Monday, July 18, 2016

Bakso Sumsum Cak Hadi Singosari, Bakso Fenomenal Meledak di Mulut

bakso malang, bakso cak kar, bakso cak hadi, bakso sumsum, bakso isi


Dalam kamus perbakso-an seorang Winda Carmelita, namanya bakso enak itu ya bakso babi. Belum ada bakso daging sapi yang bikin mulut ini jatuh cinta, sekalipun itu bakso Cak Kar di Singosari yang melegenda itu. Opini pribadi sih ini ya.

Hingga pada hari Sabtu kemarin (16/7), bareng team Vemale, saya terdampar di lautan kemacetan yang membuat perut meraung-raung kelaparan di kawasan Singosari. Biasanya kalau di Singosari dan pengen makan bakso, yang tercetus pasti Cak Kar. Tapi hari Sabtu kemarin, antriannya sungguh ... mengalahkan rasa laparnya. Mengular banget! Ya nggak heran sih, karena Sabtu kemarin adalah hari terakhir liburan sebelum anak-anak masuk sekolah. Pasti sebagian besar tempat makan antriannya seperti ini.

bakso malang, bakso cak kar, bakso cak hadi, bakso sumsum, bakso isi
Sungguh tidak manusiawi antriannya | Image taken by Winda Carmelita
Di tengah rasa lapar yang nggak terbendung, tiba-tiba celetukan, "Ayo ke Bakso Sumsum Cak Hadi aja!" muncul. Cak Hadi ini letaknya nggak jauh dari Cak Kar, kira-kira 5 menit sebelumnya lah. Lokasinya pun nyelempit di gang sempit dan hanya ada 1 papan penunjuk di kiri jalan yang tulisannya "Bakso Sumsum". Udah gitu aja.

Dengan berapi-api, kami putar balik menuju Cak Hadi. Konon di sini andalannya adalah bakso sumsum "meledak di mulut" yang mana, literally, meledak di mulut alias lumer tanpa perlu dikunyah. Edan bener gak sih iming-imingnya untuk jamaah krucuk-krucukiyah?

... dan ternyata masih tutup ...

bakso malang, bakso cak kar, bakso cak hadi, bakso sumsum, bakso isi
Buka mulai jam 17.00 ya | Image taken by Winda Carmelita

FYI, bakso sumsum Cak Hadi ini buka mulai jam 17.00. Kami datang ke sana jam 16.00 dan sempet-sempetin ngemil belut goreng crispy di seberang. Yah, demi iming-iming kelumerannya, kami rela ngantri. Jam 16.30 kami sudah berdiri di depan warungnya. Percaya nggak percaya, nggak lama setelah kami berdiri ngantri, motor-motor berdatangan ... ikutan ngantri juga di belakang kami! Amazingnya, tak lama setelah itu, antrian mengular. Padahal bakso belum jua muncul dari balik dapur.

Ini bakso fenomenal banget ya, kaya barisan Aliando-Prilly Lovers antri minta salaman gitu!

Kira-kira jam 17.00-an, sedandang penuh bakso dibawa oleh sang pemilik keluar ke rombongnya. Asli, baru kali ini saya ngeliat orang ngantri yang beringas demi bakso ya di Cak Hadi ini hahahaha ...

bakso malang, bakso cak kar, bakso cak hadi, bakso sumsum, bakso isi
Ini ngantri bakso, 5 menit setelah pintu dibuka | Image taken by Winda Carmelita

Si bapak, yang saya duga adalah Cak Hadi-nya, nggak langsung membuka lapaknya. Yang bikin saya nganga adalah adanya 4 aturan yang harus ditaati kalau makan di sini:

1. Kuah di dandang harus diaduk dengan adukan super cepat membentuk pusaran air supaya gajihnya nggak ngendal. Ini pemandangan unik, kamu harus datang awal untuk melihat adukan fenomenalnya hahahaha ...
2. 1 porsi bakso campur hanya berisi 1 bakso sumsum dan tidak boleh nambah bakso sumsumnya. Pengen nambah bakso sumsumnya? Ya beli seporsi bakso campur lengkap.
3. Makan bakso sumsum ini nggak boleh dibelah, harus masuk mulut bulat-bulat hap! Kayak makan klepon gitu.
4. Seporsi bakso ini disantap tanpa perlu dicampur dengan kecap, sambal, saus atau cuka dan pelengkap lainnya. Biarkan dia murni bersama kuah kaldu daging sapi, bawang merah goreng dan daun bawang.

Ya 'kan? Baru kali ini lho makan bakso diatur-atur. Tapi beneran deh, kalau ngikuti aturan ini ... kalian bisa kemlecer dibuatnya. Saya aja yang mentahbiskan bakso-bakso terenak dalam hidup saya, urutan teratasnya adalah bakso babi, rela menggeser posisi kedua-nya ditempati oleh Bakso Sumsum Cak Hadi ini. Lha wong memang uenak nemen kok ya. Mungkin  kalau nggak sibuk foto-fotoin dulu, seporsi bakso campur isi bakso urat, bakso halus, bakso ati, bakso telur puyuh, bakso kuning telur ayam, tahu daging dan bakso sumsum, bisa saya habiskan 5 menit saja.

Awalnya sih, dalam pikiran saya, udah bakso sumsum, kuahnya kaldu kental. Apa ndak mblenger? Ternyata enggak! Di luar dugaan, sumsum dalam bakso benar-benar lumer. Makanya nggak heran kalau penjualnya nggak mau mengeluarkan bakso sumsum kalau kuahnya nggak panas-panas benar. Mungkin itu yang bikin sumsum di dalamnya mencair dengan sempurna. Begitu digigit, ada sensasi letusan, ledakan di mulut: "Das!". Nendang banget itu sumsumnya, memenuhi seisi mulut dengan rasa gurih dengan sedikit rasa manis. Nulis ini aja aku lapar banget, tolong Taylor Swift, Ya Tuhan ...

bakso malang, bakso cak kar, bakso cak hadi, bakso sumsum, bakso isi
Komplit, lengkap, memuaskan! | Image taken by Winda Carmelita
Perjuangan ngantri hampir 1 jam terbayar sempurna dengan 7 buah bakso daging sapi yang nikmatnya sampai ke ubun-ubun. Ngantrinya memang bikin resah dan gelisah, apalagi sepenilaian saya, orang-orang yang ngantri di sini pada gak mau kalah huahahahhaa ... Benar-benar berjibaku lah supaya diingat sama si penjualnya, biar nggak rugi ngantri duluan dijualin belakangan.

bakso malang, bakso cak kar, bakso cak hadi, bakso sumsum, bakso isi,
Daftar harga (klik untuk memperbesar) | Image taken by Winda Carmelita


Eh, waktu saya ngepost ini di Path, teman saya yang namanya Hafizh memberikan sebuah tips yang menurutnya jitu:
"Kalau mau antrinya diduluin dan dapat jatah bakso sumsum lebih dari 1, ngaku aja lagi hamil. Beneran lho ini."

Mmm, perut sih udah buncit ya, tapi kalau ditanya penjualnya, "Sing endi bojomu, Nduk?" (Yang mana suamimu, Nduk?), saya harus nunjuk siapaaaa? :))

Bakso sumsum Cak Hadi ini recommended banget untuk rasanya. Tapi untuk antrinya, saya sih berpesan kuat-kuat iman aja sih ya, atau ikutilah tips ngantrinya ala NengBiker di sini.

Hmm, saya jadi tahu, apa yang lebih sakit daripada ditinggal pas lagi sayang-sayangnya? Keabisan bakso sumsum Cak Hadi pas udah ngantri panjang dan kelaparan :))

12 comments:

  1. wuii jadi pengen nyobain...
    jadi modelnya kayak makan xiao lung bao gitu ya yang ada kuah kaldu di dalemnya ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah mirip ko, Xiao Lung Bao juga berkuah di dalemnya kan. Aku jadi penasaran gitu masukin yang cair-cair ke dalamnya gimana ya caranya, hahahha

      Delete
  2. masih ada typonya :))

    *apa sih yg dibahas typo -_-
    *biar ga kepengen
    *biar ga ngidam
    *biarkan saja jadi kenangan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saking keblingernya jeh sampe salah-salah huahahahha

      Delete
  3. baru kali ini aku ngeliat orang makan bakso sampe segitu ngantri dan ada aturannya, hahaha xD

    ReplyDelete
  4. Ya ampuun antriannya.. Jadi penasaran tapi jauh banget yaa

    ReplyDelete
  5. untunglah sumsumnya uda lumer ya mb winda
    tadinya kupikir sumsum itu dalam bentuk remahan tulang xixiix

    ReplyDelete
  6. Wih tapi masuk mulut semua kayak klepon ukurannya berarti pas mulut nih kan mba.. hihi... patut dicoba dan ditiru nih ama pedagang bakso di jakarta. Bakso yg meledak di mulut. :-)

    ReplyDelete
  7. Gak kebayang nelen bakso gak bole dibelah dulu.. hihihi. Sensasi meledak di mulut. Ah, jadi penasaran sendiri ama rasanya :D.

    ReplyDelete
  8. dadi bojomu seng endi ??? seng hamili kawe sopo ??? pancen cak hadi iku kurang ajar yoooo, awak mu lak sek jomblo kan ??? hahaha

    ReplyDelete
  9. duh baksonya bikin ngiler, pantesan antriannya panjang gitu.
    demi makanan enak saya rela antri

    salam kenal dari www.travellingaddict.com

    ReplyDelete
  10. enak banget. Harus nyobain nih

    ReplyDelete

"The Words is Mightier Than The Swords" - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)