Sunday, May 3, 2015

6 Langkah Mudah Menata Lemari Pakaian



Tidak bisa dipungkiri, godaan membeli baju baru setiap kali jalan ke mall atau belanja via online selalu datang tanpa ketuk pintu terlebih dahulu. Tetapi saat pulang ke rumah dan mendapati lemari baju sudah sesak, uh ... justru bingung (dan kadang menyesal sudah melakukan pembelian 'impulsif' :p).

Hayo, ngaku siapa yang sering merasakan hal ini? Tenang, kamu tidak sendiri ... Mungkin ini saatnya kamu mendonasikan baju-baju lamamu dan memberikan sedikit ruang lega buat lemari pakaianmu yang mulai menggendut. Bingung mulai dari mana? Sedikit tips dari saya, barangkali bisa membantu:

Mengosongkan Lemari

 Meski terlihat merepotkan, tapi cara ini adalah langkah awal yang harus dilakukan. Setelah mengeluarkan semua pakaian dari lemari, bersihkan bagian dalam lemari menggunakan kain basah/kering. Beri alas koran untuk lemari pakaianmu, tujuannya untuk menyerap kelembaban udara yang terperangkap dalam lemari.

Terjebak dan tak bisa bangkit lagi .. -- image taken from liftupthyneighbor.com
Siapkan Kardus Penyimpan Dan Kardus Donasi

Siapkan kardus yang akan menampung  pakaian yang akan di'rumah'kan sementara ke gudang dan kardus untuk pakaian yang akan didonasikan.

Sortir Pakaian

Aduh, mulai dari mana ya *kemudian hening* -- image taken from www.styleite.com
Tata semua pakaian yang sudah dikeluarkan. Kelompokkan berdasarkan fungsinya. Karena lemari pakaian saya punya 6 section untuk baju lipat dan 1 section untuk baju gantung, jadi saya mengelompokkannya seperti ini:
  • Dress resmi yang harus digantung supaya bentuknya tidak berubah
  • Kelompok jaket sehari-hari
  • Kelompok celana jeans, legging, short, rok
  • Kelompok sweater tebal
  • Kelompok baju semi formal, batik, pakaian berkerah
  • Kelompok baju santai (kaos, inner, cardigan)
Karena saya punya lemari khusus pakaian rumah dan pakaian dalam, jadi tidak termasuk dalam daftar di atas.

Setelah menyortir pakaian berdasarkan kelompoknya, penyortiran bagian kedua dimulai, yaitu menurut :
  • Masih muat atau tidak? Sudah kependekan kah?
  • Kapan terakhir kali saya memakainya? Dalam hitungan bulan atau tahun yang lalu?
  • Apakah saya masih menyukainya atau tidak?
Kalau patokan saya, jika saya terakhir kali memakainya 1 tahun yang lalu dan saya jarang memikirkan baju itu kalau memilih baju untuk pergi, maka harus dimasukkan ke kardus donasi. Pun baju yang sudah kependekan dan tidak muat. Tetapi baju yang saya jarang memakainya tetapi penting, misalnya rok hitam, kemeja putih atau blazer, umumnya saya masukkan ke kardus penyimpanan untuk ditaruh di gudang. Saat ini saya tidak memerlukannya, tetapi suatu hari saya bakal memerlukannya untuk event-event tertentu. Jadi saya melakukan bersih-bersih ini tiap 3-4 bulan sekali.

Memilih Hanger Baju Yang Tepat

Kalau pakaian yang harus digantung, memang tricky memilih hanger yang tepat. Saya punya 3 jenis hanger pakaian:
  • Hanger Plastik : Ini untuk kemeja-kemeja yang mudah kusut atau bahannya yang jatuh seperti silk, jadi harus digantung.
  • Hanger Kayu : Ini untuk blazer-blazer dan jas, karena kayu bisa mempertahankan bentuk bagian pundak blazer/jas.
  • Hanger Jepit : Hanger jenis ini biasanya punya penjepit dan digunakan untuk menggantung pakaian yang two-pieces atau menggantung rok.
 Untuk menggantung dress, better memakai padded hanger. Karena tidak punya hanger seperti itu, saya pakai hanger plastik yang tebal. Cukup membantu ^^

Menata Pakaian Ke Dalam Lemari

Setelah baju-baju disortir, saatnya menata ke dalam lemari pakaian. Kembali menggunakan prinsip saat menyortir pakaian berdasarkan kelompoknya, kali ini saya tata lagi baju berdasarkan warnanya. Ini tidak harus sih, tetapi supaya lebih memudahkan dan mempercepat pencarian *ketahuan sukanya grusa-grusu :))*

Jika sistem penataan baju di lemari adalah bertumpuk depan-belakang, saya punya tips nih supaya pakaian kita dipakai merata yaitu dengan sistem rolling. Tumpukan belakang, dirolling ke depan dan begitu pula sebaliknya. Karena kecenderungan kita hanya memakai pakaian yang sering terlihat aja, lho. Jangan dibuat bingung, dirolling aja setiap kali mau ganti pakaian, cuma perlu beberapa detik kok.


Pewangi Lemari Is A Must!

Jangan lupa, setelah bebersih lemari, masukkan 1-2 pewangi lemari pakaian dengan wangi yang sama. Saya sih tidak masalah dengan bau kamper, cuma kesalnya karena bentuknya bulat itu sering meluncur jatuh-jatuh waktu menarik pakaian. Jadi lebih suka dengan pewangi lemari pakaian yang digantung.

PR terbesar dalam menata lemari pakaian adalah mengalahkan rasa malas dan rasa sayang harus menyortir pakaian kita. Untuk yang nomor 2, harus tegas sama diri sendiri dan harus ikhlas lho hihihi .. Kenapa? Karena menurut lincolninapts.com, dari keseluruhan pakaian yang kita punya, kita hanya memakai 20% -nya. 20% pakaian itu, adalah pakaian yang mostly kita pakai sebanyak 80%. Hihihi. Iya juga ya, badannya cuma satu doang, pakaiannya segambreng. Tapi masih mengeluh sambil buka pintu lemari pakaian, "Duh kok nggak punya baju sih!" :p

Sekali kita bisa mengalahkan rasa-rasa itu saat membersihkan lemari pakaian, ke depannya bakal terasa ringan melakukannya. Bayangkan saja, kalau lemari penuh sesak, jadi tidak bisa memasukkan baju baru lagi dong ke dalamnya *eh?* :))

Punya tips menata lemari pakaian yang jitu? Yuk boleh bagi-bagi pengalaman di kolom komentar ya!

21 comments:

  1. jadi keingetan nih sortir baju yang udah ga kepake heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi sama Mak, saya juga abis nyortir-in baju dapet 1 kardus gede :p

      Delete
  2. Rasa malas dan rasa sayang menyortir itu yang harus dikalahkan ya mak.
    Haduuuh suka pusing liat lemari penuh berdesakan tp setiap kali mau pakr baju berasa gak punya baju hikss...
    Banyakan baju yg malah jarang kepake yg menuh2in lemari.
    TFS ya mak... harus dicoba nih tipsnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mak Ophi. Yang dipakai ternyata cuma 20% dari seluruh koleksi pakaian kita heheheh .. Selamat mencoba Mak ^^

      Delete
  3. kalau aku suka bingung juga cara menata baju, hkkss. Tipsnya oke mak. Tak coba deh :) Thank Ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga tidak bingung lagi Mak Sri. Selamat mencobaa~

      Delete
  4. beresin lemari itu cita2ku tiap akhir peka tapi lewat melulu.

    ReplyDelete
  5. Wah, jadi tau ya fungsi hanger itu macem-macem. Harus segera dipraktekin nih biar gak susah juga buat nyari baju. Hihi. #dasarcewek. Makasih Kak Winda yang keren ngets atas infonya. Sayang banget waktu itu gak bisa hadir di Akber MLG :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah dari Malang juga? Nice to meet you here, Sophia ^^ Lain waktu kita jumpa yaaa ..

      Delete
  6. KAyanya sudah waktunya aku merapikan lemari juga nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahaha mak Lidya teracuni juga akhirnya ^^

      Delete
  7. Ho ho...lemariku berantakan, mau ngerapiin...nggak jadi2..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lemarikupun begitu mak, baru dirapihin sudah acak2an lagi. Tapi gapapa, itung2 sambil olahraga :))

      Delete
  8. tingkyu mak.. lemari aku kynya belum diatur dengan baik ni.. :)

    ReplyDelete
  9. aku rajin sortir, terutama sebelum musim sale hehehehe...satu lagi, suka atur sesua warna juga, walaupun biasanya hanya tahan paling lama sebulan, terus berantakan lagi hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lhooo Mak Indah, mau dong kalo pas blogsale hahahhaa iya tuh keinginan impulsif banget ya nata sesuai warna itu :))

      Delete
  10. Bulan kemaren aku uda sortiiiir.. Baju ngga kepake aku donasiin ke sodara :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gimana rasanya abis sortir-menyortir? Lega atau malah hampa? :D

      Delete
  11. Lemariku masih berantakan, kurang gede rasanya. bongkar lemari biasanya kalo mau liat baju2 mana yang udah waktunya tak dipakai lagi. trus ditata kembali, celana dengan tumpukan celana. t-shirt ditumpukan t-shirt., rok, hem, trus yang digantung ya baju2 atau gaun2 resmi, kebaya, gitu deh mak.makasih ya infonya

    ReplyDelete
  12. Mba, saya juga paling suka menata lemari baju...kadang malah bukan hanya mengeluarkan baju saja namun menyetrika ulang ;0 tipsnya oke banget Mba

    ReplyDelete

"The Words is Mightier Than The Swords" - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)