Tuesday, September 30, 2014

Tentang Sahabat Yang Tak Pernah Meninggalkan Kita


Saya dan Putra berteman sejak SD, sekitar tahun 1998. Ajaibnya, dari sekian banyak teman-teman kecil, hanya Putra yang datang menyodorkan kaset Kenny Rogers ke saya pas kelas 5 SD. Hahahaha ... Sejak saat itu kami berteman baik dan doyan tuker-tukeran kaset.

Saat SMA, kami satu kepengurusan OSIS bareng tapi beda band. Meskipun begitu, kita sering hangout bareng dan bercita-cita membuat band bareng yang diberi nama .. ehem, The Manohara's -__-

Namanya manusia punya jalan hidup masing-masing, saat kuliah Putra pindah ke Bandung. Momen liburan adalah momen yang kami nanti-nanti buat ... nggelosoh bareng-bareng muterin kota. Ngopi, napak tilas jalan kaki dari pagi sampai siang, jalan-jalan, makan ... sampai bicara tentang masa depan yang clueless (yang waktu itu masih umur-umur galau nggak ngerti harus jadi apa).

Finally, sekarang Putra sudah balik ke Malang dan bekerja di sini. Tapi namanya juga umur tambah, kesibukan tambah ... Ketemuan sore hari sambil ngopi bisa jadi hal langka. Setiap ada kesempatan kami suka pergi bareng, penting nggak penting sih pokoknya ketemuan dan curhat! Hahahaha .. 


Bagi saya, Putra sudah seperti saudara sendiri. Penyemangat yang baik dan nasihat-nasihatnya selalu bikin adem. Bersama dia, saya bisa pergi nggak pake mandi, begitu pula sebaliknya :))


Kalau dihitung-hitung, hampir 16 tahun kami bersahabat.

Satu dua teman datang dan pergi. Tapi hanya mereka yang mau duduk berbagi, itulah sahabat sejati.

No comments:

Post a Comment

"The Words is Mightier Than The Swords" - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)