Wednesday, December 7, 2016

Cerita Antara Aku, GPS dan Penduduk Sekitar

This is a slice of my life

Cerita 1: Nyasar masuk teras kost-kostan cewek 


GPS, google, google maps, menggunakan GPS, cara install GPS
Image from Pixabay

Waktu ke Jogja kemarin, aku 'kan pergi sama Agatha dari daerah Malioboro ke daerah Sleman, Condong Catur sana. Aku memang agak ndeso sih ya, jadi aku pengen tahu UGM itu bentuknya kayak gimana hahaha ..  Berhubung Agatha kuliah di sana dan sudah beberapa bulan di Jogja, asumsinya dia pasti sudah cukup paham lah sama jalanan Jogja.

Setelah makan dulu di Pempek Ny. Kamto, kami mulai membuka Google Maps. Sudah cukup malam sih, sekitaran jam 20.00 dan agak gerimis. Kalau ngeliat dari Google Maps, daerah Ring Road Utara/Selatan itu sekitar 30-40 menitan. Hmm, mayan juga ya bokong kira-kira bisa rata mulus lah.

Sekalian ke daerah Sleman, Agatha menggebu-gebu ngajak ke Wedang Blangkon, cerita tentang Wedang Blangkon kutulis di sini. "Kamu ngerti tempat e tah?" Aku tanya ke Agatha. Secara bok, kalo nyasar ini bukan kota sendiri, nyasar ya abis lah ilang dua-duanya. "Gak ngerti seh, Mbak, digoleki ae," gitu katanya Agatha. Yodah, aku manut sambil pegang HP yang GPSnya nyala, dibonceng Agatha.

Jadi ya, ada sebuah rahasia kecil, bahwanya aku selalu bingung sama yang namanya baca peta. Sekalipun itu GPS yang direction-nya on, teteup bingung. Jadilah yang harusnya belok saat ini juga, saya bisa mengasumsikannya beloknya masih di depan :)) Sampai pada suatu ketika ...

Winda: "Gath, Gath, iku ngarepan menggok kiri yo." (Gath, itu di depan belok kiri ya.) Soalnya di GPS katanya beberapa meter lagi, belok kiri.
Agatha: "Hmm, temenan a Mbak? Kok sepi ngono ya dalan e?" (Hmm, beneran Mbak? Kok sepi gitu ya jalannya?)
Winda: "Iyo ii, jarene GPS-e menggok kiri kok." (Iya tuh, kata GPS belok kiri kok.)

Agatha ngikut aja sih. Kami belok ke jalan yang agak menurun, belok ke kiri. Ndilalah, kok ada tulisan, "Keluar-masuk pintu ditutup" ?

HEMMMM, NYASAR MASUK TERAS KOST-KOSTAN CEWEK! -__________-

Ya kaleee dicariin jalan tembusan masak nerobos teras kost-kostan :)) *buang GPS*

Cerita 2: Kejebak di 'alas'


GPS, google, google maps, menggunakan GPS, cara install GPS
Image taken from Pixabay

Kalau kejadian yang kedua ini, tahun 2011-an, pas pergi sama temen-temen SMA, Dempoers. Kami jalan-jalan ke Gunung Kidul. Jadi Gunung Kidul itu perbatasan Kediri dan Blitar. Setelah main-main, rencananya kami mau ke Kediri lalu bablas Blitar langsung pulang ke Malang. Keperluannya cuma ... buat wisata kuliner :))

Nah, kalau menurut GPS si empunya mobil, Ivan, ada jalan yang bisa ditempuh yang lebih cepat daripada lewat jalan kota. GPS-nya Ivan ini benar-benar alat GPS ya, bukan yang di HP. Zaman itu mah HP-nya belum support GPS hahaha ... Jadi masih mengandalkan titik-titik koordinat buat nyari lokasi.

Berdasarkan GPS, katanya sih lewat pedesaan inih bakal lebih cepat. Yodah, naik mobil Tropper kesayangan Ivan, kami menempuh perjalanan. Makin lama kok jalannya masih desa, gak ada aspalan sama sekali. Hati mulai bimbang dan ragu, kalau ilang dimakan singa gimana? Yo gak mungkin lah ya, Sodara-sodara. Tentunya singanya bakal kumakan duluan. Bhay, soalnya laper.

"Van, van, yakin tah lewat sini?" tanyaku.
"Mmm .. GPS-e sih ngarah ke sini," jawab Ivan, nyodorin GPSnya. Waduh, aku juga gak bisa baca GPS model beginian.

Jadi posisi mobilnya sudah di jalan setapak. Kiri-kanan memang bukan jurang, tapi benar-benar alas gitu lo. Bisanya cuma maju, kalau mundur juga susah. Ukuran jalannya cuma sebadan mobil.

"Van, aku nanya orang ae ya! Jalan keluarnya ke desa mana?" Aku berinisiatif memecahkan masalah. Pas kebetulan ada Bapak-bapak di depan yang lagi mikul rumput sama pacul. "Pak, pak, mau tanya ini kalau jalan keluar ke arah Kediri, lewat mana ya? Jalan di depan bisa dilewati mobil?"

Ehhhh .. Si Bapak kayak bingung. Wah jangan-jangan gak paham Bahasa Indonesia ini, batinku dalam hati. Aku nyoba tanya pakai bahasa Jawa alus. Sok-sokan, padahal aku juga pas-pas-an bisa Jawa alusan. "Pak, tanglet nggih, desa xxx (aku lupa nama desanya) ten pundi nggih?" (Pak, tanya ya, desa xxx di mana ya?"

Si Bapak: "Waduh, tebih, Mbak. Sampeyan ngalor nah sampeyan mangke ketingal bla-bla-bla ... Ngidul mawon ..." (Wah jauh, Mbak. Mbaknya ke utara nah mbaknya nanti kalo ngeliat bla-bla-bla... Ke timur saja ..."
Saya : "..... ..... (roaming). Nggih Pak, matur nuwun nggih Pak."
Teman-teman di mobil menatapku penuh harap pas aku masuk lagi ke mobil. "Yo opo, Wind?"
"AKU GAK NGERTI REK NGALOR NGIDUL IKU NDI SEEE? TULUNG O NO AKUUUU ... :)) " *langsung curhat* (Aku gak ngerti, Gaes, utara-selatan itu di mana sih? Tolong donggg!)

Akhirnya kami bisa sampai ke Kediri dengan bertanya lagi ke orang lain, gak mengandalkan GPS lagi. Memang benar, GPS paling mantap itu adalah Guidance Penduduk Sekitar :')

Terimakasih GPS, bagaimana bisa kumempercayaimu lagi? :')
Click Here to Read MoreCerita Antara Aku, GPS dan Penduduk Sekitar

Sunday, December 4, 2016

Penantian Berakhir, Garnier Micellar Cleansing Water Sudah Hadir di Indonesia

Ola!

Kembali lagi dengan edisi perlenongan setelah sekian lama tak muncul. Sebetulnya ada beberapa perlenongan baru yang saya pengen tulis karena saya suka banget pakainya. Tapi karena terkendala rasa malas, jadi tertunda-tunda terus. Emang kok namanya rasa malas itu 'mematikan'. Jangankan nulis blogpost, lha wong bersihin wajah abis pulang kerja aja kadang magernya ituuuu ... hmmm ..

Ngomong-ngomong soal malas bersihin wajah, mungkin sih karena saya penganut sekian-steps cleansing method. Pakai milk cleanser, cuci muka pakai facial foam, baru dibersihkan pakai toner. Kalau pulangnya udah malam dan capek, palingan langsung sekip ke facial foam. Tapi ya gitu, sisa makeup kayak eyeliner dan maskara gak bisa benar-benar kehapus deh.

Nah, beberapa waktu yang lalu lagi ngehits Micellar Water. Katanya sih, micellar water itu lebih ampuh membersihkan makeup dan mengangkat sisa kotoran daripada pembersih biasa karena molekulnya yang lebih kecil jadi lebih efektif. Banyak brand yang ngeluarin varian micellar water, tapi harganya pricey banget. Kantong Taylor Swift gak kuat, Dek :(

Garnier Micellar Cleansing Water Resmi Masuk Indonesia

garnier, garnier micellar water, garnier micellar cleansing water, micellar water garnier, micellar water, harga micellar water, harga micellar water indonesia, review garnier micellar water, micellar water murah
Image taken by Winda Carmelita


Nah, dari sekian brand yang ngeluarin micellar water, Garnier lah yang paling mencuri perhatian saya. Pertengahan tahun, saya lihat banyak yang review Garnier Micellar Water ini, tapi yang keluaran ... Jepang, kalo gak salah. Eh, ternyata kira-kira 1 bulan yang lalu, di timeline ramai yang bahas Garnier Micellar Water ini sudah masuk di Indonesia ... tapi belom masuk ke Malang :))

Beruntunglah saya, dikasih kesempatan Garnier buat nyobain Micellar Waternya. Hmm, manjur seperti ekspektasi gak ya?

Garnier Micellar Cleansing Water, The All-in-1 Cleanser

garnier, garnier micellar water, garnier micellar cleansing water, micellar water garnier, micellar water, harga micellar water, harga micellar water indonesia, review garnier micellar water, micellar water murah
Image taken by Winda Carmelita
 Garnier Micellar Water ini berupa botol bening berukuran 125 ml. Tersedia dalam dua varian yaitu Micellar Cleansing Water dengan tutup botol warna pink untuk kulit normal dan sensitif, dan Micellar Cleansing Water PURE ACTIVE dengan tutup botol warna biru untuk kulit lebih berminyak.

Tekstur micellar waternya benar-benar seperti air. Saya sempat ragu-ragu sih, kok kayak toner gini bisa beneran ngapus make up gak? Soalnya 'kan sering tuh ngerasa udah bersih, begitu diangkat pakai kapas, ternyata masih ada sisa-sisanya. Jadi kerja dua kali 'kaaaan ...

Let's try this!

garnier, garnier micellar water, garnier micellar cleansing water, micellar water garnier, micellar water, harga micellar water, harga micellar water indonesia, review garnier micellar water, micellar water murah
Image taken by Winda Carmelita
Percobaan pertama, saya memakai kapas dan nyobain varian yang untuk kulit normal dan sensitif. Saya cium-cium, ga ada aromanya. Saya usapkan ke mata ... Eh, gak perih! Beneran kayak air lho. Beda banget sama yang namanya make up remover yang biasanya cair-cenderung-greasy soalnya mengandung minyak supaya sisa make up bisa keangkat. Micellar waternya Garnier ini ringan, benar-benar kayak cuma ngusap wajah pakai air, tapi sisa maskara, eyeliner, BB cream bahkan lipstik matte bisa keangkat.

garnier, garnier micellar water, garnier micellar cleansing water, micellar water garnier, micellar water, harga micellar water, harga micellar water indonesia, review garnier micellar water, micellar water murah
Image taken by Winda Carmelita


garnier, garnier micellar water, garnier micellar cleansing water, micellar water garnier, micellar water, harga micellar water, harga micellar water indonesia, review garnier micellar water, micellar water murah
Image taken by Winda Carmelita
Percobaan kedua, habis maskeran pakai kopi, saya iseng pengen nyoba varian PURE ACTIVE. Sekali usap ... lho kok bekas kapasnya jadi coklat-coklat gitu :)) Wahahahha ... padahal habis maskeran saya cuci mukanya pakai spons cuci muka lho, untuk meyakinkan gak ada sisa kopi yang nempel di wajah. Ternyata begitu dibersihkan lagi sama Garnier Micellar Water, kok residu kopinya keangkat. Waaah berarti selama ini saya cuci muka abis maskerannya kurang bersih :')))

garnier, garnier micellar water, garnier micellar cleansing water, micellar water garnier, micellar water, harga micellar water, harga micellar water indonesia, review garnier micellar water, micellar water murah
Image taken by Winda Carmelita

Ternyata, keampuhan micellar water itu karena molekul miceller-nya yang cara kerjanya seperti magnet. Kalau pembersih wajah yang lain perlu berulang kali pembersihan supaya sisa make up dan kotoran keangkat, kalau micellar waternya Garnier ini gak perlu berulang-ulang. Klaimnya sih, hanya 1 kali usap. Tapi kalau saya menyarankan 2 kali usap, dilanjutkan cuci muka pakai facial foam, pakai toner lalu moisturizer. Kalau udah keburu capek, pakai Garnier Micellar Water ini juga gak masalah kok karena sudah cukup bersih.

Di kulit wajah saya yang normal-kering ini, tidak menimbulkan rasa kesat sih di kedua variannya. Tapi di teman saya, varian yang PURE ACTIVE menurutnya agak kesat. Mungkin karena untuk kulit berminyak ya, jadi formulanya lebih dirancang untuk menyerap minyak.

Oh iya, ngobrol panjang lebar gini, belum bahas harganya ya? Harganya ... cuma Rp. 30 ribu aja untuk kemasan 125 ml. Mureee .. Seandainya ada kemasan ekonomis yang lebih besar gitu sih, pasti lebih enak karena gak perlu bolak-balik beli. Ehtapi kalau kemasannya besar susah dibawa travelling ya? Apalagi kalau tutupnya flip top gini, rawan bocor ...*ribet sendiri.

garnier, garnier micellar water, garnier micellar cleansing water, micellar water garnier, micellar water, harga micellar water, harga micellar water indonesia, review garnier micellar water, micellar water murah
Image taken by Winda Carmelita
 Sebagai penganut males gerak dan kalau travelling malas bawa banyak printilan, Garnier Micellar Cleansing Water ini saya masukkan ke dalam "penemuan perlenongan terinovatif dan terpraktis 2017". Apakah saya akan beli lagi? Absolutely, yes!

Garnier Micellar Cleansing Water
Harga : +/- Rp. 30k
Varian: Kulit normal dan sensitif (pink), kulit berminyak (PUREACTIVE/biru)
Beli di mana: Guardian, minimarket, toko-toko kosmetik atau market place langganan kamu 

Thanks Garnier Indonesia for sending me this package. Semua yang tertulis dalam postingan ini murni opini dan pengalaman saya sendiri.
Click Here to Read MorePenantian Berakhir, Garnier Micellar Cleansing Water Sudah Hadir di Indonesia

Friday, December 2, 2016

Menyantap Aneka Mie Komplit di Warung Bakmi Jowo Mbah Gito

Setelah kemarinnya muter-muter Sleman karena 'nyasar' dan berakhir dengan menemukan Wedang Blangkon, besoknya saya diajak mbolang lagi ke Kotagede. Iming-imingnya sih, "Ini bakmi wenak nemen, pake telor bebek, kudu nyoba, Mbak, wong wis di Jogja!" Gitu katanya Agatha.

Setelah menimbang-nimbang segala kemungkinan, akhirnya jam 11.00-an kami meluncur di jalanan berbekal GPS (again). Dan sebagai orang yang jarang turun ke jalanan Jogja, harus saya akui bahwa Jogja itu ... pengkolannya ada sejuta 'kali ya. Setiap jalan ketemu pengkolan. Yang buta arah dan buta GPS bakal sering nyasar karena kok kayaknya pengkolannya mirip gitu lho. 

Baca Juga: Wake Up Homestay Jogja, Hotel Murah dan Nyaman Buat Para Backpacker

Setelah beberapa kali nyasar, setelah 45 menit-an perjalanan naik motor, akhirnya sampailah kami ke Kotagede. Jeng .. jeng ... Di depan terpampang tulisan "Warung Bakmi Jowo Mbah Gito". Ini dia! Perut sudah isinya Godzilla ngamuk, jadi kami langsung masuk.

Di depan Bakmi Mbah Gito, ada mbah-mbah yang jualan jambu air. Cuma Rp. 10 ribu per plastik isinya sekitar 10 biji. Jambunya manis, segar. Belilah, sambil nyapa Mbahnya :)


hotel murah jogja, yogya, hotel dekat stasiun, hotel murah dekat malioboro, hotel jogja 100 ribuan, wake up homestay, hotel murah di jogja, penginapan murah dekat malioboro, penginapan murah di jogja, penginapan 100rb di jogja, hotel murah 100rb di jogja, hotel 100rb di jogja, sosrowijayan, bakmi, resep bakmi, bakmi mbah gito, alamat bakmi mbah gito, kotagede, bakmi goreng, bakmi godog, bamki godhog, bakmie, resep bakmie
Image taken by Winda Carmelita
Seperti di foto-foto berikut ini, interior warung ini semuanya dari kayu. Semacam konsepnya ada warung di dalam pepohonan di dalam hutan gitu. Warungnya cukup besar, ada pilihan mau duduk di meja-meja atau lesehan. Saya pilih yang lesehan aja, pantat udah kayak kapalan kebanyakan duduk di atas jok motor.

hotel murah jogja, yogya, hotel dekat stasiun, hotel murah dekat malioboro, hotel jogja 100 ribuan, wake up homestay, hotel murah di jogja, penginapan murah dekat malioboro, penginapan murah di jogja, penginapan 100rb di jogja, hotel murah 100rb di jogja, hotel 100rb di jogja, sosrowijayan, bakmi, resep bakmi, bakmi mbah gito, alamat bakmi mbah gito, kotagede, bakmi goreng, bakmi godog, bamki godhog, bakmie, resep bakmie
Image taken by Winda Carmelita
Di sini juga ada ruang reuni dan pertemuan di lantai dua. Harus reservasi dulu ya!

hotel murah jogja, yogya, hotel dekat stasiun, hotel murah dekat malioboro, hotel jogja 100 ribuan, wake up homestay, hotel murah di jogja, penginapan murah dekat malioboro, penginapan murah di jogja, penginapan 100rb di jogja, hotel murah 100rb di jogja, hotel 100rb di jogja, sosrowijayan, bakmi, resep bakmi, bakmi mbah gito, alamat bakmi mbah gito, kotagede, bakmi goreng, bakmi godog, bamki godhog, bakmie, resep bakmie
Image taken by Winda Carmelita

hotel murah jogja, yogya, hotel dekat stasiun, hotel murah dekat malioboro, hotel jogja 100 ribuan, wake up homestay, hotel murah di jogja, penginapan murah dekat malioboro, penginapan murah di jogja, penginapan 100rb di jogja, hotel murah 100rb di jogja, hotel 100rb di jogja, sosrowijayan, bakmi, resep bakmi, bakmi mbah gito, alamat bakmi mbah gito, kotagede, bakmi goreng, bakmi godog, bamki godhog, bakmie, resep bakmie
Image taken by Winda Carmelita
Ada beberapa jenis menu per-bakmi-an yang bisa dipilih, misalnya bakmi goreng, bakmi godhog atau nasi Magelangan. Nasi Magelangan itu kalau di Jawa Timur mirip dengan nasi goreng mawut, ada mie-nya. 

Selain menunya, ada lagi yang bisa dipilih, yaitu jenis mienya. Saya awalnya bingung. Bakmi di pemikiran saya sih ya mie telur yang kuning itu. Eh, ternyata bisa milih lho, mau mie kuning atau mie bihun atau bisa dicampur keduanya. Saya pilih bakmi godhog mie campur deh.

Yang spesial di sini adalah ... telurnya pakai telur bebek. Bener lho, saya kemakan rayuan Agatha nih, karena ternyata rasa kuahnya bakmi godhog Mbah Gito ini sedap pol! Ini tipikal bakmi yang kuahnya asin gurih, karena gak pakai kecap manis. Ditaburi seledri dan bawang merah goreng, satu porsi tandas seketika. "Aku pengen nambah maneh, Gath," bisik saya ke Agatha dan dibalas dengan tatapan, "Sumpaon, Mbak, kuat tah perutmu?"

hotel murah jogja, yogya, hotel dekat stasiun, hotel murah dekat malioboro, hotel jogja 100 ribuan, wake up homestay, hotel murah di jogja, penginapan murah dekat malioboro, penginapan murah di jogja, penginapan 100rb di jogja, hotel murah 100rb di jogja, hotel 100rb di jogja, sosrowijayan, bakmi, resep bakmi, bakmi mbah gito, alamat bakmi mbah gito, kotagede, bakmi goreng, bakmi godog, bamki godhog, bakmie, resep bakmie
Bakmi godhog mie campur | Image taken by Winda Carmelita
Sementara saya pesan bakmi godhog, Agatha yang sudah beberapa kali ke sini, memesan bakmi goreng mie kuning. Bakmi gorengnya enak, gak terlalu kental rasa manis dari kecapnya. Ayamnya juga lembut. Katanya sih ayam yang digunakan di sini adalah ayam pejantan, jadinya lembut dagingnya.

hotel murah jogja, yogya, hotel dekat stasiun, hotel murah dekat malioboro, hotel jogja 100 ribuan, wake up homestay, hotel murah di jogja, penginapan murah dekat malioboro, penginapan murah di jogja, penginapan 100rb di jogja, hotel murah 100rb di jogja, hotel 100rb di jogja, sosrowijayan, bakmi, resep bakmi, bakmi mbah gito, alamat bakmi mbah gito, kotagede, bakmi goreng, bakmi godog, bamki godhog, bakmie, resep bakmie
Bakmi goreng mie kuning | Image taken by Winda Carmelita
Makan mulu, gak minum 'kan seret. Saya pesan wedang uwuh, minuman paling segar bagaikan minuman para dewa. Tapi 'kan pas itu Jogja panas banget, saya maunya minum wedang uwuh tapi pake es! Hahahha ... Di mana-mana wedang itu harusnya panas. Tapi gimana dong, hawanya bikin pengen minum es. Jadilah saya minta ditambahkan es dalam pesanan saya meskipun pegawainya jadi bingung pas nulis pesanan "Es Wedang Uwuh" ini hehehe ... Di sini juga masih jual minuman Sarsaparilla lho, sayang waktu saya ke sana lagi habis.

hotel murah jogja, yogya, hotel dekat stasiun, hotel murah dekat malioboro, hotel jogja 100 ribuan, wake up homestay, hotel murah di jogja, penginapan murah dekat malioboro, penginapan murah di jogja, penginapan 100rb di jogja, hotel murah 100rb di jogja, hotel 100rb di jogja, sosrowijayan, bakmi, resep bakmi, bakmi mbah gito, alamat bakmi mbah gito, kotagede, bakmi goreng, bakmi godog, bamki godhog, bakmie, resep bakmie
Es wedang uwuh yang tidak ada di menu | Image taken by Winda Carmelita
Harga makanan di sini, rata-rata Rp. 20 ribu-an. Kalau menurut orang Jogja, cukup mahal sih (secara Jogja memang harga makanannya murah-murah). Tapi sebanding lah dengan porsi dan rasanya. Di Malang, gak tahu sih sayanya yang kurang menjelajah apa gimana, belum pernah nemu bakmi yang seperti ini hehehe .. Barangkali ada yang tau di mana jual bakmi di Malang yang mirip-mirip dengan citarasa bakminya Mbah Gito ini.

Setelah selesai bayar di kasirnya, seorang bapak-bapak ngajakin saya ngobrol, "Mbak, bisa baca itu?" Si Bapak bertanya sambil menunjuk rangkaian huruf Jawa yang dipasang di atas kasir. "Kalau gak salah 'Sugeng rawuh' ya, Pak? Saya sudah lupa, terakhir baca huruf Jawa pas SD hehehe ... " jawab saya. "Iya, Mbak, betul kok. Mbaknya dari mana asalnya?"

Ngobrol-ngobrol terjadi sekitar 5 menitan. Si Bapak bercerita dulunya asal Madiun, kemudian merantau ke Jogja dan akhirnya sekarang menetap di Jogja. Pas di perjalanan pulang, Agatha tanya ke saya:
"Mbak, tau gak itu yang ngajak kamu ngobrol tadi siapa?". 
"Sopo, Gath?"
"Yo iku Mbah Gito-ne, Mbak!"

:))

hotel murah jogja, yogya, hotel dekat stasiun, hotel murah dekat malioboro, hotel jogja 100 ribuan, wake up homestay, hotel murah di jogja, penginapan murah dekat malioboro, penginapan murah di jogja, penginapan 100rb di jogja, hotel murah 100rb di jogja, hotel 100rb di jogja, sosrowijayan, bakmi, resep bakmi, bakmi mbah gito, alamat bakmi mbah gito, kotagede, bakmi goreng, bakmi godog, bamki godhog, bakmie, resep bakmie
Halo Mas *cekrek | Image taken by Winda Carmelita
Warung Bakmi Jowo Mbah Gito


Jalan Nyi Ageng Nis, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta
Harga: start Rp. 5k (minuman), start Rp. 20k (makanan)
Click Here to Read MoreMenyantap Aneka Mie Komplit di Warung Bakmi Jowo Mbah Gito

Wednesday, November 30, 2016

Jogja Gerimis Jangan Miris, Melipir ke Wedang Blangkon Minum Yang Hangat dan Manis


Hujan sepanjang sore sejak kedatangan saya di Kota Gudeg, membuat udara semakin dingin gak karu-karuan. Jogja, yang biasanya panas, saat hujan udaranya gak jauh beda sama Malang. Sejuk dan masih terasa semriwingnya di tulang.

Setelah menjelajah sekitaran Malioboro, mencari pengganjal perut bersama Agatha, my personal guide, kami memutuskan, "Yok, ke Sleman!". Saat itu sudah menunjukkan pukul 20.00-an dan gerimis masih saja turun gak kenal ampun buat kami yang gak bawa jas hujan ini hehehe ..

Berbekal GPS di tangan, saya yang gak tahu jalan dan Agatha yang masih 3 bulanan di Jogja, nekat lah menembus jalanan Jogja sampai ke daerah Condong Catur. GPS sih menunjukkan kami perlu waktu sekitar 30 menitan. Nyatanya ... tak semudah itu, Jenderal, apalagi buat orang yang benar-benar gak tahu jalan hahaha ... Sempat nyasar-nyasar sampai mau masuk kost-kostan orang, terimakasih GPS :')


Setelah adegan nyasar mau masuk pekarangan kost-kostan, sampailah kami berdua di sebuah kedai kecil. Lebih tepatnya sebuah bedak dengan meja berisikan tumpukan jahe, kencur, jeruk nipis dan toples-toples kopi di atasnya.

Yes, karena iming-iming foto di sebuah akun Instagram, dua gadis ini menclok di kedai bernama Wedang Blangkon. Kami langsung dilayani oleh seorang laki-laki, kayaknya sih Bapak ini pemiliknya. Si Bapak menyodorkan sebuah kertas berisikan daftar menu yang semuanya adalah minuman.

Apa yang kami pesan? "Pak, di sini minuman yang paling laris apa?". Iya, itu solusinya, soalnya ada sekiatr 15-an menu minuman yang disediakan di sini. Aku orangnya susah memilih *halah. "Wedang kerajaan, Mbak. Ada lagi menu baru yang belum ditulis di situ, Wedang Susu Vanilla." Akhirnya, kami pesan dua minuman itu deh, soalnya udah keburu haus di jalan hahahha...

Sempat ngobrol sejenak sama si Bapak yang dari logatnya sepertinya berasal dari Bali (ornamen-ornamen yang dipasang di dalam bedaknya sepertinya memang dari Bali sih). Kopi-kopi di Wedang Blangkon ini semuanya didatangkan dari Merapi dan Kerinci. Kopi-kopinya pun masih berbentuk biji, jadi langsung digrind di tempat.

wisata kuliner, kuliner di jogja, wisata kuliner jogja, angkringan di jogja, angkringan murah di jogja, wedang blangkon, wedang blangkon jogja, pisang goreng, wedang susu, wedang kerajaan, wedang rempah, resep minuman rempah, condong catur, sleman, perumahan condong catur, terminal condong catur, travelling ke jogja, makanan murah di jogja, kuliner murah di jogja, RS condong catur, wisata di sleman, makanan murah di sleman
Image taken by Winda Carmelita

Meja di depan ini sekaligus jadi 'dapurnya' Wedang Blangkon. Saya senang ngelihat gimana si Bapak merajang rempah-rempah yang udah dibersihkan, mencampur semuanya di dalam gelas. Ya kebetulan saya suka minum-minuman berempah dan berumput-rumput kayak kambing sih hahahah ... Jadi saya ngeliat sambil menyerap ilmu membersihkan dan merajang jahe yang baik dan bener buat diterapkan di rumah. Beneran lho, jahenya itu bersih banget, saya penasaran gimana sih kok bisa sebersih itu ... *aku anaknya mudah terpukau.

wisata kuliner, kuliner di jogja, wisata kuliner jogja, angkringan di jogja, angkringan murah di jogja, wedang blangkon, wedang blangkon jogja, pisang goreng, wedang susu, wedang kerajaan, wedang rempah, resep minuman rempah, condong catur, sleman, perumahan condong catur, terminal condong catur, travelling ke jogja, makanan murah di jogja, kuliner murah di jogja, RS condong catur, wisata di sleman, makanan murah di sleman
Image taken by Winda Carmelita

Gak lama kemudian, pesenan saya, Wedang Susu Vanilla dan pesenan Agatha, Wedang Kerajaan, datang. Dan ... namanya wedang rempah, literally, isinya segelas rempah-rempah sampai penuh. Sampai mumbul-mumbul! Kemudian sempet bingung minumnya gimanaaaah ini hahahaha .. Tapi yo dah, jahenya tak kremus-kremus juga. Enak ~

Wedang susu vanillanya sebetulnya pas saya intip pembuatannya ya, dari susu kental manis biasa. Tapi pas diseruput, ada sensasi vanilla yang ... apa ya, asli gitu lho pokoknya. Bukan esense. Saking penasarannya saya aduk-aduk, tapi gak keliatan batang vanillanya sih, nemunya cengkeh. Hmm, apa karena cengkeh juga ya aromanya jadi beda. Aku penasaran!

Kalau wedang susu vanilla ini hangat dan nyusu, Wedang Kerajaan rasanya lebih asam. Isinya ada batangan serai, potongan jahe, sepertinya ada kencur juga dan kucuran jeruk nipis. Asli, yang ini seger!

wisata kuliner, kuliner di jogja, wisata kuliner jogja, angkringan di jogja, angkringan murah di jogja, wedang blangkon, wedang blangkon jogja, pisang goreng, wedang susu, wedang kerajaan, wedang rempah, resep minuman rempah, condong catur, sleman, perumahan condong catur, terminal condong catur, travelling ke jogja, makanan murah di jogja, kuliner murah di jogja, RS condong catur, wisata di sleman, makanan murah di sleman
Image taken by Winda Carmelita

Sayangnya di sini gak ada makanannya selain camilan ringan yang diplastikin dan pisang goreng. Etapi pisang gorengnya enak, masih anget waktu saya datang ke sana. Mungkin kalau ada makanan semacam pisang bakar, atau nasi kucing sama sate-sate pelengkapnya, saya pasti betah gak pulang-pulang hehehe ...

wisata kuliner, kuliner di jogja, wisata kuliner jogja, angkringan di jogja, angkringan murah di jogja, wedang blangkon, wedang blangkon jogja, pisang goreng, wedang susu, wedang kerajaan, wedang rempah, resep minuman rempah, condong catur, sleman, perumahan condong catur, terminal condong catur, travelling ke jogja, makanan murah di jogja, kuliner murah di jogja, RS condong catur, wisata di sleman, makanan murah di sleman
Image taken by Winda Carmelita
Pas banget Jogja dingin, gerimis, minum yang hangat-hangat gini nggak bikin masuk angin. Sesekali lah, jauh-jauh ke Jogja masak ketemunya bir-bir aja, Minum wedang ini menjawab segala kegundahan saya atas "takut-masuk-angin-cyin-besoknya-nyanyi." Lha ya masak mau nyeplus-nyeplus kencur mentah sebelum nyanyi, lagian beli kencurnya di mana? :))

Sudah pernah nyicip Wedang Blangkon, teman-teman?

Wedang Blangkon


Click Here to Read MoreJogja Gerimis Jangan Miris, Melipir ke Wedang Blangkon Minum Yang Hangat dan Manis

Saturday, November 26, 2016

Wake Up Homestay Jogja, Hotel Murah dan Nyaman Buat Para Backpacker

Kalau ke luar kota, hal yang harus-harus banget dipersiapkan, menurut saya cuma dua. Yaitu, transportasi dan penginapan. Selebihnya sih ya kurang lebihnya sama lah ya ... Packing-packing seadanya, kalau ada yang kurang tinggal beli di kota tujuan 'kan #HorangKayah :))

Minggu kemarin, dengan pinangan Pungky, saya berangkat ke Jogja selama 3 hari 2 malam. Jauh-jauh hari sebelum ini, memang saya berencana ke Jogja bareng teman-teman saya. Ndilalah, #HorangSokSibuk memang kami berempat ini, jadinya gak berangkat-berangkat malah mundur tahun depan. Yodah, orang ikhlas biasanya malah dapat berkah melimpah hahaha ... Jadilah setelah dipinang Pungky, saya punya waktu 5 hari-an buat cari tiket kereta dan penginapan.

Setelah mengitari Jogja via Google Maps, saya menemukan beberapa penginapan low budget sekitar Rp. 100 ribu-an per malam. Setelah dikerucutkan lagi, saya cari yang dekat stasiun supaya pulangnya gak keburu-buru dan dekat sama lokasi acara yang mana saya akan 'ngamen elegan'. Akhirnya pilihan jatuh di Wake Up Homestay.

hotel murah jogja, yogya, hotel dekat stasiun, hotel murah dekat malioboro, hotel jogja 100 ribuan, wake up homestay, hotel murah di jogja, penginapan murah dekat malioboro, penginapan murah di jogja, penginapan 100rb di jogja, hotel murah 100rb di jogja, hotel 100rb di jogja, sosrowijayan,
Tempatnya strategis di area Maliboro | Image taken by Winda Carmelita
Dari websitesnya sih Wake Up Homestay ini tergolong penginapan yang masih baru di kawasan Sosrowijayan. Jangan kaget ya, Wake Up Homestay ini bukan hotel dengan kamar-kamar yang dihuni per orangan (opo iku jeneng e yo, rek, embuh kah hahahah). Melainkan dorm room dengan tempat tidur bertingkat. Sekamar diisi empat hingga 10 orang. Jadi kita tidur dengan orang yang gak dikenal :D

Saya mendapat kamar Female Single Pod, yang mana diisi 4 orang, cewek semua. Ada 4 tipe pod yang bisa dipilih di homestay ini, ada yang campur cewek-cowok juga. Saya sih sebenernya gak masalah mau tidurnya gimana, sama siapa, soalnya saya toh cuma numpang tidur, ganti baju sama mandi hehehe ... Kebetulan saat itu roomnya penuh. Tak menyerah, saya minta bantuan teman saya buat order. Direfresh-refresh terus deh itu halamannya, eh dapet, yang Female Single Pod. Pas banget lah!

Begitu sampai di Jogja, saya langsung check-in aja soalnya badan udah lengket-lengket pengen mandi. Ternyata tempatnya bagus dan super bersih! Gak kalah sama hotel-hotel budget deh. Nuansanya hijau-putih, jadi nggak nyeremin.

hotel murah jogja, yogya, hotel dekat stasiun, hotel murah dekat malioboro, hotel jogja 100 ribuan, wake up homestay, hotel murah di jogja, penginapan murah dekat malioboro, penginapan murah di jogja, penginapan 100rb di jogja, hotel murah 100rb di jogja, hotel 100rb di jogja, sosrowijayan,
Lobbynya homy banget! | Image taken by Winda Carmelita
Setelah check-in, saya diantar ke kamar sama petugasnya sambil disanguin 1 hanger baju dan 1 towel. Naik ke kamar, eh, ternyata saya tidur sendirian buat semalem. Yodah, menguasai ruangan deh :)) Di dalam ruangan, ada 4 tempat tidur susun yang mana di masing-masing tempat tidurnya ada stop kontak, reading light dan gorden.  Tempat tidurnya bersih dan no bed bugs!

hotel murah jogja, yogya, hotel dekat stasiun, hotel murah dekat malioboro, hotel jogja 100 ribuan, wake up homestay, hotel murah di jogja, penginapan murah dekat malioboro, penginapan murah di jogja, penginapan 100rb di jogja, hotel murah 100rb di jogja, hotel 100rb di jogja, sosrowijayan,
Bersih! | Image taken by Winda Carmelita

Trus ada lemari? Sayangnya, kalau yang dimaksud adalah lemari pakaian yang ada gantungannya, gak ada. Adanya adalah lemari semacam locker gitu (tapi gak ada kuncinya, too bad). Cukup gede kok lemarinya, guitalele sama tas ransel aja bisa masuk.

hotel murah jogja, yogya, hotel dekat stasiun, hotel murah dekat malioboro, hotel jogja 100 ribuan, wake up homestay, hotel murah di jogja, penginapan murah dekat malioboro, penginapan murah di jogja, penginapan 100rb di jogja, hotel murah 100rb di jogja, hotel 100rb di jogja, sosrowijayan,
Sayangnya ga ada kuncinya | Image taken by Winda Carmelita

Habis naruh-naruh barang, saya langsung mandi. Surprisingly, kamar mandinya super clean! Jadi, kamar mandi cowok-cewek dipisah. Per kamar mandi, ada 4 bilik shower dan 4 bilik toilet. Ada air panasnya juga. Dan air panas ini nyalanya setiap saat lho, gak dibatasin. 'Kan ada tuh ya hotel yang air panasnya cuma nyala jam sekian.

Selain fasilitas air panas, homestay ini juga menyediakan breakfast. Breakfastnya sederhana lah ya, roti dan aneka selai. Plus kopi dan teh. Ada toaster juga. Kalau belum kenyang, gak usah khawatir kelaparan. Di daerah Sosrowijayan, Malioboro ini buanyaaaak banget makanan dari pagi sampai malam. Pun, banyak banget tempat ngebir hahahah ..

Mini pantry buat sarapan | Image taken by Winda Carmelita

Di Wake Up Homestay juga disediakan fasilitas Wi-Fi gratis yang tergolong cepat. Jadi saya mau bobok bisa streaming Youtube dulu hehehe ... Di dekat lobby juga ada 1 PC yang bisa digunakan bebas.

Oh ya, kalau pas ke Jogja-nya hari Sabtu dan menginap di Wake Up Homestay, ada kegiatan Saturday Free Events yang mana bisa adventuring bareng tim Wake Up Homestay. Katanya nih, gratis lho. Sayangnya saya gak nyobain SFE ini, soalnya saya punya agenda lain hehehe ...

hotel murah jogja, yogya, hotel dekat stasiun, hotel murah dekat malioboro, hotel jogja 100 ribuan, wake up homestay, hotel murah di jogja, penginapan murah dekat malioboro, penginapan murah di jogja, penginapan 100rb di jogja, hotel murah 100rb di jogja, hotel 100rb di jogja, sosrowijayan,
Image taken by Winda Carmelita

Akses dari Stasiun Tugu Yogyakarta ke Wake Up Homestay ini dekat banget. Tinggal jalan kaki aja sekitar 3 menit dari pintu belakang stasiun, sampai deh. Pas di ujung jalan Sosrowijayan kok ;)

Dengan harga Rp. 100 ribu-an dan kenyamanannya, Wake Up Homestay ini bisa jadi pilihan buat kamu yang backpacking ke Jogja.

hotel murah jogja, yogya, hotel dekat stasiun, hotel murah dekat malioboro, hotel jogja 100 ribuan, wake up homestay, hotel murah di jogja, penginapan murah dekat malioboro, penginapan murah di jogja, penginapan 100rb di jogja, hotel murah 100rb di jogja, hotel 100rb di jogja, sosrowijayan,
Image taken by Winda Carmelita

Pros:
(+) Ratenya murah
(+) Free WiFi
(+) Air panas
(+) Simple breakfast
(+) Kamar ber-AC
(+) Dekat dengan Stasiun Tugu Yogyakarta
(+) Tempat strategis banyak makanan
(+) Bisa early check-in mulai jam 07.00 asalkan ada bed yang kosong (nggak ada charge tambahan kok)

Cons:

(-) Lemari/loker dalam kamar gak ada kuncinya




Mau ke Jogja dalam waktu dekat dan cari hotel murah? Cari aja Wake Up Homestay di Pegipegi.com. Bakal ada promo diskon gede s.d 50% untuk booking hotel di pegipegi mulai 1 Desember 2016. Kalau mau tahu lengkapnya, cek website pegipegi.com aja mulai tanggal 1 Desember. 

Wake Up Homestay



Jalan Gandekan Lor no. 44, Sosromenduran, Yogyakarta
Rate: start Rp. 102.000
Telephone : (0274) 514762
Website : http://wakeuphomestay.com

Click Here to Read MoreWake Up Homestay Jogja, Hotel Murah dan Nyaman Buat Para Backpacker