Tentang Pundi-Pundi Emas, Tabungan Pensiun BNI Simponi Dan Keliling Indonesia Naik RV di Hari Tua

7:25:00 PM

Rutin mengirimkan kabar, rutin mengirimkan surat minimal 1 kali, rutin mengingatkan kalau-kalau saya lupa.. Gila, belum ada yang sebegini perhatiannya sama saya deh! Tapi herannya saya agak ngilu sama kabar itu, lha wong keromantisan itu justru saya dapatkan dari .. tagihan asuransi saya!

Iya, awal bulan selalu diawali dengan pulang rumah dan mendapati tagihan asuransi di kamar. Tersegel rapi, tapi saya udah tahu isinya apa hehehehe.. Iya, hampir 6 bulan ini saya menyisihkan sebagian gaji saya untuk ikutan asuransi.

"Lha ngapain sih nabung-nabung begitu? Orang masih muda juga"
Justru karena masih muda dan single, pengeluaran saya belum banyak untuk hal lain maka uangnya mending saya alokasikan buat tabungan & jaminan di masa tua. Bukannya berharap terjadi apa-apa, tapi nggak mungkin 'kan uang puluhan juta bisa langsung hadir di depan kita saat kita tertimpa musibah? Belum lagi misalnya di saat itu kita tidak punya pekerjaan yang bisa diandalkan, katakanlah saat pensiun nanti.

Kemudian dia akan megap-megap (image taken from schiffner.com)

Berkaca pada pengalaman orang tua saya saat pensiun kemarin, saya yang bekerja di perusahaan swasta dan dunia kreatif, sudah membayangkan “Gimana nanti kalau pensiun? ‘Kan saya bukan PNS yang dapat dana pensiun rutin?”. Pas banget waktu mikir itu, saya lagi buka-buka webnya BNI (niatnya mau buka tabungan) dan ngeliat ada program BNI SIMPONI. Yang bikin saya berbinar-binar adalah BNI Simponi ini adalah layanan program pensiun yang bisa diikutin oleh SIAPAPUN. Nah, noted tuh, SIAPAPUN. Jadi, mau dokter, konsultan, pengacara, PNS sampai pekerja kreatif yang aktif dan dinamis seperti saya pun, berhak memiliki dana pensiun. Iya dong, siapapun ingin hidupnya sejahtera nanti di masa purna kerja ‘kan?

Eh, tapi biasanya ngurus beginian suka ribet ‘kan? Bawa ini-itu, surat ini-itu. Ternyata nggak, lho. Justru syarat daftar program BNI Simponi ini simpel banget. Cuma bawa fotokopi KTP, isi data diri yang sesuai dan uang Rp. 250 ribu untuk setoran awal plus bayar Rp. 6.000 untuk biaya materai. Simpelnya program ini pun kelihatan dari jumlah iuran per-bulannya. Bayangkan, dengan menyisihkan mulai dari Rp. 50 ribu per bulannya, kita udah bisa ngumpulin pundi-pundi emas di masa tua, lho. Limapuluh ribu kalau buat jajan mah, nggak kerasa, tapi kalau buat nabung sih manfaatnya sampai tua. Pilih aja manfaat pensiunnya BNI Simponi seperti berikut ini:

  • ·    Pensiun Normal, manfaat pensiun diberikan kepada peserta pada saat mencapai usia pensiun yang ditetapkan peserta pada awal masa kepesertaan.
  • · Pensiun Dipercepat, manfaat pensiun diberikan kepada peserta yang minimal berusia 10 (sepuluh) tahun sebelum usia pensiun normal dan berhenti dari kepesertaan.
  • ·  Pensiun Cacat, manfaat pensiun cacat dibayarkan kepada peserta yang mengalami cacat tetap dan tidak dapat melanjutkan iurannya.
  • ·  Pensiun Meninggal Dunia, apabila peserta meninggal dunia sebelum Usia Pensiun Normal, manfaat pensiun dibayarkan kepada janda/duda atau ahli waris peserta. 

Penasaran nih, kira-kira saya dapat berapa sih kalau nabungnya sekarang, pensiunnya 32 tahun lagi alias pas umur 55 tahun? Dengan iuran Rp. 50 ribu per bulan, 32 tahun lagi saya bisa mengantongi dana pensiun sebesar Rp. 120 juta-an. Ah, kalau mau pensiun lebih awal di usia 45 tahun dengan iuran Rp. 100 ribu per bulan, saya bisa punya pundi-pundi emas sebanyak Rp. 82 juta. Wah, bisa buat modal wirausaha, nih! Eh, ini pun bisa dipilih lho paket investasinya seperti apa:

  • ·         75%   (Deposito dan/atau Pasar Uang); 25% (Obligasi)
  • ·         50%   (Deposito dan/atau Pasar Uang); 50% (Obligasi)
  • ·         100% (Deposito dan/atau Pasar Uang)
  • ·         100% (Deposito Syariah, Pasar Uang Syariah dan/atau Obligasi Syariah)
  • ·         50%   (Deposito, Pasar Uang dan/atau Obligasi Syariah) dan 50% (RD Syariah)
  • ·         50%   (Deposito dan/atau Pasar Uang); 50% (Reksadana dan/atau Saham)
  • ·         50%   (Obligasi); 50% (Reksadana dan/atau Saham)

Mau nyoba-nyoba menghitung kayak saya? Bisa banget, tinggal klik gambar di bawah ini.

Klik di sini
Sepertinya selama saya masih belum berencana menikah dalam waktu dekat dan hanya akan mengasuh gitar kesayangan saya, Thomas Alva Edison, BNI Simponi bisa jadi ‘tujuan’ menabung saya nih. Besok saya berangkat ke BNI terdekat ah buat daftar BNI Simponi :D

"Gajimu gede ya Wind?"

Bukan kecil gedenya gaji sih, lebih ke rasa syukur dan nggak sayang 'buang uang' buat masa depan.

"Nggak bisa seneng-seneng dong?"

Pokoknya dengan manajemen keuangan yang baik, kita masih bisa kok ngopi-ngopi sama temen di coffeeshop, nonton konser ataupun travelling. Kalau saya sih, definisi 'seneng-seneng' saya sesederhana main gitar sore hari sama teman dan bisa makan mie instan di tanggal 1 per bulan (saya membatasi diri makan mie instan sekali sebulan sih hihihi)

"Takut amat nggak punya uang di hari tua, Wind?"

Nggak takut sih, cuma kan kita orang punya cita-cita. Tau nggak ntar di hari tua, abis pensiun saya pengen ngapain?

Kira-kira beginilah:

Kira-kira beginilah (image taken from wainuibeach.co.nz)

 Beli RV, keliling Indonesia sampai ke timur sama suami, santai-santai di pantai main gitar dan bakar ikan.

Iya bener, you only live once, bersenang-senanglah dan jangan lupa siapkan masa tuamu :)

Ah, kalau nggak karena baca http://bit.ly/BNI_Simponi, saya nggak bakal kepikiran nih tentang masa tua saya nanti. Hihihi.

You Might Also Like

14 comment

The Words is Mightier Than The Swords" - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)

Popular Posts

Blog Archive

Google+ Followers

Part of

Warung Blogger
Blogger Perempuan

Voucher Diskon 15% Zalora Indonesia

Voucher Diskon 15% Zalora Indonesia
Diskon 15% Zalora Indonesia