Friday, January 20, 2017

Bisa Memasak, "Kewajiban" Perempuan, Laki-Laki Atau ... ?

Entah siapa yang pertama kali memunculkan, sepengetahuan saya sih konsep budaya-budaya patriarki, menganggap sudah "kodrat"nya perempuan itu berada di dapur untuk menyiapkan makanan untuk keluarganya. Sementara laki-laki berada di luar rumah untuk bekerja dan kembali ke rumah untuk "dilayani". Well, saya gak lagi mau bahas tentang konsep patriarki saat ini, tapi saya mau bahas soal ...
A: "Nanti kalau menikah, perempuan itu kudu pinter masak."
B: "Lho siapa bilang? Bisa memasak itu bukan kodrat lho, beda sama melahirkan yang cuma bisa 'dilakukan' perempuan. Itu baru namanya kodrat. Memasak itu life-skill, semestinya dimiliki setiap orang."
A: "Tapi 'kan perempuan itu sudah dibagi tugasnya buat ada di dapur."
B: "Gini aja biar enak, perempuan masak, laki-lakinya cuci piring. Terus Gantian. Gitu 'kan enak."
Pembicaraan ini pernah alami dan berakhir dengan teman saya yang cuma manggut-manggut, entah paham atau malas ribut.

Sebetulnya, saya gak mahir memasak karena jarang masuk ke dapur. Mungkin juga karena Mama saya yang sangat jago masak itu jadi khawatir kalau saya masuk dapur bakal menciptakan suatu ke-chaos-an yang masif, seperti di video klipnya Rage Against The Machine. Padahal nggak segitunya juga sih hehehe ... Tapi saya akui, karena jarang masuk dapur ini, saya suka panik-panik sendiri terhadap sesuatu. Misalnya pas minyak udah panas, tapi bahan belum siap. Harusnya memasak 'kan disiapkan semuanya dulu, baru dieksekusi bertahap.

Kekhawatiran Mama saya juga beralasan sih, kadang saya suka menggunakan cara saya sendiri buat meramu menu-menu masakan yang bahkan saya gak pernah tahu dasarnya. Misalnya nih, mau masak ayam Hainan, padahal saya gak tahu caranya bikin kaldu ayam yang benar hahahaha *toyor kepala sendiri. Meski hasil akhirnya tetap enak dan bisa dimasak, tapi gak semua masakan bisa diperlakukan seperti itu 'kan? Apalagi untuk kasus bikin kue. Sekali salah step, bubar tuh kuenya.

Berulang kali saya dikasih tahu, "Lihat resep dulu kalau belum jago. Jangan niru Mama, Mama sudah puluhan tahun masak jadi bisa kira-kira. Lha kamu ... " Jadilah, hobi saya pun bertambah satu, yaitu menjelajah aneka resep masakan yang ada di internet. Seperti Resep Koki yang menyimpan buanyaaak banget resep masakan dunia dan lokal. Biasanya kalau baca-baca resep di Resep Koki, yang cocok dan pengen saya praktekkan, langsung saya saved di Pocket. Tapi ya kadang gak sempat sih buat ngecekin ada resep-resep baru apa yang barangkali bisa dipraktekkan di dapur minggu ini, so fitur newsletter-nya Resep Koki jadi andalan deh. Langsung masuk e-mail tiap 2-3 kali seminggu. Fitur seperti ini berguna banget lho, apalagi buat orang-orang yang bingung mau masak apa tiap harinya. Yah, maklumlah kita 'kan sosyelet kelas akar rumput yang sibuk menggali berlian :p

resep masakan, resep koki, resep masakan indonesia, resep kue, resepkoki, resep kue, resep ayam, resep cake, resep masakan gampang, resep masakan rumahan, resep sambal, sambal matah, resep nasi hainan, resep ayam bakar, resep anak kos
Contoh masakan sukses ala Winda, Chocolate Beer Cake | Image taken by Winda Carmelita

 Sejak tertarik sama dunia masak-memasak, jadi gampang tergoda buat beli-beli perabotan rumah dan perabotan dapur. Misalnya, ngelihat shop-nya Resep Koki, jadi pengen melengkapi koleksi wadah-wadah penyimpanan makanan yang warnanya nyentrong-nyentrong gitu. Hehehe .. Biasalah pembelian impulsif itu memang melenakan hahahhaa ... 

resep masakan, resep koki, resep masakan indonesia, resep kue, resepkoki, resep kue, resep ayam, resep cake, resep masakan gampang, resep masakan rumahan, resep sambal, sambal matah, resep nasi hainan, resep ayam bakar, resep anak kos
Chicken Honey Thyme Marinated with Sambal Matah | Image taken by Winda Carmelita
Memasak saat ini bukan jadi hal yang setiap hari saya lakukan. Tapi kalau ada waktu kosong, pas weekend, kalau kamu mencari saya dan gak ada kabarnya, bisa dipastikan saya lagi usrek sendiri di dapur. Biasanya sih masakan yang saya buat lebih ke arah masakan Western, karena entah mengapa belum berjodoh sama masakan Nusantara kecuali urusan nyambel dan goreng tempe hehehe ...

Jadi, menurut saya, bisa memasak itu salah satu bagian dari life-skill. Bukan cuma perempuan aja yang "diwajibkan" untuk bisa memasak. Ya semua orang setidaknya mau mencoba memasak. Sesederhana bisa bikin telur ceplok. Toh chef-chef jagoan juga banyak yang laki-laki 'kan.

Kata Mama saya, masak itu ilmu katon, alias ilmu yang bisa dilihat. Kalau kurang asin, ya tambahin garam. Keasinan, ya ditambah air atau diakalin pakai bahan yang bisa menyerap rasa asinnya, dst dst ... Perihal mengasah keseimbangan rasa, pasti butuh banyak latihan, seperti awal kita belajar menulis. Kalau hari ini belum mahir masak, gak papa, kan masih bisa belajar terus :D

Kalau menurutmu, gimana?

12 comments:

  1. jaman sekarang sih udah gak masalah gender ya. semua mah boleh aja bisa masak kalo emang bisa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurutku nggak cuma perempuan yang harus bisa masak, tetapi laki-laki juga harus bisa masak.
      Karena memasak itu adalah skill dasar untuk bertahan hidup.
      Nggak perlu memasak yang hard core, minimal bisa menanak nasi. Dan menghangatkan lauk yang sudah dibeli, jangan sampai gosong. Bagian yang terakhir ini saja masih banyak cowok (dan cewek) yang belum mahir.

      Suatu hari pernah ibu mertua saya keluar kota. Di rumah tak ada makanan, padahal ayah mertua saya nggak bisa masak. Saya turun ke ruang makan menjumpai ayah mertua saya cuma makan krupuk buat makan malam, *cegek*. Saya pun turun tangan, menumis sedikit cumi hanya dalam 10 menit untuk saya dan suami, lalu menyisihkan sebagian cumi untuk ayah mertua saya. Beliau nampak lega karena akhirnya kenyang.

      Tuh kan, coba kalau cowok bisa masak, nggak perlu kelaparan cuma makan krupuk deh.

      Delete
  2. Kakaku cowok lihaimasak , suamiku gak lihai tapi bisa masak rendang loh

    ReplyDelete
  3. Kakaku cowok lihaimasak , suamiku gak lihai tapi bisa masak rendang loh

    ReplyDelete
  4. Kejam banget kalo dibilang perempuan wajib bisa masak,karena masak kalo nggak hobi jg bisanya hanya masak seadanya,kalo aku lebih hobi nukang daripada masak

    ReplyDelete
  5. Klo bumbu2 dasar aku paham. Tp memang buat masak yg khusus tetep harus liat resep lagi buat mastiin. Meskipun sdh berkali2 bikin twteo suka buka contekan dulu.

    ReplyDelete
  6. Sekarang banyak sekolah masak isinya lelaki krn di hotel kokinya lelaki.soalnya peralatan masaknya raksasa,mba.guede-guede
    Klo di rumah,kadang suami masak. Resepnya tanya aku hihihi

    ReplyDelete
  7. Kewajiban laki dan perempuan, mba. Kan keduanya sama-sama butuh makan. HIhihii

    ReplyDelete
  8. Bisa masak itu ..keharusan bagi pria n wanita...klo ngekos ga tergantung ketring...haha

    ReplyDelete
  9. Aku ngga pinter masak, win. Kadang kalo kepingin bikin kue atau masak sesuatu, selalu buka resep dulu di internet. Resep koki blm perbah coba siih, coba deh nanti

    ReplyDelete
  10. Aku sampai nikah bisanya cuma masak tumis sayur sama goreng tahu tempe telur aja hahaha. Sekarang sudah bisalah, yang standart2 aja tapi, masih nggak jago :)

    ReplyDelete
  11. Iya mbak setuju, belajar terus biar kita punya skill di bidang permasakan ahaha. Dan setuju juga kalau memasak itu bukan cuma kerjaan para wanita. eits tapi aku ga hobi masak tuh mbak gimana dong :(

    ReplyDelete

"The Words is Mightier Than The Swords" - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)