Friday, June 6, 2014

[After Work Session] Let Your Tweet Speak Your Music: Tentang Social Media, Musisi Indie dan @KneeAndToes

"Head and shoulder, knee and toes..."
Lagu ini familiar banget di masa kecil. Oleh karena itu, tiga tahun lalu, saat mendengar nama 'Knee & Toes' saya jadi penasaran: ini band apa? lagunya seperti apa? apa ini band yang membawakan lagu anak-anak? Saya yang penasaran akhirnya membuka Youtube dan mengetikkan 'Knee & Toes' di kolom pencarian dan voila! Ternyata ada banyak sekali video yang muncul.

Itulah kali pertama saya mengenal duo yang digawangi Ristri Putri dan Bie Paksi ini. Akhirnya di tahun 2013 kemarin saya berkesempatan untuk berkenalan secara personal dalam event Outside The Bedroom yang digawangi oleh mereka berdua (baca selengkapnya di sini). Karena 'perkenalan' saya dengan K&T dari Youtube, iseng-iseng saya mengkontak Mbak Ristri untuk bertanya-tanya tentang bagaimana sih andil social media dalam mempromosikan karya musisi indie.

Tahun 2010 menjadi awal K&T menggunakan social media sebagai promotion tools grup mereka. Awalnya hanya menggunakan Facebook. Seiring dengan berjalannya waktu, duo yang terkenal dengan lagu Life Is A Playground ini mulai menggunakan Youtube dan Twitter. Kalau kamu mengetikkan 'Knee and Toes' di search engine Google, akan muncul sederet akun soial media yang digunakan oleh duo ini. Lalu menurut K&T mana sih social media yang paling efektif membantu promotion toolsnya?
Kalau kata Google ...

"Semuanya berhubungan secara sinergi. Tidak bisa lepas dari salah satunya. Misalnya, ketika orang ingin melihat video kami, mereka bisa mengakses Youtube atau Vimeo. Jika mereka ingin membaca kicauan kami, mereka bisa mengintip lini masa Twitter. Karena keterbatasan media-media sosial tersebut, maka kami memutuskan untuk menjadikan satu dalam website kami. Mulai dari mengetahui jadwal manggung, mengunduh lagu, maupun membaca cerita tentang kami. Sehingga bisa dikatakan website Knee & Toes lah yang paling efektif dalam memberikan informasi," terang Mbak Ristri.

Dengan berbagai akun social media, duo akustik ini mengaku kegiatan promosi mereka sangat terbantu dengan efisien dan efektif lho. Alasannya, karena dengan sifat social media yang viral dan tidak ada batasan ruang-waktu, K&T mampu menjangkau pendengar dari berbagai wilayah bahkan hingga belahan dunia yang lain. Berkat Youtube dan Facebook lah, duo yang pada tahun 2012 kemarin meluncurkan album pertama mereka, Dammit I'm Mad ini berhasil melanglang buana ke luar negri lho. Dari cerita Mbak Ristri, social media memberikan andil yang luar biasa 'menerbangkan' mereka ke luar negri. "Ketika pertama kali kami tur ke luar negeri, benar jika media sosial memberi andil yang luar biasa. Dari Youtube kemudian ke Facebook lalu ke Inggris. Kali kedua kami tur ke luar negeri, kami lebih banyak mengarah pada website-website personal. Perlu diketahui juga bahwa masyarakat di Malaysia dan Singapore masih sangat aktif menggunakan Facebook."
Sebesar apa sih impact social media bagi para musisi indie? "Kami sebagai musisi indie merasa sangat beruntung hidup di jaman ini. Dengan adanya berbagai media sosial, kami merasa teman-teman atau pendengar yang jauh sekalipun dapat kami capai." Ya, saya pun bertemu dengan K&T berkat social media kok :D Kalau saya menemukan K&T dari social media, ternyata mereka pun mengaku juga menemukan bakat-bakat lain lewat bantuan social media, misalnya lewat Soundcloud dan Youtube. "Bahkan lewat media sosial itu kami dapat mengenal musisi tersebut secara langsung. Kami bisa bertukar pikiran atau membaca karakter orang tersebut dari media sosialnya."
Tapi sekalipun social media bebas digunakan dan sifatnya yang mengakrabkan, K&T pun masih mempunyai batasan dalam penggunaannya. "Kami tidak mengungkapkan hal-hal yang berbau SARA, isu politik, dan aktivitas-aktivitas yang tidak berhubungan dengan musik maupun Knee & Toes dalam media sosial yang kami miliki. kami pun perlu berhati-hati dalam memberikan kesan atau image kami, karena tidak dapat bertatap muka secara langsung, akan lebih mudah bagi pembaca atau pendengar menjadi salah tangkap dari maksud kita. Ini hal yang perlu diperhatikan sekali."
Wah ternyata impact penggunaan social media dalam dunia musik ini sangat besar lho. Tak hanya K&T, ada banyak musisi yang lahir berkat efek viral internet dan social media. Sebut saja Adhitia Sofyan, The Trees and The Wild hingga duo nyentrik asal Amerika, Pomplamoose. Dengan adanya social media, para musisi indie yang biasa berkarya di dalam kamar (bedroom musician) pun bisa membagikan karya mereka ke seluruh dunia tanpa perlu keluar pintu kamar. Ini adalah salah satu promotion tools yang efektif karena tak perlu mengeluarkan banyak biaya, bukan?

Ingin kenal lebih dekat dengan Knee&Toes, bisa banget karena mereka ramah menjawab mentionmu kok. 
Twitter: @KneeAndToes
Facebook: KneeAndToes Duo
Youtube: http://www.youtube.com/user/kneeandtoes
Soundcloud: https://soundcloud.com/kneeandtoes
Website: http://kneeandtoes.com
Nah, kalau ingin dengar suara merdu Mbak Ristri dan Mas Bie, kamu bisa ke sini:
Psst.. Ini lagu favorit saya :D
 
Image taken from: soundcloud.com/kneeandtoes
 Thanks to K&T, especially Mbak Ristri yang sudah menyempatkan waktu membalas e-mailku. Sukses! :D
 

5 comments:

  1. Saya kenal mereka dari Winda. :)
    Duet bareng mreka, Wind.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe iya mak, I wish suatu saat nanti yaaa :D

      Delete
  2. Replies
    1. Silakan mak, mereka ramah banget kok :)

      Delete
  3. waah asiknya bisa wawancara sama band favorit :D
    saya malah baru tau band indie ini *kurang update*
    nanti saya coba dengarkan ah lagunya ^^

    ReplyDelete

"The Words is Mightier Than The Swords" - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)