Berjejaring dan Menangkap Ide Dalam Pecha Kucha Night vol.1 Malang "Create Society, Empowering Idea"

5:10:00 PM

Banyak orang yang bilang, "Pengalaman adalah guru yang terbaik." Tapi, menurut saya kalimat itu belum selesai, ada sambungannya, "dan guru yang gak kalah baiknya adalah orang yang mau berbagi pengalamannya denganmu."

Beruntunglah jika kita punya ruang publik yang disediakan untuk mengakomodir kesempatan-kesempatan bertemu dan berbagi konsep, ide dan gagasan kreatif yang membangun satu sama lain. Salah satunya adalah Pecha Kucha. Mendengar kata "Pecha Kucha", mungkin sebagian orang membayangkan judul film atau karakter animasi yang imut-imut menggemaskan dari negeri Jepang. Seringkali juga disalah-dengar-kan sebagai "Pikachu" :))

Sesungguhnya, (singkat cerita), Pecha Kucha adalah teknik presentasi 20x20. 20 slide presentasi yang tiap slide-nya dibawakan selama 20 detik saja. Tiap presenter diberi waktu total 400 detik untuk bercerita soal ide, gagasan, karya, pengalaman unik atau .. apapun! Pertama kali Pecha Kucha diadakan di Tokyo, Jepang, atas inisiatif dua arsitek bernama Astrid Klein dan Mark Dytham dari Klein-Dytham Architecture. Mereka beranggapan, para arsitek itu banyak omong, maka itu mereka ingin membuat para arsitek menjadi lebih ringkas dalam mengutarakan suatu hal lewat teknik presentasi tersebut. Selengkapnya soal cerita di balik PechaKucha, bisa dibaca di sini.

Pecha Kucha Night adalah sebuah malam di mana para presenter dan audience berkumpul dan berjejaring. Pecha Kucha sudah diselenggarakan di 900 kota di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, Pecha Kucha Night sudah diadakan di Bandung, Jakarta dan Jogja.

Hari Sabtu, 28 Januari 2017 yang lalu, Malang membuka lembaran baru gelaran Pecha Kucha Night-nya yang pertama kali. Bertempat di Kedai Food Factory, Jalan Bendungan Sutami, Malang, Pecha Kucha Night Malang vol. 1 digelar dengan meriah meski hari itu banyak orang yang sibuk dengan kegiatan masing-masing. Maklum, bertepatan dengan Tahun Baru Cina, long-weekend dan guyuran hujan deras tanpa ampun.



Dimulai pukul 19.15 oleh MC Rizky Boncel, ke-sebelas presenter bergantian membawakan materi yang beragam, sesuai dengan temanya yaitu "Create Society, Empowering Idea". Dimulai dengan Deddy Wahjudi pendiri LABO - Architecture and Design, seorang arsitek asli Malang yang berkarya hingga ke Jepang. Mas Deddy ini juga salah satu penggagas awal Pecha Kucha Night Bandung lho.

A photo posted by Pecha Kucha Malang (@pechakuchamlg) on


Kemudian presenter kedua adalah Amri, mewakili darimasalalu. Darimasalalu ini menggerakkan masyarakat Malang dalam bidang fotografi analog. Mereka juga punya kegiatan yang dinamakan #FotoDropBox, yaitu gerakan kolektif untuk mencetak foto dari kamera film bersama-sama. Dengar-dengar, mereka akan mengadakan gathering di tahun 2017 ini yang diberi nama 'Sebuah Perjumpaan'.



Presenter ketiga adalah Astu Prasidya atau biasanya dipanggil sayang sama teman-teman dengan Tooliq. Kebanyakan kita semua tahu Mas Tooliq adalah Visual Creative Director (Film, Animator). Tapi di PKN Malang vol.1 kemarin, bukan materi soal dunia visual yang dibawakan, melainkan "Kenapa kita harus stay di Malang?". Asli, pas materi ini dibawakan, ada yang bisikin saya di belakang, "Sumpah, aku ketampar sama materi ini!" :))



Yujin Sick atau yang populer di dunia maya dengan akun IG @senpaiyouth mengambil alih mic dengan materi soal bagaimana ilustrasi bukan hanya sekedar gambar. Tapi juga media bercerita yang bisa berbicara lebih. Aslik, ilustrasinya Yujin ini keren!

A photo posted by Pecha Kucha Malang (@pechakuchamlg) on


Gak cuma dari bidang seni dan desain, Pecha Kucha Night Malang vol.1 ini juga menghadirkan  Adjam. Adjam adalah perwakilan Indonesia untuk simulasi Sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa atau Model United Nation. Adjam bercerita, pengalamannya bertemu dengan berbagai perwakilan negara di acara tersebut ia mendapatkan hal-hal yang baru di dunia diplomasi internasional, mulai dari kegiatan politik sampai networking. Eh, ngobrol punya ngobrol sama Adjam, dia akan berangkat ke Harvard University bulan Februari 2017 ini untuk mengikuti event Harvard Project for Asian and International Relation sebagai perwakilan Indonesia. Kamu keren, Djam!



Lanjut ke presenter berikutnya, yaitu Pak Heri Mulyono. Pak Heri ini sudah gak diragukan lagi eksistensinya di dunia musik. Ia memulai karir profesionalnya di Jakarta sebagai ilustrator musik untuk film. Bahkan Pak Heri pernah melakukan perjalanan jurnalistik ke Eropa dan Australia sampai akhirnya perjalanan ini membukakan pikirannya soal pentingnya pendidikan musik klasik. Dalam acara kemarin, Pak Heri bercerita soal gimana musik bersinergi sama alam semesta, sampai soal misteri 432 Hz dalam dunia musik.



Presenter selanjutnya adalah Pak Yusuf Munthaha. Yang suka ludruk, harus ketemu sama Pak Yusuf nih, karena Pak Yusuf punya gagasan soal komik ludruk yang bisa dikombinasikan jadi komik modern. Ia akan meluncurkan komik ludruk berjudul 'Sakerah' dalam waktu dekat.



Nah, kalau kamu pikir dunia IT adalah dunia yang didominasi cowok, kamu mesti ketemu sama Azila Prabaningtyas. Azila atau Yaning (panggilan sayang :))) adalah COO dari Probono.id. Probono.id adalah start up yang mempertemukan komunitas dan profesional untuk berkolaborasi dan saling memberikan benefit. Sebetulnya, Azila ini sedang sibuk tesis di UGM, tapi karena dia adalah salah satu inisiator acara ini, jadi kami 'paksa' dia untuk diboyong ke Malang demi Pecha Kucha Night :)) *sun klomoh Zila*.



Dan spesial buat Pecha Kucha Night vol.1, Unda-Undi, band yang cukup fenomenal ini hadir bukan buat perform tapi ditodong buat bercerita soal proses kreatif di balik karya-karyanya. Yep, Unda-Undi salah satu band yang sudah lama berdiri dan masih konsisten berkarya sampai sekarang. Two thumbs up, Mas Harsya sampai bawa-bawa stik kayu buat presentasi :))



Selanjutnya, Aditya Satya, desainer muda berbakat (yang juga mendesain posternya Pecha Kucha Night Malang vol.1) ini ngobrolin soal poster. Lha, poster, apa menariknya? Ternyata poster itu punya banyak cerita lho. Poster jadi penguat karakter, pengingat dan pembeda di antara kampanye-kampanye dengan media yang serupa. Bahkan, kalo menurut Adit, sekecil thumbnail poster pun harus punya kekuatan yang menarik perhatian.



Pecha Kucha Night Malang vol.1 rasanya gak lengkap kalau gak ada yang bicara dari sisi creative industry. Kemarin, Catur Rosyid dari Melwood Watch menceritakan bagaimana ketidakmampuannya untuk urusan desain, justru mampu membuatnya menciptakan jam tangan keren dengan desain yang simpel. Saya dibisikin sih, dia mendesain jamnya pertama kali pakai aplikasi handphone, cuma bermodal memilih font aja. Kreatif lho ini!

A photo posted by Pecha Kucha Malang (@pechakuchamlg) on


Sebelas presenter, lebih dari 60 audiens yang hadir, 13 media partner, tujuh volunteer, telah mendukung berlangsungnya acara Pecha Kucha Night Malang vol.1 yang berlangsung selama 4 jam ini. Tak terhitung obrolan dan jejaring yang berhasil ditangkap malam itu. Tak terbatas pula ide, konsep dan karya yang menunggu untuk dibagikan dalam durasi 400 detik. Sampai jumpa di acara Pecha Kucha Night Malang selanjutnya!



Buat kamu yang tak sempat datang atau kemarin bingung cari parkir akhirnya gak jadi melipir, silakan menonton sekilas acara Pecha Kucha Night Malang vol.1 melalui video daily vlog yang dijahit apik oleh Mas Galih 'HeartModjo' berikut ini. Thank a lot Mas Galih sudah mengabadikan momen ini ;)



For any information, volunteering or media relation, please contact team.pechakuchamalang@gmail.com 

Peek our activity on Instagram: @pechakuchamlg

You Might Also Like

8 comment

  1. Jatuh hati nih sama presenter mbak yaning 💗💗💗 ntar nunggu pechakucha yang di jogja aja kali ya.

    ReplyDelete
  2. wah ..presenter-presenter yg keren ni

    ReplyDelete
  3. pematerinya sangar-sangar. eman banget kemaren aku dateng telat! rugi dikit :( yuk pechakuchamlg vol. 2!!

    ReplyDelete
  4. nama acaranya lucuuu..pecha kucha. And you got tons of great presenters there!

    ReplyDelete
  5. Banyak amat yg ngisi sampai 11 orang hehehe

    ReplyDelete
  6. Suka banget acara kayak gini mba Wiiiin. Bisa bikin tambah pinter

    ReplyDelete

"The Words is Mightier Than The Swords" - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)

Popular Posts

Blog Archive

Google+ Followers

Part of

Warung Blogger
Blogger Perempuan

Voucher Diskon 15% Zalora Indonesia

Voucher Diskon 15% Zalora Indonesia
Diskon 15% Zalora Indonesia