Thursday, August 4, 2016

Istilah Dalam Asuransi, Nggak Perlu Dihafal Tapi Harus Dipahami

 
asuransi, asuransi kesehatan, asuransi keluarga, asuransi prudential
Asuransi Kesehatan | Image taken by StockSnap.com


Kira-kira setengah tahun yang lalu, di suatu siang di kantor, saya lagi cari tahu tentang istilah asuransiKebetulan ada teman yang curhat, bingung mau klaim asuransinya dan nggak paham sama istilah-istilahnya. Emang saya akui sih, buat orang awam seperti kami, istilah-istilah di dunia asuransi, perbankan dan ekonomi itu suka bikin kram otak dadakan.

Saya jadi ingat, sekitar 2 tahun yang lalu saya pernah ikut asuransi kesehatan. Agen-nya adalah saudara saya sendiri. Ada banyak sekali lembaran form yang harus saya isi. Di dalamnya memuat aturan-aturan, cara klaim dan ganti rugi bahkan sampai poin investasi.

Sebagai anak bau kencur yang tak pernah bersentuhan dengan hal-hal berhubungan seperti ini, ya sudah tentu saya ngelu. Saya hanya mengisi formnya, tanpa membaca dengan seksama.

Karena bacanya cuma sekilas dan nggak paham istilah-istilahnya (dan saya juga nggak nanya ke agentnya), saya jadi nggak memahami dengan betul fasilitas, keuntungan yang didapat dari masing-masing jenis premi, termasuk aturan-aturan yang mengikatnya. Padahal sebetulnya punya asuransi kesehatan dan memahami fasilitas-fasilitas yang didapatkan itu berguna banget. Apalagi zaman sekarang.

Saya sempat ngobrol dengan teman saya yang punya usaha garment. Dia rupanya lagi bingung karena tukang jahitnya berencana tutup, mau melanjutkan usaha ayahnya aja di bidang kuliner. Alasannya? Karena sang ayah sakit, nggak ada yang melanjutkan usaha kulinernya dan dia mau menjual semua mesin-mesin jahit yang harganya puluhan juta itu untuk pengobatan ayahnya. Jatuh sakit menguras harta kekayaan keluarga itu. Dua mobil sudah dijual untuk biaya berobat, padahal mobil itu juga perlu untuk mengangkut barang-barang pesanan. Kasihan ya?

Cerita kayak gini sebenarnya juga udah banyak. Waktu almarhum Papa sakit, saya juga bingung. Soalnya Papa sama sekali nggak punya asuransi kesehatan sebelumnya. Mau saya ikutkan kok ternyata nggak bisa karena usianya sudah 60 tahun lebih waktu itu. Dan lagi, Papa sudah mengidap penyakit kronis jauh hari sebelum berencana mendaftar asuransi. Jadi nggak bisa daftar asuransi deh. Padahal ada banyak pilihan layanannya, seperti misalnya layanan yang ditawarkan asuransi online terbaik Indonesia pasarpolis.com

Balik lagi ya, hal-hal seputar asuransi memang harus dipahami benar-benar. Istilah-istilahnya juga bukan istilah 'biasa' yang ada di kamus-kamus sih hehehe .. Saya dan teman sih awalnya Whatsapp-an dan berusaha sok bisa menginterpretasi sendiri istilah-istilahnya dalam bahasa kami. 







asuransi, asuransi kesehatan, asuransi keluarga, asuransi prudential
Image taken from Pasarpolis.com

Ujung-ujungnya kami nyerah juga. Hands up! Soalnya membedakan 'tertanggung' dengan 'penanggung' aja sering tertukar-tukar. Apalagi kalau udah masuk istilah 'nilai tebus', 'nilai tunai'. Ngoook ... Ya udah lah, cari tahu tentang istilah asuransi di 
asuransi online terbaik Indonesia pasarpolis.com, baru deh kami lumayan paham.

Belajar dari pengalaman, saran saya sih selain cari tahu di internet, sebaiknya juga banyak bertanya sama agent asuransinya supaya benar-benar jelas dan nggak misinterpretasi.

Punya pengalaman yang sama?

3 comments:

  1. agen aku ganteng banget.
    kalo pas konsultasi jadi kebanyakan bengongnya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya aku tau siapa agennya :))))

      Delete
    2. Aq mau dong dikenalin sama yg ganteng ini ;)

      Delete

"The Words is Mightier Than The Swords" - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)