Monday, August 31, 2015

Berkah Terindah adalah Seratus Juta Hari Untuk Bahagia

Happy -- Image taken from http://www.whatsapp360.com/
Ada yang notice di Instagram saya sejak sekitar 18 hari yang lalu, rutin mengupload foto-foto atau video setiap harinya? Pakai hashtag #100happydays? Saya tidak sedang mengerjakan campaign berbayar apapun, tapi saya sedang mengerjakan campaign untuk diri saya sendiri yaitu ... untuk bahagia!

Akhir-akhir ini saya merasa sering kehilangan daya. Iya, saat kita dirundung masalah rasanya kita menjadi orang yang paling sial sedunia, paling miris dan ngenes seantero jagat raya. Begitu pun dengan saya. Saat pekerjaan makin menumpuk, tuntutan target dari kantor, orang tua yang dua-duanya sakit kronis sementara saya di sini sendirian hingga ... saya tak pernah benar-benar merasa sedih ataupun merasa gembira.

Kebahagiaan bagi saya terasa jauh dari genggaman tatkala mendengar vonis dokter bahwa ayah sakit. Berbelas tahun sebelumnya, ketika saya masih kelas 2 SD, mama terserang stroke. Kedua orang tua saya sakit, saya yang akan menopang mereka. Mungkin juga ke depannya akan ada plan-plan tak terduga yang akan melibatkan saya lebih dari sekedar tubuh yang saya miliki sendiri untuk menopang fungsi tubuh orang lain (if you know what I mean). Sementara itu, di luar keluarga, saya merasa masih harus menyenangkan orang lain dan memberi lebih kesabaran dari apa yang seharusnya bisa saya berikan untuk kewajiban yang tidak dipenuhi orang lain terhadap tanggungjawabnya.

Saya mulai menanyakan "bahagia itu apa sih?". Katanya, "Tuhan takkan memberi ular beracun pada yang minta roti, tapi kok ..." . Sounds "meh", huh?

Bahkan saya masih tak bisa bahagia seutuhnya saat liburan. Kekhawatiran, desakan, tuntutan, rasa sayang dan takut ditinggalkan membuat kaki saya serasa digantungi bola besi yang amat berat untuk melangkah.

Sampai akhirnya, saya punya kesempatan untuk duduk sendiri di alun-alun Tugu Malang waktu senja. Iya, sendiri, ditemani Archie, guitalele saya. Sudah lama saya tidak melakukan hal-hal seperti ini semenjak saya sibuk sendiri. Sore itu saya merasa utuh, saya merasa Tuhan menggenggam tangan saya untuk berani menembus api-api yang akan saya hadapi. Tepat di saat itu, saya menemukan postingan teman saya, Mas Yoel, di Instagramnya dengan hashtag #100happydays.

Merekam apapun hal yang membuatmu merasa bahagia dalam 100 hari. Oh really? Bahagia mah, buat saya artinya pergi sendirian cari penginapan yang jauh dari orang sekitar, menyepi 2-3 hari, doing nothing just thinking. Tapi saya belum pernah melakukan itu karena sepertinya agak mustahil mengingat keberadaan saya setiap harinya dibutuhkan oleh keluarga. Tapi ketika saya membaca deskripsinya di www.100happydays.com, saya tergerak untuk melakukannya.

"Bahagia itu sederhana" -- Image taken from www.100happydays.com

Nice :)
Sederhana sekali 'kan? Sesimpel merasakan bahagia atas berkat yang dikasih sama Tuhan setiap hari. Saya orangnya nggak religius-religius amat, tapi setelah apa yang terjadi selama ini dan yang terjadi sekarang, saya percaya berkah terindah itu bukan seperti menang undian 1 milyar atau semacam jadi mantu pemilik tambang emas, tapi hal-hal sederhana yang masih boleh dinikmati setiap hari. Utuh, tanpa kehilangan satu apapun. Pulang kerja dan masih bisa melihat kedua orang tua kita, masih diberi kesempatan bisa makan roti yang enak banget ataupun sesimpel minum wedang uwuh bareng teman lama dan mendengarkan cerita perjalanannya dari Malang - Bali gowes sepeda pancal, atau melihat tanaman yang sempat layu mekar kembali. Berkah  terindah yang dikasih Tuhan adalah seratus juta hari untuk bahagia, apalagi saya bisa bahagia bareng orang lain ;)










Di tengah badai-badai kehidupanmu, apakah kamu masih bisa tertawa? Masih kah kamu bisa menemukan titik-titik kecil kebahagiaan saat dirundung masalah? Apakah kamu masih diperbolehkan untuk memilih kebahagiaanmu sendiri? Apakah kamu masih bisa makan bakso kuah pedas membara sehabis lelah menangisi masalahmu?

Buat saya, saat ini berkah terindah bukanlah berupa materi, tetapi bagaimana memanfaatkan waktu dan momen-momen kecil yang berharga setiap harinya. Saya jadi tak sabar menyelesaikan #100happydays dan menyambut 100.000.000 hari bahagia selanjutnya :)



12 comments:

  1. see...count your blessing and you will soon be overwhelmed :). Dan ada begitu banyak alasan untuk bersyukur dan bahagiaaaaa :)

    Thanks for joining my GA yaaa Windaaa...bon courage, semoga menang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haii Mak Indah, iya, count my bless not my problem :) Semoga menang, amiin~

      Delete
  2. Haaai, first visit, suka banget dengan haloterongnya

    Psst.... kamu alien toh?

    ReplyDelete
  3. Aaaaaaak jadi pengin ikutaaaan. seru kayaknya yaaaa :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mak Punkkkk, ayo ikutan nahh, seru apalagi kalo sudah sampai hari ke-20-an rasanya nagih terus hihihih

      Delete
  4. kegiatan menyiram tanaman pun bis amenjadi kegiatan menyenangkan ya. BErkah masih bisa menyiram tanaman :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mak Lid, hal kecil yang bisa bikin kita bersyukur :)

      Delete
  5. Keren mba. Inspiratif bingits!
    Pantes banget utk menang GA ^_^
    Salam kenal yaa ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah terimakasih sudah mampir Mak endah.. Semoga menginspirasi ya :)

      Delete
  6. Persis ketika Fenny punya anak pertama, tuntutan dari banyak org sampai membuat Fenny tidak bisa menikmati momen sebagai ibu :(

    ReplyDelete
  7. Hallo, salam kenal..
    So inspiring, dan bakal banyak orang yang nyoba.. aku juga ikutan ah #100happydays nya..
    So blessful, jadi manfaat buat banyak orang..

    ReplyDelete

"The Words is Mightier Than The Swords" - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)