Wednesday, September 28, 2016

Memilih Yang Tepat Untuk Menerangi Hari-Hariku

Akhir-akhir ini saya agak cerewet sama yang namanya lampu. Berhubung pekerjaan sehari-hari saya memang kebanyakan mengetik di komputer, maka perlu penerangan yang benar-benar tepat supaya mata gak gampang lelah. Apalagi saya adalah 'penyandang' minus dan silinder sejak SD.


Beberapa bulan lalu, saya sampai ke dokter mata lagi karena saya ngerasa mata saya sebelah kiri terus-terusan berkedut-kedut. Konon, mata berkedut tanpa mau dapat duit. Tapi duitnya nggak dapat-dapat, kedutannya terus. Nah lho ... Pusing 'kan (literally, pusing yang seperti kepala ditusuk-tusuk). Setelah dari dokter, ternyata benar ... Mata saya terlalu lelah. Solusinya adalah menambah lampu di sekitar tempat saya biasanya mengetik, biar lebih nyaman.

lampu, lampu led, lampu hias, lampu tidur, lampu sorot, lampu led motor
Lampunya futuristik | Image taken from gizmodo.com.au
lampu, lampu led, lampu hias, lampu tidur, lampu sorot, lampu led motor
Lampunya, mirip sama topinya Thompson-Thomson nih | Image taken from dore-kau.com

Sejak saat itu, mulailah saya berburu lampu yang gak cuma cakep penampilannya saja, Tapi juga fungsional. Saya coba mencari-cari sih, di toko elektronik dan online, tapi ya cukup susah juga karena saya awam betul soal memilih lampu minimalis untuk ruang kamar saya yang kecil. Setelah coba lirik kanan-kiri, baca-baca, paling gak panduan untuk memilih lampu hias minimalis itu ada lima (5), yaitu:



  1. Bahan yang digunakan. Beberapa diantaranya adalah stainless steel, kaca, rotan, hingga yang paling mewah adalah kristal. Semakin mewah bahan yang digunakan tentunya harganya mahal. Kalau saya sih memilihnya yang sesuai sama konsep kamar saya yaitu .... random :))
  2. Bentuk juga jadi salah satu pertimbangan, Beberapa mungkin lebih senang dengan motif floral, seperti yang umum dijadikan sebagai lampu ruang tamu, namun juga ada beberapa bentuk sederhana seperti lingkaran, oval atau juga kotak untuk pemasangan di dalam kamar tidur.
  3. Menentukan ukuran lampu, yang disesuaikan dengan ukuran ruangan dan kebutuhan. Jangan sampai terlalu kecil dan remang-remang, kalau tujuannya memang untuk mendukung pencahayaan ruang kerja.
  4. Hemat listrik, nah ini perlu banget apalagi seperti saya yang bayar listrik sendiri :)) Selain untuk lebih hemat, dengan daya yang rendah juga cukup efektif di dalam membuatnya lebih awet.
  5. Untuk pilihan warna, sebenarnya warna memang sangat bergantung pada pemasangan bohlam, Tapi warna luar lampu pun turut berpengaruh buat pancaran gradasi warna lampumu. Pilihan warna di ruang tamu memang lebih baik dengan putih, namun untuk kamar tidur dapat bisa sesuaikan dengan selera.

Nah, untuk ukuran kamar 3x4 m, lampu hias minimalis yang saya pengen sih gak cuma yang cakep wujudnya, tapi juga bisa menerangi saya mencari sesuap berlian. Ya karena memang sesungguhnya, yang dibutuhkan bukan hanya yang tampak nyetil gayanya, tapi yang mampu menerangi jalan hidup kita *asik *ini ngomongin lampu lho *sampai sekarang belum ketemu *lampunyaaa~~

6 comments:

  1. Suka kabita klo liat2 lampu hias

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi emang lampu lampu sekarang modelnya bagus-bagus. Padahal cuma lampu lho :p

      Delete
  2. lampu hias itu selau bikin ngiler baut beli, aku beli untuk di ruang tamu, teras dan banyaknya dari oengrajin lokal yang kreatif

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Mamah Tira, sekarang buatan UKM juga gak kalah bagusnya ya. Mereka juga ngikutin perkembangan zaman untuk style-stylenya :)

      Delete
  3. suami ku suka banget dengan lampu-lampu hias, malah kalo udh beli lampu hias ntar nambahin lagi :D

    ReplyDelete
  4. Lucu ya lampunya bentuk topi gitu :D Iya kalau untuk menemani kerja mesti yg terang dan hemat energi pula.

    ReplyDelete

"The Words is Mightier Than The Swords" - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)