Sunday, July 20, 2014

Tentang Ikan Kecil di Kolam Yang Besar


Postingan ini ditulis oleh seorang yang belum lama ini lulus kuliah. Bagaimana, lega ya akhirnya bisa menyelesaikan skripsi dan berbagai tanggung jawab akademis di jenjang strata 1? Iya, saya pun dulu merasa sangat lega begitu ketok palu yudisium menyatakan saya lulus. Puji Tuhan tidak dengan nilai malu-maluin ..

... tapi perasaan itu hanya bertahan 1-2 hari.

Besoknya saya bangun tanpa pekerjaan yang menghasilkan apapun. Status sih, sudah bukan mahasiswa. Tapi jadi pekerja juga belum. Maklum, saya sudah lama resign dari pekerjaan terdahulu dan mau melanjutkan wirausaha kok rasanya masih terbawa suasana malas-abisnya-lama-nggak-kerja sih. Intinya saat itu resmi dinobatkan jadi pengangguran intelek yang seharian cuma menghadap komputer, jadi job hunter, kirim-kirim e-mail lamaran pekerjaan ...

... dan nggak ada panggilan ...

Sementara waktu itu saya pikir saya pintar. Iya, saya pikir saya pintar. Mustahil lah perusahaan nggak ngelirik IPK dan prestasi saya. Tapi, hahahahhaa, saya lupa: saya kan cuma ikan kecil di kolam besar. Ada jutaan orang lain yang lebih qualified yang sama-sama sedang bersaing seperti saya. Barangkali mereka punya hal berbeda yang bikin perusahaan lebih kepincut even itu cuma lewat CV.

Akhirnya panggilan interview itu datang juga. Hore! Selangkah lebih dekat melepaskan predikat pengangguran intelek. Satu demi satu interview dan tetek bengeknya mulai dijalani. Dari subuh berangkat, siang hari mengerjakan psikotes ratusan soal, sore pulang dengan lelah, malamnya sudah lupa seharian ngapain. Hari demi hari dilalui dengan galau kala melihat hasil test. Kata "nggak diterima" rasanya tercekat di tenggorokan kala disampaikan ke keluarga. Diterima? Nggak serta-merta bahagia karena ada banyak pertimbangan yang mesti dipikirkan. Keluarga, beban pekerjaan & mental serta banyak hal dalam kerjasama kontrak yang mesti dipikirkan baik-baik.

Sampai pada akhirnya ... kita jadi anak baru di perusahaan. Oh iya, ada yang tak pernah diajarkan guru ataupun dosen kita dahulu tentang bagaimana nantinya saat kita jadi karyawan baru. Anak bau kencur ini musti belajar beradaptasi dengan kultur dan rekan-rekan kerja yang jauh dari kehidupannya kala kuliah. Yang biasa cengengesan pun bisa mati gaya kala senior se-timnya heboh makan siang sendiri dan tidak melibatkannya dalam pembicaraan. Bingung menanggapi keluh-kesah 1-2 seniornya, mau nimbrung dikira masih baru suka rasan-rasan tapi nggak nimbrung dikira nggak bersosialisasi. Belum lagi ketemu dengan macam-macam rekan kerja yang 'aneh'.

Itu baru masalah sosialiasi, belum lagi kerjaan. Nggak ada yang pernah mengajari kita mengatur waktu sebaik saat kita terjebak pada situasi 24 jam sehari itu masih kurang. Kemudian anak-anak baru ini pengen gedor-gedor pintu sambil berteriak : "Aku pengen liburaaaaaan!". Masih ada lagi sikut-menyikut masalah kerjaan, cibiran kurang enak yang musti ditanggapi masuk-kuping-kiri-keluar-lewat-jalur-pembuangan ... hmm, playing dirty lah!

Belum lagi kalau ada yang memandang rendah pekerjaan kita. "Kamu kan lebih cocok jadi dosen..." (iya, tapi situ mau biayain aku sekolah lagi?) atau "Kamu kerja di Jakarta aja!" (iya, tapi kamu yang jagain orang tuaku di rumah ya). Plusnya lagi kalau ada yang bilang: Halah, kerja begitu duitnya dari mana (download sih, mau_duit_banyak.rar). Hmmm... Kemudian kita akan bilang: Kita 'kan nggak bisa memenuhi keinginan setiap orang!

Hingga pada akhirnya kamu menyadari kamu adalah ikan kecil di kolam yang besar. Ikan kecil yang butuh teman-teman lainnya untuk belajar bersama-sama, ikan kecil yang butuh makanan dan oksigen yang baik untuk tetap hidup, ikan kecil yang musti tahu bagaimana menempatkan diri agar tetap hidup .. Tapi ikan kecil ini nggak akan selamanya jadi kecil kok. Suatu hari ikan kecil ini bakal jadi besar dan ia akan bertemu ikan-ikan kecil yang perlu dibimbing.

Bagaimana dengan kamu?

Sarjana Sandal Jepit

11 comments:

  1. Semangat Sis...
    -----
    http://nyobamoto.com/2014/07/22/first-time-factory-visit-di-aqua-pt-tirta-investama-pandaan/

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. Hueheheheh iya sandal jepit kebanggaan di momen membanggakan mak :p

      Delete
  3. Paling kurang nyaman dengar omongan yang menyudutkan. padahal segala keputusan sudah mempunyai pertimbangan sendiri, dan kita pasti lebih tahu, dibandingkan mereka. tapi optimis saja :). jadi ingat curhatan kita selama di perjalanan kemarin, hihi. oh iyah, judulnya seperti yang pernah Om Mario katakan, Win :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Richo, super sekali ya hahhahaha

      Delete
  4. Moga cepet besar yaaaa..semangatttt :)

    ReplyDelete
  5. Bener banget nih tulisan.. Kebanggaan bisa lulus kuliah itu iyaa paling cuman bisa dinikmatin 1-2 hari aja.
    Setelah itu? Jadi pengangguran intelek.. ^_^

    Peringatan buat saya juga nih. Makasih Mbak!
    Semoga sukses karirnya. Aamiin.

    ReplyDelete
  6. jadi inget diri sendiri, hihi

    ReplyDelete
  7. Aku jg ngerasain ini bgt dulu mba :D.. Pas baru lulus, trs nganggur 6 bln, sblm akhirnya dpt kerja :D.. ga kerasa itu 9 thn yg lalu, dan aku msh betah ama kantor yg skr... ;p .. Tapi bgitu udh kerja, keinginan utk lanjutin kuliah s2 itu memang lgs memudar :D.. Udh keenakan megang duit soalnya

    ReplyDelete

"The Words is Mightier Than The Swords" - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)