Tuesday, October 14, 2014

Atlesta: 'SENSATION', Masih Seksi, Tapi Lebih Elegan

Sensual! Itu adalah kata yang tepat untuk menggambarkan nyawa musik yang dibawa oleh unit asal Malang ini. Hadir kembali meramaikan kancah musik lokal, Atlesta mengusung nuansa percampuran musik pop, R ‘n B dengan jazz dalam 12 lagu besutan Fifan Christa dan kawan-kawan ini.

Album kedua bertitel SENSATION dimulai dengan track berjudul Aroma. Lirik yang singkat dengan sayup-sayup vokal perempuan membiarkan pendengarnya berimajinasi dalam track pemanasan ini. Tak cukup sampai di situ, track kedua berjudul Paris Weekend membawa lagi pada imajinasi seolah berada dalam perjalanan panjang menuju ke suasana romantis bersama musik bernuansa fusion dan jazz 80-an. Dalam track kedua ini sekilas melemparkan ingatan kita pada musik yang diusung oleh grup band Earth Wind and Fire.

Kemasan elegan CD SENSATION @foto: KapanLagi.com®/Adhib Mujaddid

Melompat ke track selanjutnya adalah Oh You!. Jika di album sebelumnya kesan seksi nan nakal ditonjolkan oleh Fifan dan kawan-kawan, barangkali track inilah yang mewakili perubahan image dari kesan seksi-nakal ke seksi-elegan. Terlihat dari pemilihan diksi yang jauh lebih halus tanpa meninggalkan kesan sensual.

"Oh you, just feel the night // Alright, just turn me right // Oh you, turn off the light // Anybody alright, take it all to say." Melodinya catchy, dijamin sekali mendengarkan kamu nggak akan kesulitan untuk mengingat track ini.

Coba kuping track berjudul Sensation. Di track ini nuansa RnB lebih terasa dengan ketukan unik. Soal pemilihan lirik, bisa dibilang dari semua lagu di album ini, lagu SENSTATION lah yang masih lekat dengan bagaimana fantasi panasnya gairah cinta ala Atlesta.

"In the end of conversation, you’re just leaving a sensation. Oh baby c’mon closer to me. All I want is just a pleasure, with an overnight sensation." Gotcha! Ditambah dengan bumbu scat vocal dari vokalis perempuan di tengah tracknya, cukup menggoda dan menerbangkan imajinasi bukan?

Fifan saat hearing SENSASION di Malang @foto: KapanLagi.com®/Adhib Mujaddid
Album yang dikemas dengan artwork dominan warna hitam ini menyuguhkan dua track instrument. Pertama adalah track Sunset yang didominasi oleh gitar. Nuansa a  terasa pada track singkat yang sekilas terdengar ala Kings of Convenience ini. Sementara di track 9 kita dibawa mendengarkan dentingan piano yang menenangkan setelah diajak menggoyangkan tubuh pada track sebelumnya, Cadillac Model.

Lalu, apakah album ini worth it buat kamu koleksi? Apakah album ini memenuhi ekspektasi tentang kesan seksi nan elegan yang diusung oleh Atlesta? Kamu bisa baca selengkapnya di sini

Note: Makasih Mas Adhib Mujaddid yang sudah menaikkan tulisan ini di KapanLagi.com dan sudah insert foto-fotonya yang cakep-cakep.

Akhirnya nulis lagi setelah lama vakum :')

2 comments:

  1. wuiik, review tentang Atlesta nya komplit banget.
    Aq harus punya album baru band ini, betewe ... kebetulan aku kerja dilingkungan pendidikan dan mereka pernah manggung di tempat kerjaku mbak, waktu pensi sekolah.
    Sukses untuk Atlesta, buat mbak Winda kpn2 share ilmunya tentang sing a song donk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mas,
      Thankyou sudah baca review sederhana ini ya hehehehe .. Cukup oke untuk dikuping kok album yang ini :)

      Delete

"The Words is Mightier Than The Swords" - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)