Pelajaran Hidup dari Pelataran Indomaret

9:36:00 AM

This is a slice of my life

Terkadang Tuhan itu berusaha mengingatkan kita dengan berbagai cara. Tinggal apakah kita peka atau tidak.

Yah, kalau boleh diakui, aku memang bukan tipikal orang yang religius. Ke gereja saja masih banyak excuse-nya, padahal ... please, paling lama cuma 1,5 jam, satu kali dalam seminggu. Berdoa pun ... Ah, aku malu lho cerita begini sebetulnya hehehe ... Tapi sebagai seorang Katolik, dari kecil aku tahunya adalah ajaran Cinta Kasih, yang mana sebetulnya itu adalah ajaran mendasar dalam kehidupan manusia. Menurutku sih, cinta kasih memang hal yang sangat berpengaruh besar untuk afeksi diri manusia.

Beberapa hari yang lalu, aku seperti tersentil dan kayak diuji soal cinta kasih ini. Jadi ceritanya sore itu aku nunggu Mbak Nana di Indomaret jalan Borobudur, Malang. Nongkrong di atas motor sambil berusaha menghubungi Mbak Nana. Langit sore itu udah prepet-prepet mau hujan aja. Aku gelisah dong, pikiranku cuma tertuju pada gimana caranya ngontak Mbak Nana.

Image taken from pexels.com


Saking fokusnya sama diriku sendiri, aku gak ngelihat di dekatku ada 'sesuatu'. Seorang ibu, kurus sekali, usianya sekitar 60 tahun++, bawa dua karung besar isinya keripik miler. Keripik miler itu keripik yang lebar, terbuat dari singkong. Enak pokoknya, ini keripik favoritku.

Si ibu duduk di dekat bakul minuman di depan Indomaret situ, jaraknya kira-kira 2 motor lah dari tempatku duduk. Padahal, beberapa kali aku seliweran di depannya, tapi aku gak menyadari 'sesuatu' itu. Pas berdiri mau masuk ke Indomaretnya beli minuman karena aku batuk-batuk, si Ibu mengambil sebuah nasi bungkus dari karung milernya dan mulai memakannya pelan-pelan. Aku gak sengaja melihat isi nasi bungkusnya. Nasi putih (mungkin hanya untuk beberapa suapan), sambal dan dua iris ketimun. Sudah. Tanpa lauk. Ya sambal dan dua iris ketimun itu lauknya.

Hatiku mencelos rasanya, kayak turun ke jempol kaki, merambat di tanah. Di pikiranku, lauk itu ya namanya ikan, ayam atau sedikitnya tahu-tempe ya. Kalau ketimun aja, itu bagiku bukan lauk. Duh, aku naif ya? Hehehe .. Aku lihat beberapa jenak si ibu makan pelan-pelan, aku keinget Mama di rumah :(( Kejadian berikutnya, biarlah kami berdua saja yang tau lah ya hehehe ..

Aku gak sempat moto sama sekali karena terburu-buru langsung cabut dari situ. Tapi sepanjang jalan sampai hari ini, aku kepikiran. Apa hidupku terlalu 'nyaman' ya, sampai melihat kejadian seperti itu aku kayak tersengat dan ditikam berkali-kali di hati. Aku beberapa kali memang pernah berkunjung ke lokasi-lokasi yang terpinggirkan, dengan orang-orang yang kondisinya memprihatinkan, tapi baru kemarin rasanya aku kayak 'ditendang' dari kesibukanku sama diriku sendiri dan langsung melihat kejadian itu.

Aku merasa kayak dicolek Tuhan euy. Mungkin ya akhir-akhir ini aku sibuk sendiri, naik motor pun tergesa-gesa, makan sambil ngetik, sambil kerja, sampai gak peduli sama hal-hal di sekitarku. Not to mention perkara lupa buang sayuran busuk di kulkas ya hehehe .. Mungkin aku ya kurang bersyukur, terlalu banyak minta ini-itu, berdoa ini-itu yang isinya minta-minta-minta dan minta. Padahal kalau mengingat si ibu penjual miler itu, hidupku jauh lebih beruntung, setidaknya aku gak perlu bekerja mikul dua karung gede jualan miler dengan jalan kaki berkilo-kilo meter jauhnya, setiap hari. Bahkan saat hujan.

Yah, Tuhan memang selalu punya cara buat mengingatkan kita tentang arti hidup ya ...

Pas nulis ini, tiba-tiba aku ingat lagunya RumahSakit yang sering kuputar sambil kerja di kantor. Lagu ini termasuk salah satu lagu dengan lirik yang masuk ke hati dan membuatku tetap waras jika sesuatu gak berjalan sesuai kemauanku.




"Kala semua doa telah terbaca
Namun tak berbuah sempurna
Kala semua cara telah kau coba
Namun tak kunjung tiba, bahagia

Lepaskanlah, dan tetap percaya

Apa yang tak bisa kau raih walau kau t'lah berupaya
Itu hanya tanda kau tak membutuhkannya
Apa yang tak bisa kau miliki meski kau t'lah temui
Itu hanya tanda kau lebih baik tanpanya

Semua yang t'lah diberikan olehnya
Pasti ada rencana yang indah dan tak perlu merasa gelisah 
Bersyukurlah dan berserah ... " -- Apa Yang Tak Bisa - RumahSakit

 

You Might Also Like

19 comment

  1. Duuuhhhhh jadi ingeeeet udah hampir gapernah sedekaaaah :'(

    ReplyDelete
  2. benar sekali, tuhan selalu mengingatkan umatnya setiap saat. tinggal manusianya apakah taat atau tidak

    ReplyDelete
  3. yaps, sebagai manusia kita harus patut bersyukur dan jangan lupa untuk bersedekah ke orang yang membutuhkan

    ReplyDelete
  4. emang sekali2 kita perlu ngeliat kebawah... biar kita bisa lebih bersyukur lagi ya...

    ReplyDelete
  5. Yap, kita harus melihat sekeliling biar kita bisa bersyukur dan berbagi yaaa.
    Jangan terlalu egois dengan hidup kita sendiri

    ReplyDelete
  6. Kalau lihat yang seperti itu, memotivasi kita untuk lebih banyak bersyukur ya, Mbak. Ternyata masih banyak orang yang lebih membutuhkan :(

    ReplyDelete
  7. Benar say Tuhan memang selalu punya cara buat mengingatkan kita tentang arti hidup...initinya kita emang harus selalu bersyukur ya

    ReplyDelete
  8. kalau sudah melihat kayak gitu, baru kita merasa ya hidup sebenarnya fine 2 aja kok... Mesti banyakin bersyukur dengan apa yg kita punya dan jalani (ngomong gampang ya Riaaa, gampaaaang)

    ReplyDelete
  9. Hmm, aku gak pernah kuat nahan air mata kalo udah baca yang kayak gini, makasih udah ngingetin untuk selalu bersyukur sama hiduk kita dan peduli sama sekitar mbak.

    Salam,
    Rava.

    ReplyDelete
  10. Pemandangan seperti itu seringkali bikin saya sedih sekaligus bersyukur.

    ReplyDelete
  11. bersyukur bisa dengan cara apa saja.. lisan,perbuatan,dan juga hati, tergantung kita mana yang bisa dilakukan untuk jadi sarana bersyukur..hehe

    ReplyDelete
  12. kalo baca ini jadi pengen sedekah

    ReplyDelete
  13. God works in a mysterious way ya mba..aku pun suka menganggap hal2 seperti ini adalah ingatan dr Tuhan untuk lebih peduli terhadap sekitar..nice writing!

    ReplyDelete
  14. Harus banyak bersyukur intinya ya,,,, kadang itu yang sering kita lupakan,, jd nangis bacanya...

    ReplyDelete
  15. Tuhan sayang sama umatnya, diingatkan untuk selalu peduli dan bersyukur melalui banyak kejadian. Saya kalo liat hal begitu juga suka terenyuh.
    Itu juga menunjukkan semangat hidup Ibu penjual kerupuk miler itu adalah pejuang.
    salam

    ReplyDelete
  16. Hmm miler is my favorite kerupuk.. dan saya juga sedih aja gitu kalau ada nenek nenek yang jual krupuk ini.
    Rasanya pengen borong aja biar dia nggak usah memikul krupuk sebanyak itu.

    Iya kadang kita masih kurang bersyukur ya :')
    Padahal banyak yang lebih membutuhkan. Masih banyak yang jauh lebih kurang.

    kita mah.. masih enak.. masih bisa ngeblog. Ngereview ini itu.
    Dan mereka bahkan makan cuma pakai timun :')

    ReplyDelete
  17. Aku juga tuh suka belanja aja, trus masukin semua ke kulkas, trus buang setelah beberapa lama. Kayak mengingatkan bahwa kami tu nggak bakal makan sebanyak itu. Kalau nggak nyetok pun nggak bakal kelaparan krn mie dogdog tiap hari lewat. Kadang kita memang suka seenaknya, nggak memperlakukan yg kita punya dg lebih berharga.

    ReplyDelete
  18. selalu melihat ke bawah, cara paling ampuh yg sering aku lakuin supaya ga jadi sombong dan bisa lebih peduli ama org lain mbak :).. kalo slalu ngeliat ke atas, biasanya hidup jd ngejar materiiii terus.. lupa kalo dibawah msh ada org2 yg butuh bantuan kita

    ReplyDelete
  19. Tuhan Maha Baik, Menegur kita dengan cara yang baik pula. Bersyukur masih termasuk orang yang diberi peringatan. Itulah tanda akan kasis sayangnya terhadap kita.

    Insya Allah

    ReplyDelete

"The Words is Mightier Than The Swords" - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)

Popular Posts

Blog Archive

Google+ Followers

Part of

Warung Blogger
Blogger Perempuan

Voucher Diskon 15% Zalora Indonesia

Voucher Diskon 15% Zalora Indonesia
Diskon 15% Zalora Indonesia