Wednesday, August 6, 2014

[After Lunch Music] Tentang Yang Gemilang Dari Malang (Part I)

Kali ini After Lunch Music saya kumpulkan berbekal keisengan saya ubek-ubek Soundcloud dan Youtube sehabis makan siang di kantor. Setelah lompat dari satu link ke link lain, nemu postingan random di social media ataupun nodong teman sendiri, ini nih musik-musik asik dari teman-teman musisi Malang. Tau dong Malang (pernah) menjadi salah satu barometer musik Indonesia ? Sekarang pun masih sama, Malang punya musisi-musisi asik dari berbagai genre yang bisa dikuping. Saya ngga pintar mereview sih secara pengalaman dan kuping masih cetek juga. Berikut daftar ini adalah favorit saya :

Norman Duarte Tolle dkk - Garuda Fantasy



Pertama tahu lagu ini, saya pikir ini semacam remake soundtrack anime Jepang atau sebangsanya. Tapi ... ternyata bukan! Ini murni tulisan, ciptaan, garapan, nyanyian dari proyek keroyokannya Mas Norman dan teman-teman. Mendengarkan ini rasanya dilempar ke masa-masa tahun 90-an saat Ksatria Baja Hitam jadi superhero di layar kaca televisi Indonesia. Tarikan-tarikan vokalnya Mas Unyep kental banget nuansa japanese rock-nya. Nggak heran sih, kalau dilihat dari yang menggarap lagu ini memang orang-orang yang cukup familiar di dunia musik jejepangan di Malang *Jepang, tapi di Malang* .Unsur dramatisnya terasa di menit 03:40 dan 05:17. Juara, apalagi di tengah ada lirik berbahasa Jepang-nya (dengerin aja sendiri ya hehehe) Entah apakah kalau dipersingkat menjadi lagu 3-4 menit-an apakah masih se-menggigit ini? But, great job! Semoga ada produser yang melirik :D

The Suralaya - I Ran A Mile For Myself



"Zal, aku ngefans sama kamu deh!" Itulah pesan Whatsapp yang saya kirim ke Rizal Bagus Ramadhan, pemilik suara di balik The Suralaya dan lagu yang menurut penulis dan pelantunnya 'alay' ini. Rizal adalah (mantan) teman kantor saya, (dulunya) editor bagian musik dan (sekarang jadi) freelance desainer. Lagu ini cukup sendu bagi saya, melodinya nempel di telinga dan cukup sederhana. Rizal nyanyinya effortless tapi cara nyanyinya manis. Yang cukup saya sesali adalah waktu masih sekantor dulu belum sempat ngerjain dia buat nyanyi di depan penghuni kantor deh :))

Paraou Paskalis - Santa Maria/Mau ke Mana Kita di Jogja



Siapa sih yang ngga kenal sama Bang Paraou? Namanya cukup lawas malang-melintang di dunia musik indie Malang bareng bandnya, PEKA. Pertama kali bertemu sama Bang Paraou, senjatanya cuma gitar nylon plus gayanya yang sporty. Kalau masalah gaya nyanyinya, adem ! Sejuk banget mendengarkan sang " El Gitarra Maestri" ini melantunkan lagu-lagunya dengan penuh kharisma. Nggak tanggung-tanggung, nih saya bagikan semua lagunya. Yang jadi favorit saya adalah Santa Maria dan Mau ke Mana Kita di Jogja.

David Saryono - Simponi Kesedihan



Ngomongin David Saryono cuma 1 kata: menyebalkan! Karena dia dulu saya ajak tampil nyanyi, nggak pernah mau dan kudu dipaksa-paksa dulu (alasannya nggak pede). Yang kedua, adalah karena ketika dia mau, ternyata karyanya bagus banget! Yang ketiga, adalah menyebalkan lagu ini "nggerus" banget! Vokalnya David di lagu ini terasa manja, serak yang maskulin tapi juga seperti "memohon" dengan ... uhm, seksi?. Entah apakah pria-pria rocker di luar sana kalau lagi galau seperti ini kah? :p

Ya, ini adalah 4 karya dari musisi Malang yang menurut saya sangat layak untuk dikuping. Bakal ada part-part selanjutnya karena di Malang banyak banget nih bakat bertebaran. Sebagai penikmat musik yang sok asik, saya yakin postingan After Lunch Music yang ini akan ada sampai part 100 *amin*. Lanjutannya mana? Tunggu saya kembali dari Planet Gliese ya :D

2 comments:

  1. Ooh teman kantor dulu?

    Eh ini gimana caranya suara diupload ke blogspot ya WIn?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belum tahu caranya mak kalo langsung ke blogspot, tapi biasanya saya upload dulu ke soundcloud baru diembedd linknya :D

      Delete

"The Words is Mightier Than The Swords" - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)