Friday, January 20, 2017

Bisa Memasak, "Kewajiban" Perempuan, Laki-Laki Atau ... ?

Entah siapa yang pertama kali memunculkan, sepengetahuan saya sih konsep budaya-budaya patriarki, menganggap sudah "kodrat"nya perempuan itu berada di dapur untuk menyiapkan makanan untuk keluarganya. Sementara laki-laki berada di luar rumah untuk bekerja dan kembali ke rumah untuk "dilayani". Well, saya gak lagi mau bahas tentang konsep patriarki saat ini, tapi saya mau bahas soal ...
A: "Nanti kalau menikah, perempuan itu kudu pinter masak."
B: "Lho siapa bilang? Bisa memasak itu bukan kodrat lho, beda sama melahirkan yang cuma bisa 'dilakukan' perempuan. Itu baru namanya kodrat. Memasak itu life-skill, semestinya dimiliki setiap orang."
A: "Tapi 'kan perempuan itu sudah dibagi tugasnya buat ada di dapur."
B: "Gini aja biar enak, perempuan masak, laki-lakinya cuci piring. Terus Gantian. Gitu 'kan enak."
Pembicaraan ini pernah alami dan berakhir dengan teman saya yang cuma manggut-manggut, entah paham atau malas ribut.

Sebetulnya, saya gak mahir memasak karena jarang masuk ke dapur. Mungkin juga karena Mama saya yang sangat jago masak itu jadi khawatir kalau saya masuk dapur bakal menciptakan suatu ke-chaos-an yang masif, seperti di video klipnya Rage Against The Machine. Padahal nggak segitunya juga sih hehehe ... Tapi saya akui, karena jarang masuk dapur ini, saya suka panik-panik sendiri terhadap sesuatu. Misalnya pas minyak udah panas, tapi bahan belum siap. Harusnya memasak 'kan disiapkan semuanya dulu, baru dieksekusi bertahap.

Kekhawatiran Mama saya juga beralasan sih, kadang saya suka menggunakan cara saya sendiri buat meramu menu-menu masakan yang bahkan saya gak pernah tahu dasarnya. Misalnya nih, mau masak ayam Hainan, padahal saya gak tahu caranya bikin kaldu ayam yang benar hahahaha *toyor kepala sendiri. Meski hasil akhirnya tetap enak dan bisa dimasak, tapi gak semua masakan bisa diperlakukan seperti itu 'kan? Apalagi untuk kasus bikin kue. Sekali salah step, bubar tuh kuenya.

Berulang kali saya dikasih tahu, "Lihat resep dulu kalau belum jago. Jangan niru Mama, Mama sudah puluhan tahun masak jadi bisa kira-kira. Lha kamu ... " Jadilah, hobi saya pun bertambah satu, yaitu menjelajah aneka resep masakan yang ada di internet. Seperti Resep Koki yang menyimpan buanyaaak banget resep masakan dunia dan lokal. Biasanya kalau baca-baca resep di Resep Koki, yang cocok dan pengen saya praktekkan, langsung saya saved di Pocket. Tapi ya kadang gak sempat sih buat ngecekin ada resep-resep baru apa yang barangkali bisa dipraktekkan di dapur minggu ini, so fitur newsletter-nya Resep Koki jadi andalan deh. Langsung masuk e-mail tiap 2-3 kali seminggu. Fitur seperti ini berguna banget lho, apalagi buat orang-orang yang bingung mau masak apa tiap harinya. Yah, maklumlah kita 'kan sosyelet kelas akar rumput yang sibuk menggali berlian :p

resep masakan, resep koki, resep masakan indonesia, resep kue, resepkoki, resep kue, resep ayam, resep cake, resep masakan gampang, resep masakan rumahan, resep sambal, sambal matah, resep nasi hainan, resep ayam bakar, resep anak kos
Contoh masakan sukses ala Winda, Chocolate Beer Cake | Image taken by Winda Carmelita

 Sejak tertarik sama dunia masak-memasak, jadi gampang tergoda buat beli-beli perabotan rumah dan perabotan dapur. Misalnya, ngelihat shop-nya Resep Koki, jadi pengen melengkapi koleksi wadah-wadah penyimpanan makanan yang warnanya nyentrong-nyentrong gitu. Hehehe .. Biasalah pembelian impulsif itu memang melenakan hahahhaa ... 

resep masakan, resep koki, resep masakan indonesia, resep kue, resepkoki, resep kue, resep ayam, resep cake, resep masakan gampang, resep masakan rumahan, resep sambal, sambal matah, resep nasi hainan, resep ayam bakar, resep anak kos
Chicken Honey Thyme Marinated with Sambal Matah | Image taken by Winda Carmelita
Memasak saat ini bukan jadi hal yang setiap hari saya lakukan. Tapi kalau ada waktu kosong, pas weekend, kalau kamu mencari saya dan gak ada kabarnya, bisa dipastikan saya lagi usrek sendiri di dapur. Biasanya sih masakan yang saya buat lebih ke arah masakan Western, karena entah mengapa belum berjodoh sama masakan Nusantara kecuali urusan nyambel dan goreng tempe hehehe ...

Jadi, menurut saya, bisa memasak itu salah satu bagian dari life-skill. Bukan cuma perempuan aja yang "diwajibkan" untuk bisa memasak. Ya semua orang setidaknya mau mencoba memasak. Sesederhana bisa bikin telur ceplok. Toh chef-chef jagoan juga banyak yang laki-laki 'kan.

Kata Mama saya, masak itu ilmu katon, alias ilmu yang bisa dilihat. Kalau kurang asin, ya tambahin garam. Keasinan, ya ditambah air atau diakalin pakai bahan yang bisa menyerap rasa asinnya, dst dst ... Perihal mengasah keseimbangan rasa, pasti butuh banyak latihan, seperti awal kita belajar menulis. Kalau hari ini belum mahir masak, gak papa, kan masih bisa belajar terus :D

Kalau menurutmu, gimana?

Click Here to Read MoreBisa Memasak, "Kewajiban" Perempuan, Laki-Laki Atau ... ?

Thursday, January 19, 2017

Life Before 30: Tak Perlu Mewah, Yang Penting Restunya

This is a slice of my slice (and also, my humble thought)

Menginjakkan kaki di umur segini, sudah wajar sekali banyak undangan pertunangan dan pernikahan yang datang … dari teman-teman saya. Gak semua undangan bisa saya penuhi, karena terbentur jadwal lainnya. Tetapi kalau bisa, pasti akan saya hadiri. Kenapa? Nggak, bukan saya terus kepengen buru-buru menikah. Soon, pasti akan menikah. Tapi tidak dalam waktu dekat, soalnya belum punya pasangan :D Kalau pun seceletuk-dua celetuk saya bilang, “Pengen menikah …” pasti di belakangnya ada sambungan “Pengen menikahnya di gereja … “ #IfYouKnowWhatIMean
Kemarin saya menghadiri undangan pertunangan sahabat saya, Putra, dengan calonnya, Cesa. Bersahabat dengan Putra sudah lebih dari belasan tahun dan kami cukup tahu perjalanan dan kegelisahan masing-masing. Termasuk di dalamnya bercangkir-cangkir kopi, roadtrip 30 jam ke Bali untuk makan siang doang, ngalas dan kejedot langit-langit gua di Lumajang :)) Sudah pasti, momen sakral pertunangan salah satu sahabat terbaik saya itu tidak saya lewatkan begitu saya. 
Saya datang bersama dua orang sahabat saya yang lain, dua laki-laki yang sukanya hore-hore dari zaman SMA, Bagas dan Nuga. Bersama kami tumbuh dari ABG jadi orang dewasa. Cakar-cakaran, melakukan permainan berbahaya di jalanan berlubang, makan, kesel dijahilin dan lain-lain sampai akhirnya sekarang jadi editor, jadi pekerja, jadi dosen dan jadi calon CEO :p 
My man(s) 
Di detik pertama saya menginjakkan kaki di acara pertunangan Cesa dan Putra, boleh diakui, hati saya tiba-tiba jadi hangat. Bukanlah sebuah pesta pertunangan yang gemerlapan dan mewah, tetapi saya merasakan benar-benar banyak cinta di sana. Banyak sekali keluarga dan orang-orang terdekat Cesa dan Putra yang hadir malam itu. Sepanjang acara, mulai dari tradisi Ketuk Pintu sampai Ibadat selesai, semuanya berbekas di hati saya. Terutama, saat Ibu Pendetanya berkhotbah, intinya seperti ini, “Banyak yang hadir di sini, semua yang hadir di sini adalah keluarga dan orang-orang terdekat Cesa dan Putra. Itu artinya  banyak restu dari mereka, banyak yang turut berbahagia dengan hubungan kalian.”
Iya, kadang banyak orang lupa, mengadakan pesta gemerlapan. Begitu meriah, begitu mewah, sampai entah berapa ratus juta biaya yang dikeluarkan. Inginnya begitu sempurna. Tetapi lupa, bahwa ‘kesempurnaan’ yang sebenar-benarnya adalah doa dan restunya. ‘Kemewahan’ yang sebenar-benarnya adalah melihat sang (calon) pengantin, penuh kebahagiaan dan cinta, begitu pula para undangan yang hadir menyertai dengan doa, pujian dan sambutan hangat. Seolah semua orang berbahagia, bukan cuma pengantinnya, bukan sekedar undangan yang datang, salaman, makan lalu pulang .. yang bahkan pengantinnya sendiri kadang gak kenal dengan siapa mereka bersalaman. Bukan acara yang dipenuhi wajah-wajah khawatir, penuh selisih paham dan ganjalan. 
Gak terlihat wajah muram, wajah panik, wajah khawatir dalam acara semalam. Semuanya disambut penuh senyum, bahkan oleh orang-orang yang saya tidak kenali.
Saya rasa, memang seharusnya seperti itulah pesta perayaan cinta diadakan.

Semoga cepat ketularan ya! 

Seperti biasa ... selalu ada foto-foto tidak pas seperti ini :))
Click Here to Read MoreLife Before 30: Tak Perlu Mewah, Yang Penting Restunya

Wednesday, January 18, 2017

Life Before 30: Milikilah Kesibukanmu dan Dunia Yang Ingin Kamu Bangun

Menurut 'pakem'nya, seseorang sudah sah disebut dewasa itu ditandai dengan sudah tidak lagi kebingungan atau galau dengan jati dirinya. Sudah punya kemandirian dan tujuan yang jelas mau dibawa ke mana kehidupannya.

Paling nggak, itu yang sering saya baca di artikel-artikel yang tersebar di lifehack.org atau medium.com. Tapi namanya kehidupan tak selalu berjalan semulus scrolling down smartphone RAM 3 GB ya, tentu saja ada anomali-anomali di sekitar kita (kalau boleh dibilang seperti itu).

Yah, bolehlah dibilang saya orang yang visioner, sukanya memandang ke depan jauh sampai kadang kesandung-sandung soalnya gak lihat ada batu di depan mata. Di sisi lain, orang yang hingga usia pertengahan 20-annya, masih gak punya gambaran utuh tentang apa yang mau dicapainya. Sekecil-kecilnya perkara mengisi kesibukannya dengan hal-hal yang 'menutrisi' jiwanya gitu lho.

Beberapa kali saya duduk manis mendengarkan cerita-cerita pasangan yang risih satu sama kali karena merasa pasangannya gak bisa mandiri atau terlalu ngintili. "Tidak bisa hidup tanpamu," itu bukan sekedar kalimat picisan yang ndangdut semata, tetapi banyak pasangan yang seperti ini (ternyata, I just realized).

Bersama-sama dengan pasangan setiap waktu, memang menyenangkan bisa seperti itu ya. Bisa terlibat dalam kegiatan pasangan dan mengenal teman-teman atau bersama siapa ia melakukan aktivitasnya, senang dan gak bikin was-was ya. Tapi, beda perkara kalau ngintili kemanapun pasangannya pergi sementara ada kesan tidak kerasan saat berada dalam aktivitas pasangannya. Entah itu ngomel, merajuk bahkan sepanjang acara gak bisa mingle dengan sekitarnya. Kalau kata teman saya, kayak ingus yang nempel dan gak bisa dipeper-peperin di bawah sofa, nempel mulu :))

Pernah, suatu hari seseorang yang merasa desperado why don't you come to my senses  alias desperate bertanya ke saya, gimana caranya mencarikan kesibukan pasangannya supaya punya 'kehidupan' sendiri. Yah, kira-kira hal-hal ini bisa menyibukkan seseorang, tanpa membuatnya jadi merasa terbebani, bosan atau justru merasa 'sengaja dibuang karena pacarku gak mau aku ngikut dengannya lagi'.

Belajar Hand-crafting


Image taken from pixabay.com
Menjahit, merajut, membuat kerajinan tangan atau sekarang lagi ngetren membuat lettering itu menyenangkan lho. Banyak yang awalnya iseng, malah jadi ladang rejeki karena handcrafting yang dilakoninya.

Memasak


Photo by Winda Carmelita

Nah, kalau ini sih menurut saya bukan cuma dominasi perempuan saja ya, karena bisa memasak itu salah satu life-skill yang harus dipunyai semua orang, IMO. Kalau memang suka eksperimen di dapur, memasak itu jadi hal yang super membahagiakan, menantang dan .... pastinya menyibukkan (soalnya setelah itu kudu bebersih dapur yang kayak kapal pecah ahhahaha). Belajar masak makanan rumahan atau yang bisa dijual lagi, lumayan hitung-hitung nambah pengalaman dan pemasukan.

Berolahraga

Olahraga bisa jadi kesibukan sendiri lho. Kalau kebetulan pasanganmu punya banyak waktu luang, dia bisa mencoba olahraga-olahraga yang basicnya ketemu banyak orang, kayak zumba gitu. Di sana akan bertemu banyak teman yang satu interest dengannya.

Berkomunitas


Ketemunya cuma di blog, eh akhirnya ketemu beneran sama Emak-emak ini | Photo by Q-Chan
Berkomunitas memang gak semua orang menyukainya. Ada yang beralasan gak suka ketemuan sama banyak orang. Tapi ada kok komunitas-komunitas di dunia maya yang membuat kita punya banyak teman dan kesibukan, yang memacu diri. Misalnya, ikutan komunitas blogger.

Do everything that makes you feel content


Angkat gitar, jreeng! | Image taken by Zeruya Anggraita
Saya sih percaya setiap orang itu pasti punya minat dan hobi. Gak mungkin gak punya, kalau nggak punya minat dan hobi mah gak bisa hidup. Dari hal sederhana, misalnya, suka nonton film drama Korea. Tulis sinopsis ceritanya di blog. Percaya gak percaya nih, traffic review film drama Korea ini gede lho. Atau hal-hal yang membuat hidup seseorang jadi begitu content, seperti meditasi, yoga, melakukan charity dan kegiatan sosial. Do everything that makes you feel content. Jadi, saat kalian bertemu, kalian akan membuat waktu bertemu itu menjadi begitu berharga dan banyak yang bisa diceritakan.


Milikilah kesibukanmu sendiri, milikilah dunia yang ingin kamu bangun. 

Orang-orang yang sibuk membangun dirinya, biasanya gak mudah risau terhadap lingkungan sekitarnya. Pasangan memang bagian dari dunia kita, tapi bukan berarti dia poros kehidupan kita. Toh sebelum bertemu dengannya, tiap orang punya kehidupan dan kesibukannya masing-masing 'kan? :)

Butuh kesibukan, bisa colek saya, nanti saya sibukin :)) *apa sih Wind*

Click Here to Read MoreLife Before 30: Milikilah Kesibukanmu dan Dunia Yang Ingin Kamu Bangun

Tuesday, January 17, 2017

Life Before 30: Belajar Investasi Sejak Awal Supaya Bisa 'Pensiun Dini'

Beberapa hari yang lalu saya lagi nunggu antrian di bank. Agak lama sih. Biasa, kalau udah kayak begini, smartphone adalah teman pembunuh waktu yang baik. Kemudian saya jadi keasyikan tenggelam dalam artikel-artikel yang saya baca. Dari asuransi, bacanya akhirnya ke investasi. Di salah satu artikel yang saya baca menuliskan bahwa sebelum usia 30 tahun, setidaknya harus punya investasi jangka panjang. 

Umur 30 tahun? Ah, masih jauh. 

Nggg, nggak juga sih sebenarnya. Kurang 5 jari ini menuju ke angka 30. Berarti waktunya mengumpulkan rempesan berlian bentar banget dong. 

Terus saya inget, kalau saya punya teman yang concern banget di bidang perencanaan keuangan. Namanya Diestra. Nggak pake sungkan, langsung saya WA Diestra, "Dies, aku mau nanya-nanya soal investasi dong!" 

Ternyata Diestra juga lagi cari 'korban' buat latihannya menjadi seorang financial planner. Diestra ini meski belum lulus kuliah, tapi passionnya gede banget di bidang ini dan dia benar-benar tekun lho. (*ketika tulisan ini dipost, Diestra-nya sudah lulus ^^) Salut! Dan Diestra ini orangnya nggak pelit sama sekali, kusogok pake penyetan tempe kacang bakar pun dia mau hahahaha ... 

Ngobrol-ngobrol selama beberapa jam akhirnya membuahkan kesimpulan. Sebenarnya sederhana sih, tapi prakteknya susah. Yaitu, "Nabung itu gampang, niatnya yang susah. Makanya harus dipaksa," dan "Masih muda, belum ada tanggungan besar, harus kerja keras dan berinvestasi." 

"Terus, bentuk investasinya seperti apa?" 

Sebelum ketemu Diestra, investasi yang saya tahu ya cuma emas. Tapi ternyata, ada alternatif lain yaitu reksadana. Ini saya bicara tentang pemula lho ya, kalau udah main forex mah saya nggak ngerti sama sekali hehehe .. 

Saya coba jelasin secara gamblang dan singkat ya, keuntungan-kekurangan masing-masing jenis investasi untuk pemula ini. Seriusan ini bukan postingan berbayar kok, jadi bacanya sampe habis ya! 

reksa dana, reksadana, reksadana syariah, reksadana online, reksadana mandiri, reksadana bca, reksadana permata, reksadana mandiri, indopremier, forex, saham, nilai saham, harga emas, harga jual emas, harga beli emas, harga emas hari ini, investasi, investasi emas, investasi reksadana, investasi saham, investasi tanah, investor, financial planner
Image taken by Pixabay,com

Emas 
  1. Nilai likuiditas emas sangat tinggi. Kalau butuh uang mendesak, menjual emas adalah hal yang paling mudah dilakukan dan uangnya cepat cair. 
  2. Emas nggak ada pajaknya. Tahu dong, kalau pajak itu biayanya besar. Nah, emas ini nggak ada biaya pajak karena dianggap sebuah komoditi produksi. 
  3. Kalau kurs naik, harga emas juga naik. Begitu juga sebaliknya. Menurut prediksi ahli sih, harga emas dalam waktu beberapa waktu ke depan bakal stabil 
  4. Rawan bahaya pencurian. Meski bentuknya kecil, namanya barang yang kelihatan wujudnya mesti risikonya lebih tinggi. 
  5. Nggak produktif. Harganya sih memang bisa naik, tapi nggak berkembang kalau hanya didiamkan. 

  1. Nggak perlu keahlian khusus dalam dunia trading saham karena dana yang akan di investasikan pada produk-produk reksadana ini akan dikelola oleh para manajer investasi. 
  2. Investasinya terjangkau, bisa mulai dari Rp. 100.000 aja kok. 
  3. Investasi bisa dengan mudah dicairkan sekitar maksimal 3 hari setelah penarikan dana. 
  4. Praktis, karena nggak ada wujud barang yang harus dijaga. Saya sih suka yang virtual-virtual begini hehehe  
  5. Fluktuasi harga yang nggak bisa diprediksi. Bisa untung bisa rugi (harus teliti sebelum membeli produk investasi ini karena produknya ada banyaaak banget) 
  6. Memiliki beberapa jenis produk yang dapat disesuaikan dengan profil resiko dari si investornya. 

Berdasarkan saran-saran dari Diestra, akhirnya sore itu kami janjian ke Indopremier Sekuritas Malang (IPOT). Rencananya saya mau buka akun reksadana. Asli, deg-degan banget hahahaha karena ini pengalaman pertama sih. 

Untuk pertama kali, dana pertama yang saya setorkan adalah Rp. 100.000. Dan amazingnya, memang bisa lho beli produk reksadana hanya dengan duit Rp. 100.000! Sekitar sehari setelah diproses, reksadana saya berkembang, dari Rp. 100.000 menjadi Rp. 100.001. Ya ampun, 1 rupiah aja saya seneng setengah mati sampai Whatsapp Diestra, "Dies, aku terharu duitku nambah 1 Rupiah!" Hahahaha .. Ya bayangkan, Winda Carmelita ini dapat duit 1 rupiah aja seneng apalagi dipinang raja minyak :))

Oya jika ada yang belum paham mengenai reksadana ini penjelasan dasarnya adalah dana yang kita investasikan dikumpulkan oleh manajer investasi, lalu dana tersebut akan dikelola dengan cara di investasikan kembali ke instrumen pasar modal sepeti saham, obligasi atau instrumen pasar uang seperti deposito. Nah kita sebagai investornya hanya terima jadi dari hasil kelolaan dana yang dikelola oleh manajer investasi tersebut tanpa harus susah payah belajar trading saham dll. 

Saran dari Diestra, sebelum memutuskan untuk memulai coba investasi di produk semacam reksa dana ini lebih baik didahulukan dengan membaca banyak buku, artikel yang terkait investasi reksadana atau bisa bertanya kepada orang yang sudah paham agar lebih tenang dan percaya menitipkan uangnya dalam salah satu produk pasar modal ini. Setelah itu mulai praktik langsung dengan berinvestasi dengan nominal kecil. Jika ternyata cocok sesuai dengan harapan bisa top up lebih banyak dana tersebut dengan seiringnya waktu. 

Kayaknya gampang yak? Kenyataannya reksadana benar-benar banyak hal yang harus dipelajari dan dimengerti. Saya sendiri sering roaming lah sama ini-itu, nanya ke sana ke mari bahkan sama pegawainya IPOT pun pernah kucolek-colek malam hari di Telegram karena ada dana yang nyantol sampai dua hari dan saya nggak ngerti cara komplainnya. Hehehe .. 

Mumpung masih muda, ayo investasi. Jadikan investasi seperti ini sebagai tabungan pensiunmu nanti. Anggap saja uang yang dialokasikan untuk investasi seperti ini kayak 'buang' uang. Habis disetor, jangan dihitung-hitung atau dipikir lagi. Pokoknya nanti pas sudah saatnya pensiun, kita gak lagi ngerepotin anak atau lalu merasa gak berdaya. 'Kan saya pengen pensiun muda biar bisa road trip ke Indonesia Timur naik road van, duduk tenang di pinggir pantai, bakar ikan sambil minum bir dengan pasanganku atau sesederhana duduk di teras, nyeduh teh, piara kelinci sambil dengerin lagu-lagu classic-folk:">

Eh, tapi Guys, bukan berarti dengan menabung dan kerja keras lalu kamu harus mengorbankan kebahagiaanmu, kesehatanmu dan quality time dengan keluarga. Yang seimbang aja. Masih bisa jajan-jajan rock pokoknya ;) 
Mau colek Diestra? Boleh colek di Twitter juga bisa. Orangnya baik kok, nggak gigit, bisa disogok pakai penyetan di Mamah Sum hehehe ... 

Oh ya, aku punya label baru untuk tulisan-tulisan Life Before 30-ku. Semoga kita selalu berjiwa muda, beda dan berbahaya ya! *lha dikata Superman Is Dead kali! :))

Click Here to Read MoreLife Before 30: Belajar Investasi Sejak Awal Supaya Bisa 'Pensiun Dini'

Friday, January 13, 2017

Gak Lagi Dapat Ang Pao, Hati Dihibur Dengan Cashback Promo Imlek ShopBack


Imlek … Ngomongin Imlek, saya baru sadar lho kalau di bulan Januari ini ada satu tanggal merah di tanggal 28. Saya nggak terlalu perhatian sama perayaan atau peringatan di balik tanggal merah di kalender, kecuali kalau tanggal merah di kantor saya pasti berebutan jatah piket hehehe ..

Nah, tanggal 28 Januari ini saya sudah merencanakan event bareng teman-teman saya. Eh, terus baru sadar kalau banyak narasumber yang diundang hadir, malah berhalangan hadir di hari itu karena kebanyakan sudah punya agenda masing-masing. Kebanyakan agendanya liburan. Lha, saya penasaran dong, emangnya liburan apa, kok ada long-weekend. Oalah, ternyata Imlek hehehe ..

Imlek itu … 

imlek, tradisi imlek, makanan khas imlek, shio, prediksi shio 2017, shio ayam api, tahun ayam api, cap go meh, lontong cap go meh, ang pao, ang pau, klentheng, uang arwah, uang kertas, uang kertas china, cheongsam, barongsai, barongsay, baju cheong sam, baju imlek, peruntungan di tahun ayam api, shopback, blanja.com, tionghoa, tiongkok
Image taken from fengshuiarch.com

Imlek jadi salah satu festive yang penting untuk masyarakat Tionghoa karena menandai awal tahun yang baru. Hari Imlek ini rangkaiannya sampai 15 hari yang mana hari terakhir adalah hari Cap Go Meh. Nah, tahun baru Imlek tahun ini adalah tahun 2568 dengan shio Ayam Api.

Saya lahir dengan keturunan Tionghoa 100 persen dari alm. Papa dan 50 persen dari Mama. Jadi sebetulnya saya sudah tidak asing lagi dengan perayaan Imlek. Tetapi kira-kira sudah 10 tahunan, keluarga besar gak lagi merayakan Imlek secara khusus, secara umum sih sudah tidak menjalankan ritual-ritual dan tradisi Tionghoa lagi. Karena hampir seluruhnya dari kami sudah menganut agama masing-masing dan karena kami lahir dan hidup di Indonesia jadi melebur dengan tradisi di mana kami berpijak saja :D

Kangen tradisi masa kecil … 

imlek, tradisi imlek, makanan khas imlek, shio, prediksi shio 2017, shio ayam api, tahun ayam api, cap go meh, lontong cap go meh, ang pao, ang pau, klentheng, uang arwah, uang kertas, uang kertas china, cheongsam, barongsai, barongsay, baju cheong sam, baju imlek, peruntungan di tahun ayam api, shopback, blanja.com, tionghoa, tiongkok
Image taken from chinesenewyear.com.au
 Karena sudah tidak merayakan secara khusus, saya jadi kangen tradisi sewaktu masih kecil dulu. Kalau Imlek, seringkali ada acara besar dengan teman-teman Papa. Semuanya ngumpul di suatu restoran, lalu ada perayaan yang meriah banget. Ada barongsai, ada bagi-bagi jeruk, manisan dan … angpao! Siapa coba yang gak suka sama 4 hal itu? (Kecuali jeruk buah sih, entah mengapa aku sangat sensi sama jeruk buah –_-). Semuanya berlangsung sangat meriah dan so happy banget! Tradisi berkumpul saat Imlek ini sama persis dengan tradisi berkumpul sama keluarga di hari Natal dan Lebaran, jadi keluarga yang jauh tinggalnya pun biasanya menyempatkan waktu untuk pulang kampung saat Imlekan.

Selain tradisi Imlek, kalau pas Cap Go Meh dulu saya sering ke Klentheng sama alm. Papa. Terakhir tahun 2015, sebelum alm. Papa sakit. Di banyak klentheng biasanya akan bagi-bagi makanan gratis untuk siapapun yang datang, sebagai ucapan syukur. Namanya juga perayaan Cap Go Meh, makanan khasnya pasti adalah Lontong Cap Go Meh. Tahu 'kan Lontong Cap Go Meh? Lontong sayur dengan telur petis, bubuk kedelai dan ayam opor .. Duh, ini comfort food banget lah, enaknya …

imlek, tradisi imlek, makanan khas imlek, shio, prediksi shio 2017, shio ayam api, tahun ayam api, cap go meh, lontong cap go meh, ang pao, ang pau, klentheng, uang arwah, uang kertas, uang kertas china, cheongsam, barongsai, barongsay, baju cheong sam, baju imlek, peruntungan di tahun ayam api, shopback, blanja.com, tionghoa, tiongkok
Image taken  from detikFood.com

Selain Imlek dan Cap Go Meh, tradisi yang juga saya kangeni hadir di keluarga saya adalah sembahyangan. Jadi saat masih kecil dulu, keluarga dari Papa rutin menggelar sembahyangan untuk mendoakan arwah leluhur … ya arwah Engkong Gondo juga sih. Yang saya ingat, setiap datang sembahyangan disuruh copot sepatu, ambil hio trus doa trus pai-pai (salam) ke yang lebih tua.

imlek, tradisi imlek, makanan khas imlek, shio, prediksi shio 2017, shio ayam api, tahun ayam api, cap go meh, lontong cap go meh, ang pao, ang pau, klentheng, uang arwah, uang kertas, uang kertas china, cheongsam, barongsai, barongsay, baju cheong sam, baju imlek, peruntungan di tahun ayam api, shopback, blanja.com, tionghoa, tiongkok
Image taken from WikiWand



Kemudian ada juga tradisi bakar duit-duitan kertas. Aduh saya paling kangen nih sama yang namanya ngelipat kertas bentuknya kayak pangsit gitu. Kemudian dibakar. Katanya sih ini simbolis supaya arwah
leluhur di sana sejahtera dan gak berkekurangan. Duduk ndoprok di bawah kaki Emak, ngelipetin duit-duitan kertas, trus dibakar. Abis itu makan bakmi babi sama sesajian lainnya. Wah, asli deh, aku nulis ini jadi kayak flashback ke masa lalu hahahaha …

Imlek tahun ini … 

Saya dan sepupu-sepupu sempat ngobrolin pas Natalan kemarin, "Imlekan nanti kita ngapain ya?". Tapi yah, biasalah, jika ada satu hingga 10 orang berkumpul di grup Whatsapp, ngajakin ketemuan, pasti akan berakhir dengan, "Ayo, ayo!" Trus acaranya malah gak kejadian beneran. Hahaha .. Jadi untuk tahun ini Imlekan saya mungkin gak merayakannya secara khusus. (malah sibuk sama event sendiri). Tapi ya gakpapa sih, berarti no amplopan ang pao for this year buat ponakan-ponakan. Lha wong Tante-nya ini aja udah gak dapat ang pao kok sejak sekian tahun lalu … *ngitung umur 

Sebetulnya sih, saya pengen banget membangkitkan tradisi keluarga itu. Gimana-gimana, gak boleh lah melupakan masa lalu yang membentuk kita jadi seperti sekarang, apalagi namanya juga yang membentuk suatu klan. Demi menghibur hati, saya pengennya hari itu sok-sok-an lah pakai baju Cheongsam, warna merah. Biar otentik. Tapi kok setelah kuingat-ingat, saya gak punya baju Cheongsam sama sekali *toyor kepala sendiri.

Trus kalau beli langsung di toko sih, bisa. Tapi saya 'kan kutu loncat dan jarang nge-mall. Yodah, mumpung masih jauh sih coba-coba lihat baju Imlek di internet aja. Biasanya sih, kalau mau Imlekan gini, pasti banyak promo. Yang kutemukan salah satunya di www.shopback.co.id. Ada promo baju Imlek di ShopBack.

imlek, tradisi imlek, makanan khas imlek, shio, prediksi shio 2017, shio ayam api, tahun ayam api, cap go meh, lontong cap go meh, ang pao, ang pau, klentheng, uang arwah, uang kertas, uang kertas china, cheongsam, barongsai, barongsay, baju cheong sam, baju imlek, peruntungan di tahun ayam api, shopback, blanja.com, tionghoa, tiongkok



Setelah menelusuri dan membuka-buka ShopBack.co.id, saya rasa memang kalau mau belanja di
e-commerce – e-commerce di Indonesia, lebih sip kalau lewat ShopBack.co.id dulu. Soalnya, kita bisa
dapat cashback sampai 40 persen. Kalau lewat e-commercenya langsung, biasanya hanya dapat potongan harga atau voucher 'kan? Nah, kalau lewat ShopBack, kita bisa dapat tambahan cashback lagi yang akan terakumulasi di akun ShopBack kita. Udah gitu uang cashback dari ShopBack ini bisa kita cairkan lagi ke rekening bank pribadi kita lho. Lah 'kan ya nyenengin yaaaa .. Jangan khawatir, program yang dijalankan sama ShopBack ini resmi kok, sudah bekerjasama dengan banyak e-commerce terkenal di Indonesia, salah satunya Blanja.com Indonesia.

Saya sih udah ngedim beberapa dress cheongsam lucu-lucu. Tapi bayarnya nanti aja kalau Invoice udah cair. Tapi ya nggak mau keabisan juga sih, so saya pantau terus keberadaan stoknya pakai apps-nya ShopBack yang bisa didownload di Google Playstore dan Apple Store ini. 'Kan aku gak mau ketinggalan info diskon dan promo eksklusif juga kalau pakai appsnya hahaha … (Tolong, ini bukan pelit, tapi pintar mengelola uang belanja agar tidak kebablasan :p)

Siapa bilang nonik-nonik itu pelit? Ini bukan pelit, tapi cerdas dalam berbelanja *uhuk-uhuk, batuk gede *sibak poni. Lumayan lah, gak papa gak dapat angpao. Pokoknya masih bisa dapat cashback hehehe ..

Mumpung masih ada 2 minggu-an menuju ke Imlek nih, kasih referensi dong kira-kira baju Cheongsam kayak gimana yang cocok buatku … (yang lengannya kekar ini hahahaha) 

Jadi Kalau Mau Belanja cermat dan hemat? ShopBack-in aja!
Click Here to Read MoreGak Lagi Dapat Ang Pao, Hati Dihibur Dengan Cashback Promo Imlek ShopBack