skripsi ke kampus.
365 hari dari kemarin. Saya sedang duduk di kantor, memimpikan seporsi nasi goreng pedas dengan telur mata sapi setengah matang. Dua. Buat saya semua.
365 hari dari sekarang. Entah. Kita punya kehidupan yang berbeda.




6 comments:

  1. rupa2 hidup bikin nano2 ya, mak. 365 hari lagi nanti pasti ada pengalaman seru yang bikin heppy ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin Mak Ila, semoga semakin banyak pelajaran hidup yg happy2 di 365 hari mendatang :D

      Delete
  2. Ini lagi pingin nasgor telor mata sapi kan, Wind? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahahahha iyaa mak, aslinya lo mau bahas nasi goreng telor mata sapi, tapi bahasannya jd kemana2. Ah wanita :p

      Delete
  3. dan 365 hari yang lalu tida bisa diulang lagi dihari kemudian ya

    ReplyDelete

"The Words is Mightier Than The Swords" - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)