Saturday, March 19, 2016

After Lunch Music: Tika And The Dissidents - Tubuhku Otoritasku



Selama ini orang mengenal saya sebagai pribadi yang aktif sebagai kutu loncat. Punya banyak teman, sekalipun membuat batasan. Dengan paket tampilan yang tampak percaya diri, mungkin kamu nggak akan percaya kalau saya pernah membenci diri saya sendiri dan pernah menjadi sasaran bullying.

Perlu bertahun-tahun, bahkan hingga hari ini, untuk saya bisa memahami bahwa:

  • Nggak masalah punya lemak di perut
  • Lengan besar itu nggak akan bikin gajimu tiba-tiba dipotong kok
  • Pipi tembam itu nggak akan bikin aib keluarga
  • Rambut keriting yang berwarna coklat itu nggak akan bikin kamu jadi kelihatan seperti badut
  • Jadi perempuan yang gendut itu bukan dosa yang harus ditanggung oleh tujuh turunanmu kok
Semua yang saya sebutkan di atas, pernah saya dengar. Stigma-stigma itu pernah dengan sengaja dilekatkan kepada saya dengan canda tawa penuh kemenangan. Apa yang saya lakukan? Pagi itu saya menangis, merasa tidak berharga. Semua karya-karya yang pernah saya buat, semua lagu-lagu yang pernah saya nyanyikan ... tiba-tiba semuanya menguap, berganti dengan : "Oh jadi selama ini orang-orang melihat saya seperti itu?"

Hingga saya pernah berujar ke alm. Papa : "Pa, Winda pengen tattoo-an ya, ndek sini lho .. " (nunjuk lengan), " ... ben nantik lek orang ngomong lengen'e Winda gede, sisan ae tak pamerno tattooku sing apik ...". Saya sempat putus asa, bagaimana caranya bisa jadi orang yang percaya diri. Sungguh, pengen sekali bisa tampil di depan umum tanpa betis besar dan terlihat paling pendek di antara kerumunan. 

Saya tak ingin meminta pertanggungjawaban orang-orang yang pernah dengan sengaja mengolok-olok foto saya kok. Saya cuma ingin berbagi, bahwa ketika kamu atau nantinya kamu punya anak perempuan, tanamkan pada dirinya bahwa tubuhnya adalah haknya. Di luar karena masalah kesehatan, tidak ada satupun orang yang berhak berbicara buruk tentangnya, apalagi menimbulkan perasaan membenci tubuhnya sendiri. Menjadi diri sendiri, sepaket dengan keunikannya dan hak tubuhnya, tanpa perlu dihakimi.

Seperti kata Tika dalam lagu terbarunya: "Tubuhku, otoritasku .. Tanpa ijinku, kau tak masuk ke wilayahku."

Terimakasih sudah membuat lagu yang membuat hidup ini jadi lebih berarti, Mbak Tika :)

Baca Juga:
Apalah Arti Hari Perempuan Jika ...
Tentang Menghormati Tubuh Orang Lain, Gincu Dan Bagian Tubuh Terseksi

6 comments:

  1. gendut bukan urusanmu wah keren mbak luar biasa

    ReplyDelete
  2. berani ekspresi itu asik, kok. mungkin ketakutan para wanita hampir sama ya. lemak di perut, lengan agak besar, tapi ya... begitu deh, ketakutan-ketakutan itu takkan membuat gaji dipotong :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenarnya sih kl dibilang jgn terlalu gemuk nanti kamu banyak dpt penyakit...masih lbh bisa diterima daripada... kl kamu gendut gak ada cowok yg mau sama kamu... Langsung derrrrr, minderrrrrr

      Delete
  3. Oot boleh? Jika kita pasang tatto saat kurus, apakah ketika kita gemuk gambarnya jadi pecah? Atau jika pasang tatto pas gemuk, pas kita jadi kurus gambarnya jadi berkerut gak? Putriku bertanya padaku tadi sore gak ada angin gak ada hujan dan aku gak tau jawabannya...

    ReplyDelete
  4. Pengalaman di-bully itu membekas banget yah? Untung Winda bisa ngobrol begitu ke Papa. Banyak anak2 yang kalo di-bully gak berani ngomong.
    Saya was2 krn anak2 beranjak besar. Yang sulung, usianya mau 15 tahun, cowok, pernah di-bully entah kenapa. Badannya kurus, tapi banyak juga koq temannya yang kurus. Dia pendiam. Itu mungkin yang bikin dia di-bully. Untungnya cuma disuruh2 sama 3 anak, bukan pelecehan seksual :(
    Akhirnya seorang teman anak saya ngomong ke suami saya. Suami saya lapor ke guru BK. Ke-3 anak itu disidang, poin kesalahannya nambah di catatan sekolah. Kalo berbuat lagi terancam drop out. Sampe sekarang sih dia gak di-buly lagi.

    Kalo sekarang Winda kan tidak mengalami lagi?
    Kalo urusan bully sebenarnya, mau gimana saja tipe orang, gak peduli gemuk atau kurus pun tetap di-bully, Win ... entah apa saja yang membuat pembully itu jadi agresif ketika melihat korbannya.

    ReplyDelete

"The Words is Mightier Than The Swords" - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)