Wednesday, May 17, 2017

Antara Aroma Kopi, Suara Coffee Machine dan Produktivitas Kerja

capuccino, coffee shop, coffee kayoe, coffee kayu, coffee machine, coffe machine, dolce gusto, artotel, thamrin jakarta, andre harihandoyo, rain song, kopi, kopi tubruk, manfaat kopi, kopi hijau, biji kopi,
Image taken by Winda Carmelita
Ada teman saya yang bilang, "Daripada ke coffee shop, aku sih lebih milih ke mall." Tapi kalau saya sebaliknya. Yah, namanya juga preferensi masing-masing orang pasti berbeda. Kenapa saya lebih suka ke coffee shop? Karena ada keperluannya (sama halnya dengan teman saya yang keperluannya lebih banyak di mall, daripada sekedar duduk-duduk di coffee shop)

Saya suka sekali atmosfer mengobrol bareng teman, meeting atau bekerja di coffee shop. Tahu 'kan, suasana coffee shop itu unik: riuh, tapi santai. Saya pernah baca kalau ilmuwan Jepang menemukan hal unik bahwa riuhnya suara-suara nggak bermakna yang tercipta dari dentingan cangkir, coffe machine yang sedang bekerja dan kasak-kusuknya orang mengobrol, justru menstimulasi kinerja kreatif otak. Ya makanya nggak heran kalau coffee shop dipenuhi banyak orang yang bekerja selain orang yang cuma nyantai-nyantai nyeruput kopi. Makanya, kalau coffee shop nyetel lagu kencang-kencang itu pengen kugerus speakernya pakai cobek -___-

capuccino, coffee shop, coffee kayoe, coffee kayu, coffee machine, coffe machine, dolce gusto, artotel, thamrin jakarta, andre harihandoyo, rain song, kopi, kopi tubruk, manfaat kopi, kopi hijau, biji kopi,
Image taken by Winda Carmelita
Yah, kalau saya sih memang lebih 'mengejar' ambience dan momen ketimbang 'mengejar' hal-hal yang berhubungan dengan cuci mata dan belanja karena belanja yang membahagiakan bagiku adalah ke pasar, beli sayur :))


Meskipun saya lebih sering menghabiskan waktu ke coffee shop, tapi saya bukan penikmat kopi kelas kakap. Nggak seperti teman saya Sophia Mega yang menggandrungi kopi dan benar-benar mendalaminya (psst, she's so cool, masih muda sudah tahu passionnya apa, meet her on www.sophiamega.com!). Ngopi cuma seminggu paling satu-dua kali, tapi saya suka aroma kopi karena ... beneeer, efeknya menenangkan. Nggak sampai teradiksi karenanya kok.


Walau lebih memilih minum teh saat ini, saya gak menolak kok kalau disuguhi kopi. Dengan catatan, kopinya harus kopi hitam yang gulanya dipisah karena saya lebih memilih kopi yang masih berasa "kopi". Dulu sih waktu masih rajin begadang dan suka pening di pagi harinya, saya 'lari' ke kopi sesekali, makanya itu saya merasa kopi ala tukang alias kopi tubruk itu lebih manjur daripada kopi sachetan.

capuccino, coffee shop, coffee kayoe, coffee kayu, coffee machine, coffe machine, dolce gusto, artotel, thamrin jakarta, andre harihandoyo, rain song, kopi, kopi tubruk, manfaat kopi, kopi hijau, biji kopi,
Image taken from pexels.com

Pengalaman minum kopi "sachetan" yang sudah dicampur krimer dan sebagainya itu, ternyata nggak cocok di perut saya. Hiyaaah, aneh banget memang, padahal harusnya lebih mild ya. Kopi yang "kereng" malah bisa diterima, justru kopi yang "ringan" malah ditolak sama perut. Hmm, memang di perut saya pelihara Godzilla dua ekor, anak kost pula :))


Satu-satunya jenis perkopian selain kopi tubruk yang aman diterima sama perutku itu waktu saya sukses ngabisin 2 kapsul Dolce Gusto-nya Nescafe saat dalam kondisi malam sebelumnya menyiapkan presentasi buat workshop, kemudian besok paginya hujan super deras melanda Jakarta dan terjebak banjir di titik yang paling krusial yaitu di Thamrin (tepatnya di Artotel) dan ... saya nggak ngerti gimana caranya bisa pulang balik ke Malang dan hanya bisa ngowah-ngowoh di kamar hotel :")) Di saat itulah saya membunuh kegelisahan ditemani mesin Dolce Gusto yang saya sendiri awalnya nggak paham cara nyalainnya. Begitu bisa nyala, saya saking udiknya langsung bikin 2 cangkir kopi dengan bingung mau ngamuk ke siapa gara-gara tiket pesawat hangus dan hampir semua akses ke bandara ditutup mwahahahhaha ...

capuccino, coffee shop, coffee kayoe, coffee kayu, coffee machine, coffe machine, dolce gusto, artotel, thamrin jakarta, andre harihandoyo, rain song, kopi, kopi tubruk, manfaat kopi, kopi hijau, biji kopi,
Image taken from pinterest.com
Sejak hari itu, setiap ngeliat Dolce Gusto, saya selalu ingat bahwa saya pernah pada satu case kejadian nyata bahwa saya hampir saja jadi anak terlantar di Ibukota karena terjebak banjir :))


Nah, balik lagi ke pembahasan awal. Meski bukan penikmat kopi, tepatnya nggak mengkonsumsi kopi setiap hari, saya tetap suka ke coffee shop dan tetap bercita-cita punya coffee machine di rumah, bikin kopi buat saya sendiri (uhm, oke buat suami nanti kalau sudah punya), sore-sore ngopi sambil mendengarkan mini album Andre Harihandoyo & Sonic People "Songs for Rainy Days" ini.


Kalau kamu, suka ngopi nggak? Coffee shop mana yang menurutmu suasananya menentramkan banget?


Baca Juga: Sawasdhi Kha, Selamat Datang Black Canyon Coffee Malang!

1 comment:

  1. aku enggak boleh kalah darimu berarti Mbak, hehehe .... aku tiap hari ngopi, berarti aku kudu punya coffee machine lebih duluan darimuuuh hahaha

    ReplyDelete

"The Words is Mightier Than The Swords" - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)