Karena Langit Masih Biru dan Harapan Itu Selalu Ada

8:33:00 AM

Ada banyak definisi tentang hidup. Tapi ibarat yang tepat adalah mirip rollercoaster. Naik, turun, menukik tajam, melambung ke atas dan semuanya bergerak dengan sangat cepat sampai-sampai kita tak sadar bahwa kita (pada saatnya) akan kembali ke tempat semula, tempat pemberangkatan.

Saat melambung ke atas, begitu pula dengan kelokan tajam dan curam di depan sudah menunggu kita. Iya, semakin dewasa ada banyak hal yang kita inginkan ... justru tidak terkabul. Katakanlah, jika seumur hidup kamu ingin bersahabat dengan orang-orang yang dengannya kita merasa nyaman. Ada satu-dua pengkhianatan yang membuat kamu tersakiti atau justru menyakiti. Katakanlah, saat kamu menjalin hubungan dengan seseorang, keputusan-keputusan terkait prinsip yang sulit diubah akan mengantarkanmu pada satu keputusan besar untuk mengakhiri jalan yang ditempuh bersama. Kecewa dan keraguan terasa seperti luka yang ditaburi garam. Pedih.
 "Penyesalan memang akan selalu hadir di belakang, kalau di depan namanya pendaftaran,"
Atau ... saat kamu tak lagi mencintai dirimu sendiri. Karena kamu tidak secantik gadis-gadis lainnya. Karena kamu tidak selangsing gadis-gadis lainnya. Karena kamu tidak sekeren gadis-gadis jaman sekarang lainnya dengan lemak-lemak di lipatan tubuhmu. Hingga akhirnya kamu tidak ingin keluar rumah, jogging mati-matian jam 05.00, membiarkan dirimu kelaparan di tengah malam dan memilih untuk tidur daripada membantu lambungmu bekerja normal ... dan yang terparah adalah ... kamu mulai membenci dirimu, karena dorongan orang lain.

Atau ..  saat kamu ingin berjuang dan memperjuangkan yang terbaik. Tetapi dunia tetap saja melihatmu sebagai bagian dari satu dari sepersekian juta molekul yang tak terlihat dan ... tidak penting. Mereka bilang, "Aku lho lebih pinter (kamu gak bisa apa-apa)," "Gimana, aku lebih cantik 'kan? (kamu kan biasa-biasa aja)", "Aku lebih senior (kamu cuma anak kemarin sore)" dan kamu cuma tersenyum kecut. Melirik sebagian dari apa yang kamu kerjakan sepanjang hidupmu dan urung menunjukkannya pada dunia. Menyimpannya kembali ke dalam boks kecil di ruang hatimu, semata-mata karena ... kamu tak percaya pada dirimu sendiri bahwa kamu bisa.

Hingga semua ini membuatmu pernah berhenti dan lelah. Berhenti percaya bahwa kamu berharga. Berhenti mengakui bahwa kamu bisa. Lelah berjuang karena kamu berjuang seorang diri dan merasa tak mampu lagi. Lelah mendengar desas-desus di luar sana tentang siapa kamu dan bagaimana kamu bisa sampai di sini.

Kamu pernah membenci dirimu, kamu pernah membenci kehidupanmu yang tak bisa kamu topang sendiri. Kamu pernah ingin pergi jauh ke tempat baru dimana tak seorang pun pernah mengenalmu sebelumnya. Tapi sedihnya, kamu tidak bisa melakukannya. Toh nyatanya masih ada orang-orang di sekitarmu yang tak rela kamu pergi sendiri, dan masih setia menemani.

Luka batin, penolakan, kekecewaan, diremehkan ... adalah bagian-bagian dari hidup yang harus dienyahkan jika kamu mau jadi pribadi yang lebih baik. Saat dulu tantangan yang harus kamu taklukkan adalah menunggu dosen yang nggak kunjung memberi acc sidang komprehensifmu, sekarang tantanganmu lebih besar. Dosennya adalah Tuhan, universitasnya adalah kehidupan, dan soal ujiannya adalah : "Maukah kamu berdamai dengan masa lalu dan memaafkan dirimu sendiri?" bahwa memang orang datang dan pergi dalam hidup bukan tanpa alasan. Entah itu untuk membahagiakanmu, atau justru memberikan pelajaran berharga bagimu.

Perlu waktu seumur hidup untuk menyelesaikan soal ujian ini, tetapi suatu saat pasti akan rampung. Seiring dengan kedewasaanmu, seiring dengan naiknya level ujian dalam hidupmu, atau saat kamu menemukan orang yang tepat yang akan membuatmu melupakan bagian terburuk dari dirimu di masa lalu. Ya, kamu harus selesai lebih dahulu dengan dirimu. Mengeluarkan orang-orang yang beracun, memberi kesempatan untuk pikiranmu jernih dan menggantungkan kebahagiaan pada dirimu sendiri.

"Life is a challenge, accept it then fight for it." 
Karena langit masih biru dan harapan itu selalu ada, maka berjuanglah. Karena orang itu adalah aku, maka kamu pasti bisa.



You Might Also Like

29 comment

The Words is Mightier Than The Swords" - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)

Popular Posts

Blog Archive

Google+ Followers

Part of

Warung Blogger
Blogger Perempuan

Voucher Diskon 15% Zalora Indonesia

Voucher Diskon 15% Zalora Indonesia
Diskon 15% Zalora Indonesia