Wednesday, January 21, 2015

Karena Langit Masih Biru dan Harapan Itu Selalu Ada

Ada banyak definisi tentang hidup. Tapi ibarat yang tepat adalah mirip rollercoaster. Naik, turun, menukik tajam, melambung ke atas dan semuanya bergerak dengan sangat cepat sampai-sampai kita tak sadar bahwa kita (pada saatnya) akan kembali ke tempat semula, tempat pemberangkatan.

Saat melambung ke atas, begitu pula dengan kelokan tajam dan curam di depan sudah menunggu kita. Iya, semakin dewasa ada banyak hal yang kita inginkan ... justru tidak terkabul. Katakanlah, jika seumur hidup kamu ingin bersahabat dengan orang-orang yang dengannya kita merasa nyaman. Ada satu-dua pengkhianatan yang membuat kamu tersakiti atau justru menyakiti. Katakanlah, saat kamu menjalin hubungan dengan seseorang, keputusan-keputusan terkait prinsip yang sulit diubah akan mengantarkanmu pada satu keputusan besar untuk mengakhiri jalan yang ditempuh bersama. Kecewa dan keraguan terasa seperti luka yang ditaburi garam. Pedih.
 "Penyesalan memang akan selalu hadir di belakang, kalau di depan namanya pendaftaran,"
Atau ... saat kamu tak lagi mencintai dirimu sendiri. Karena kamu tidak secantik gadis-gadis lainnya. Karena kamu tidak selangsing gadis-gadis lainnya. Karena kamu tidak sekeren gadis-gadis jaman sekarang lainnya dengan lemak-lemak di lipatan tubuhmu. Hingga akhirnya kamu tidak ingin keluar rumah, jogging mati-matian jam 05.00, membiarkan dirimu kelaparan di tengah malam dan memilih untuk tidur daripada membantu lambungmu bekerja normal ... dan yang terparah adalah ... kamu mulai membenci dirimu, karena dorongan orang lain.

Atau ..  saat kamu ingin berjuang dan memperjuangkan yang terbaik. Tetapi dunia tetap saja melihatmu sebagai bagian dari satu dari sepersekian juta molekul yang tak terlihat dan ... tidak penting. Mereka bilang, "Aku lho lebih pinter (kamu gak bisa apa-apa)," "Gimana, aku lebih cantik 'kan? (kamu kan biasa-biasa aja)", "Aku lebih senior (kamu cuma anak kemarin sore)" dan kamu cuma tersenyum kecut. Melirik sebagian dari apa yang kamu kerjakan sepanjang hidupmu dan urung menunjukkannya pada dunia. Menyimpannya kembali ke dalam boks kecil di ruang hatimu, semata-mata karena ... kamu tak percaya pada dirimu sendiri bahwa kamu bisa.

Hingga semua ini membuatmu pernah berhenti dan lelah. Berhenti percaya bahwa kamu berharga. Berhenti mengakui bahwa kamu bisa. Lelah berjuang karena kamu berjuang seorang diri dan merasa tak mampu lagi. Lelah mendengar desas-desus di luar sana tentang siapa kamu dan bagaimana kamu bisa sampai di sini.

Kamu pernah membenci dirimu, kamu pernah membenci kehidupanmu yang tak bisa kamu topang sendiri. Kamu pernah ingin pergi jauh ke tempat baru dimana tak seorang pun pernah mengenalmu sebelumnya. Tapi sedihnya, kamu tidak bisa melakukannya. Toh nyatanya masih ada orang-orang di sekitarmu yang tak rela kamu pergi sendiri, dan masih setia menemani.

Luka batin, penolakan, kekecewaan, diremehkan ... adalah bagian-bagian dari hidup yang harus dienyahkan jika kamu mau jadi pribadi yang lebih baik. Saat dulu tantangan yang harus kamu taklukkan adalah menunggu dosen yang nggak kunjung memberi acc sidang komprehensifmu, sekarang tantanganmu lebih besar. Dosennya adalah Tuhan, universitasnya adalah kehidupan, dan soal ujiannya adalah : "Maukah kamu berdamai dengan masa lalu dan memaafkan dirimu sendiri?" bahwa memang orang datang dan pergi dalam hidup bukan tanpa alasan. Entah itu untuk membahagiakanmu, atau justru memberikan pelajaran berharga bagimu.

Perlu waktu seumur hidup untuk menyelesaikan soal ujian ini, tetapi suatu saat pasti akan rampung. Seiring dengan kedewasaanmu, seiring dengan naiknya level ujian dalam hidupmu, atau saat kamu menemukan orang yang tepat yang akan membuatmu melupakan bagian terburuk dari dirimu di masa lalu. Ya, kamu harus selesai lebih dahulu dengan dirimu. Mengeluarkan orang-orang yang beracun, memberi kesempatan untuk pikiranmu jernih dan menggantungkan kebahagiaan pada dirimu sendiri.

"Life is a challenge, accept it then fight for it." 
Karena langit masih biru dan harapan itu selalu ada, maka berjuanglah. Karena orang itu adalah aku, maka kamu pasti bisa.



29 comments:

  1. quote terakhir, betul banget :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Credoku, Mak. Semoga bisa selalu menjalankannya :)

      Delete
  2. Masuk ke hati mak, dalem bgd nih. Sukses y mak :)

    ReplyDelete
  3. Masuk ke hati mak, dalem bgd nih. Sukses y mak :)

    ReplyDelete
  4. live is a rollercoster kaya lagunya Ronan Keating ya mbak :) Makasih udah ikutan GAnya Mak Echa ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahha bener mak lidya, 90an banget nih yeee ..

      Delete
  5. Replies
    1. Yeaaaaaah Mak *kencengin ikat kepala*

      Delete
  6. Replies
    1. Mikirnya lama ini mak hahahhahahhaha

      Delete
  7. bermanfaat dan mencerahkan, salam kenal mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah dikunjungi blogger kece! Hihihi salam kenal Mak, makasih udah mampir ;)

      Delete
  8. Huks. Makjleb bener postingannya. Setuju banget :)

    Salam kenal ya, Mak^^

    ReplyDelete
  9. Kalimatnya bikin merinding yg baca...
    Moga sukses yaaaa.... salam kenal mak:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mak, aku galauwwww. Salam kenal Mak Hidayah, namanya bagus :D

      Delete
  10. Daem banget Mak, sukses GAnya ya :)

    ReplyDelete
  11. kalo di depan pendaftaran namanya ya mak. hihihi...ngikik sendiri mbacanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mak, kalo pendaftaran di belakang namanya penyesalan *lah *mbulet :))

      Delete
  12. Postingane kok ora seperti biasa, ya. Aku ngga mudeng, Wind. Wkwkwk

    Kalau kita langsing banget ya, Wind. Britney mah kalah langsing. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mak Idaaaah, iyo iki gara-gara merenungi hidup yang makin keeezaaaaam :))

      Delete
  13. Windaaaa...kenapa kamu bilang spt itu?? kamu tuh keren tau nggak siiiyyyy ;) muuuaahh muaaahhh.... Emang sih selalu ada fase dlm hidup saat menganggap diri sendiri adalah bagian terburuk dari semesta. Tapi seperti angin yg selalu setia bertiup, semangat yg ada di dalam diri kita akan membantu kita utk melalui fase terburuk itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mak Unieek, makasih. Iya Mak, ini fase menuju dewasa 'kali ya :')

      Delete
  14. Life is a challenge, accept it then fight for it .. :) salam sukses mbak winda

    ReplyDelete

"The Words is Mightier Than The Swords" - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)