Monday, May 22, 2017

Paras Paros Marina Lodge, Menghabiskan Sore di Pulau Serangan

paras paros, paras paros marina lodge, pulau serangan bali, pelabuhan di bali, cafe di serangan, cafe di denpasar, rekomendasi bar di bali, hotel untuk backpacker di bali, hotel di denpasar, hotel murah di denpasar,  hotel murah di bali,
Image taken by Winda Carmelita

Another story of my short-vacation in Bali, January 2017.

Salah satu tempat yang saya datangi ketika liburan bareng sepupu-sepupu ke Bali bulan Januari 2017 yang lalu adalah Paras Paros Marina Lodge. Mbak Ika, sepupu saya, semangat banget ke tempat ini karena ngelihat foto-fotonya di Instagram yang bagus-bagus pake banget. Penampakannya dari foto-foto itu adalah sebuah cafe dengan rooftop bar yang menghadap ke pelabuhan kecil Pulau Serangan. Ada yang bilang, Paras Paros ini layaknya Santorini-nya Pulau Bali deh.

paras paros, paras paros marina lodge, pulau serangan bali, pelabuhan di bali, cafe di serangan, cafe di denpasar, rekomendasi bar di bali, hotel untuk backpacker di bali, hotel di denpasar, hotel murah di denpasar,  hotel murah di bali,
Image taken by Winda Carmelita

Jalan masuk ke Pulau Serangan ini sebetulnya nggak susah. Tapi kami sempat nyasar juga. Agak susah untuk parkir karena Paras Paros ternyata letaknya cukup nyempil di sebuah perkampungan. Kami cukup amazing melihat Paras Paros nyatanya nggak segede yang ada di bayangan kami. Bahkan kami baru tahu kalau Paras Paros bukan sekedar cafe saja lho, tapi lebih ke semacam penginapan buat para backpacker.

Memasuki Paras Paros memang berasa banget suasana marine-nya. Didominasi warna putih dan biru, bikin tempat ini sangat Instagramable. Nggak heran sih kalau ketika saya bertandang ke tempat ini kemarin, lagi rame-ramenya anak-anak SMA yang melakukan sesi foto buat yearbook. Agak menyebalkan juga sih, karena ketika kami mau foto eh diusir sama mereka katanya ngehalangin mereka berfoto. Padahal kami fotonya jauh dari area mereka, cuma mungkin 'bocor' aja. Tapi ya kami merasa nggak sopan aja sih diusir-usir gitu, toh kami fotonya cuma dua kali jepret. Nunggu bentar napah ya .____.

Baca Juga: Nge-Brunch Tenang dan Santai di Livingstone, Seminyak

Di lantai satu ada kolam renang dengan bean bag chairs. Sementara di lantai dua dan tiga adalah kamar-kamar penginapan. Rooftop barnya sendiri terletak di bangunan paling atas. Untuk mencapainya, ngos-ngosan, Sodara-sodara. Faktor usia dan kurang olahraga kebanyakan makan sih hahahhaak ...

paras paros, paras paros marina lodge, pulau serangan bali, pelabuhan di bali, cafe di serangan, cafe di denpasar, rekomendasi bar di bali, hotel untuk backpacker di bali, hotel di denpasar, hotel murah di denpasar,  hotel murah di bali,
Image taken by Winda Carmelita

Begitu sampai di rooftop, too bad kami nggak dapat sunset karena mendungnya gila-gilaan. Agak kecewa sih karena tanpa sunset, pemandangannya jadi kumuh. Saya juga nggak tahu kenapa kok dari atas rooftop ini kecium bau sampah yang menyengat. Memang sih di belakang Paras Paros ini ada pasar, tapi nggak nyangka juga bau sampahnya sampai begitu.

Niatan kami menangkap sunset jadi sia-sia deh. Saya juga gagal dapat foto-foto di sini karena kurang cakep aja sih. Mana habis throwing-up, jadi masih lemes dan malas ngapa-ngapain kecuali ngebir *halah!*.

paras paros, paras paros marina lodge, pulau serangan bali, pelabuhan di bali, cafe di serangan, cafe di denpasar, rekomendasi bar di bali, hotel untuk backpacker di bali, hotel di denpasar, hotel murah di denpasar,  hotel murah di bali,
Image taken by Winda Carmelita
Untuk urusan makanan, sempat cicip spicy noodlesnya yang ternyata enak. Sayangnya nggak kefoto :") Sisanya kami cuma minum-minum saja karena sudah berencana nggak bakal lama di situ, mau pindah ke tempat lain yang lebih nyaman.

Satu hal yang saya komentarin dari suasana rooftopnya adalah playlist musiknya yang nggak banget. Mungkin maksudnya yang diputar lagu-lagu EDM, etapi kok malah jatuhnya muterin lagu house music bhahahhaa ... Saya dendam banget karena mereka muter lagunya OASIS ala-ala house music. Noel kalo denger bisa lempar cobek beneran nih :))

Baca Juga: Main-Main Sama Bola-Bola Bulu di Cat Cafe, Ubud

Karena keterbatasan foto keburu saya mabak-mabuk gak karuan, jadinya overview pemandangan di rooftop Paras Paros saya ambil dari websitenya.

paras paros, paras paros marina lodge, pulau serangan bali, pelabuhan di bali, cafe di serangan, cafe di denpasar, rekomendasi bar di bali, hotel untuk backpacker di bali, hotel di denpasar, hotel murah di denpasar,  hotel murah di bali,
Seharusnya bisa secantik ini, sedih deh :( | Image taken from here

paras paros, paras paros marina lodge, pulau serangan bali, pelabuhan di bali, cafe di serangan, cafe di denpasar, rekomendasi bar di bali, hotel untuk backpacker di bali, hotel di denpasar, hotel murah di denpasar,  hotel murah di bali,
Kalau suasananya tepat, bisa bagus seperti ini deh | Image taken from here

Mungkin Paras Paros ini bakal menyenangkan kalau didatangi saat cuaca cerah di sore hari. Oh iya, berhubung mereka sangat mengandalkan rooftop bar sebagai spot terbaiknya, Paras Paros ini bukanya dari jam 17.00 ya!

Paras Paros Marina Lodge
Jl. Tukad Punggawa No. 123, Br. Ponjok, 
Pulau Serangan, South Denpasar, Kota Denpasar, Bali 80229
Phone(0361) 8491718


Click Here to Read MoreParas Paros Marina Lodge, Menghabiskan Sore di Pulau Serangan

Thursday, May 18, 2017

Meski Kecil, Punya Taji: UMKM Makin Kreatif dan Go-Digital, Salut!

Brizzi, Bank BRI, Bank BRI karir, Bank BRI surabaya, JNE, HAKI, UKM, UMKM, kredit bank mandiri, BRI life, BRI syariah, rumah kreatif BUMN BRI, RKB BRI,
Ibuuu, mau beli yang mana ibuuu? | Image taken by @dininyas
Apa goalmu setelah mengantongi gelar sarjana atau master? Sebagian orang menjawab, "Pengen kerja di perusahaan A, perusahaan B ..." Nama-nama perusahaan yang besar, bergengsi. Salah? Enggak kok, sah bahkan sah banget punya harapan seperti itu. Namanya setiap orang pasti pengen meningkatkan taraf hidupnya menjadi lebih baik.

Tapi ada sebagian orang yang berbeda. Mungkin saya termasuk dalam golongan kedua yang merasa, goal yang sebenar-benarnya dari menempuh pendidikan tinggi adalah memiliki usaha sendiri. Kenapa begitu? Karena pola pikir yang sudah terbentuk semestinya sudah matang di tingkatan planning dan managing yang lebih kompleks, apalagi eksekusinya.

Lalu kamu sendiri apa sudah punya usaha sendiri? Belum. Saya sering ngobrol-ngobrol sama teman, ibu bos yang sudah kuanggap seperti kakak sendiri. Kami pengen banget bisa bekerja dengan kaki kami sendiri suatu hari nanti. Sudah ada bayangan sebetulnya tentang apa yang sekiranya bisa kulakukan seandainya harus berdiri di atas kaki sendiri. Tapi aku merasa hingga hari ini saya masih perlu 'belajar' banyak.

Sementara saya stepnya di step 'niat', memang di luaran sana banyak sekali orang yang sudah berani mengambil langkah berani dengan jadi enterpreneur. Walaupun baru usaha mikro, tapi setidaknya sudah berani maju 'perang' lah. Dan hal itu saya temukan waktu berkunjung ke Rumah Kreatif BUMN BRI sewaktu menghadiri press conference Parade UMKM BRI yang akan diadakan besok (19/5) sampai Minggu (21/5).

Brizzi, Bank BRI, Bank BRI karir, Bank BRI surabaya, JNE, HAKI, UKM, UMKM, kredit bank mandiri, BRI life, BRI syariah, rumah kreatif BUMN BRI, RKB BRI,
Image taken by Winda Carmelita
Rumah Kreatif BUMN BRI ini sebetulnya nggak asing buat saya, karena cukup dekat sama rumahku. Sepelemparan batu lah, tepatnya di Jalan Raya Langsep no. 2. Setelahnya Cybermall Dieng Plasa kalau dari arah Galunggung. Nah, tempat ini dulunya kalau nggak salah ingat semacam kantor something-nya BRI lah. Sekarang sudah diubah jadi lebih cakep, menjadi galeri produk-produk UMKM binaan Bank BRI sekaligus coworking space. Menyenangkan sekali ya~

Brizzi, Bank BRI, Bank BRI karir, Bank BRI surabaya, JNE, HAKI, UKM, UMKM, kredit bank mandiri, BRI life, BRI syariah, rumah kreatif BUMN BRI, RKB BRI,
Image taken by Winda Carmelita
Begitu masuk ke dalamnya, saya dibuat takjub karena tempatnya nyaman sekali. Di bagian depan ada ruang display, kemudian ruang tengah yang bisa dipakai untuk seminar kecil atau workshop. Ada beberapa segmen ruangan-ruangan kecil juga yang bisa dipakai untuk meeting kecil-kecilan. Sementara di bagian belakang ada mini bar dan ruangan indoor plus taman yang cocok buat cari inspirasi.



Barang-barang yang dipajang di Ruang Kreatif BUMN ini adalah hasil karya para pelaku UMKM di Malang. Super takjub melihat hasil karyanya, mulai dari makanan oleh-oleh, kerajinan tangan dari kayu, batik tulis, selimut, tas dan taplak dari kain perca, tas rajutan sampai gitar! Iya, gitar ukir handmade yang harganya bisa sampai puluhan juta dan diekspor ke luar negeri.

Brizzi, Bank BRI, Bank BRI karir, Bank BRI surabaya, JNE, HAKI, UKM, UMKM, kredit bank mandiri, BRI life, BRI syariah, rumah kreatif BUMN BRI, RKB BRI,
Image taken by Winda Carmelita
Teman saya berbisik, "Binaannya BRI ini memang nggak sebanyak lainnya, tapi lihat itu barang-barangnya bagus, Mbak Wind." Dan saya sepakat sama kata teman saya itu. Semua barang-barangnya benar-benar 'berkelas'. Saya naksir banget sama salah satu tas rajutan yang strap-nya dari kulit. Aduh, bagusnyaaaa! Sama tas lukis yang ini, kelihatan banget 'kan lebih elegan dan rapi sekali garapannya.

Brizzi, Bank BRI, Bank BRI karir, Bank BRI surabaya, JNE, HAKI, UKM, UMKM, kredit bank mandiri, BRI life, BRI syariah, rumah kreatif BUMN BRI, RKB BRI,
Image taken by Winda Carmelita

Brizzi, Bank BRI, Bank BRI karir, Bank BRI surabaya, JNE, HAKI, UKM, UMKM, kredit bank mandiri, BRI life, BRI syariah, rumah kreatif BUMN BRI, RKB BRI,
Image taken by Winda Carmelita

Brizzi, Bank BRI, Bank BRI karir, Bank BRI surabaya, JNE, HAKI, UKM, UMKM, kredit bank mandiri, BRI life, BRI syariah, rumah kreatif BUMN BRI, RKB BRI,
Image taken by Winda Carmelita

Brizzi, Bank BRI, Bank BRI karir, Bank BRI surabaya, JNE, HAKI, UKM, UMKM, kredit bank mandiri, BRI life, BRI syariah, rumah kreatif BUMN BRI, RKB BRI,
Image taken by Winda Carmelita
Ini cuma sebagian kecil dari yang besok bakal memamerkan karyanya di acara Parade UMKM BRI yang akan berlangsung di lapangan parkir Stadion Gajayana, belakang MOG. Akan ada lebih dari 122 tenant dari berbagai bidang usaha. Di hari Minggu, jumlahnya akan berlipat sampai 500++ tenant karena biasanya di hari Minggu di venue digunakan juga untuk pasar pagi.

Di acara Parade UMKM BRI yang bertema "UMKM Kreatif Berbasis Digital" nanti nggak hanya ada bazaar, tapi akan ada coaching clinic, kompetisi dan awarding. Workshop dari e-commerce juga ada lho, kerjasama dengan blanja.com karena tema tahun ini inginnya encourage para pelaku UMKM supaya go-digital. Begitu juga dengan workshop dengan pihak distribusi yang akan dibawakan oleh tim JNE. Selain itu, para pelaku UMKM juga bakal dibina soal HAKI dan perijinan. Dua hal yang nggak kalah pentingnya selain soal produksi.

Kalau saya sih selalu penasaran sama produk-produk UMKM ataupun UKM. Beneran karena barangnya unik-unik dan bagus. Walau sebagian harganya mahal, ya karena barangnya diproduksi handmade bukan massive seperti retail-retail. Tapi justru karena itulah antara satu barang dengan barang lainnya nggak bakal sama.

Brizzi, Bank BRI, Bank BRI karir, Bank BRI surabaya, JNE, HAKI, UKM, UMKM, kredit bank mandiri, BRI life, BRI syariah, rumah kreatif BUMN BRI, RKB BRI,
Image taken by Winda Carmelita
Penasaran? Dateng aja deh ke Parade UMKM BRI di Stadion Gajayana besok sampai dengan Minggu ya. Di gelaran acara sebelumnya di Semarang, acara serupa berhasil menghimpun dana s.d Rp. 88 Miliar dengan total pengunjung 7.000 orang lebih.

Nah, kalau nggak sempat datang ke acara besok, kamu tetap bisa berkunjung ke Rumah Kreatif BUMN BRI. Ajak temen-temen buat meeting di sini atau pun mengadakan workshop di sini. Salah satu alternatif co-working space yang mengakomodir komunitas dan industri kreatif Malang nih. Kabar baiknya ... Gratis! Tinggal registrasi saja atau ikuti info updatenya di Instagram @rkbmalang ya.
Click Here to Read MoreMeski Kecil, Punya Taji: UMKM Makin Kreatif dan Go-Digital, Salut!

Cara Upload Foto Instagram dari PC, Tanpa Pakai Aplikasi Apapun

Sebagai mantan mimin dan sekarang masih jadi mimin, problem yang belum terpecahkan adalah gimana caranya upload Instagram via PC. Ada sih caranya lewat aplikasi tapi harus pakai generator Android lah, apalah. Nah, itu bagi orang yang ogah repot kayak saya, jadinya malah ribet. Pernah sih install generatornya, tapi malah macet aplikasinya. Ngok!

Nah, di suatu pagi yang penuh dengan keputusasaan mengatur efektifitas bekerja, saya tetiba menemukan tutorial yang sangat cerdik dan menarik! Jadi sebetulnya kita bisa upload foto instagram dari PC, tanpa pakai aplikasi apapun. Jadi begini:

1. Masuk ke http://instagram.com *Kalau menerapkan cara ini, pakai browser Chrome ya

Instagram via PC

2. Tekan "Ctrl + Shift + I"
3. Di bagian bar kanan, cari ikon "Toggle Device Toolbar", klik yang aku beri bulatan merah


4. Cari pilihan drop-down list "Responsive". Di situ bisa kamu pilih tampilan mobilenya mau seperti apa. Misalnya "Galaxy S5"
Instagram via PC

5. Nah, sekarang tampilannya sudah mirip seperti Instagram di mobile. Klik ikon kamera di tengah bawah. Pilih fotomu, ketik caption, lalu klik "Share" deh!

Instagram via PC

Sudah terupload deh fotomu di Instagram lewat desktop. Guampang pol ya!

Sayangnya, cara ini masih belum bisa diterapkan untuk video. Tapi lumayan membantu banget lah ya cara ini buat para pekerja social media.

Masih nunggu-nunggu nih biar Instagram bisa dischedule :D Semoga tips singkat padat jelas ini membantu ya ...

Click Here to Read MoreCara Upload Foto Instagram dari PC, Tanpa Pakai Aplikasi Apapun

Wednesday, May 17, 2017

Antara Aroma Kopi, Suara Coffee Machine dan Produktivitas Kerja

capuccino, coffee shop, coffee kayoe, coffee kayu, coffee machine, coffe machine, dolce gusto, artotel, thamrin jakarta, andre harihandoyo, rain song, kopi, kopi tubruk, manfaat kopi, kopi hijau, biji kopi,
Image taken by Winda Carmelita
Ada teman saya yang bilang, "Daripada ke coffee shop, aku sih lebih milih ke mall." Tapi kalau saya sebaliknya. Yah, namanya juga preferensi masing-masing orang pasti berbeda. Kenapa saya lebih suka ke coffee shop? Karena ada keperluannya (sama halnya dengan teman saya yang keperluannya lebih banyak di mall, daripada sekedar duduk-duduk di coffee shop)

Saya suka sekali atmosfer mengobrol bareng teman, meeting atau bekerja di coffee shop. Tahu 'kan, suasana coffee shop itu unik: riuh, tapi santai. Saya pernah baca kalau ilmuwan Jepang menemukan hal unik bahwa riuhnya suara-suara nggak bermakna yang tercipta dari dentingan cangkir, coffe machine yang sedang bekerja dan kasak-kusuknya orang mengobrol, justru menstimulasi kinerja kreatif otak. Ya makanya nggak heran kalau coffee shop dipenuhi banyak orang yang bekerja selain orang yang cuma nyantai-nyantai nyeruput kopi. Makanya, kalau coffee shop nyetel lagu kencang-kencang itu pengen kugerus speakernya pakai cobek -___-

capuccino, coffee shop, coffee kayoe, coffee kayu, coffee machine, coffe machine, dolce gusto, artotel, thamrin jakarta, andre harihandoyo, rain song, kopi, kopi tubruk, manfaat kopi, kopi hijau, biji kopi,
Image taken by Winda Carmelita
Yah, kalau saya sih memang lebih 'mengejar' ambience dan momen ketimbang 'mengejar' hal-hal yang berhubungan dengan cuci mata dan belanja karena belanja yang membahagiakan bagiku adalah ke pasar, beli sayur :))


Meskipun saya lebih sering menghabiskan waktu ke coffee shop, tapi saya bukan penikmat kopi kelas kakap. Nggak seperti teman saya Sophia Mega yang menggandrungi kopi dan benar-benar mendalaminya (psst, she's so cool, masih muda sudah tahu passionnya apa, meet her on www.sophiamega.com!). Ngopi cuma seminggu paling satu-dua kali, tapi saya suka aroma kopi karena ... beneeer, efeknya menenangkan. Nggak sampai teradiksi karenanya kok.


Walau lebih memilih minum teh saat ini, saya gak menolak kok kalau disuguhi kopi. Dengan catatan, kopinya harus kopi hitam yang gulanya dipisah karena saya lebih memilih kopi yang masih berasa "kopi". Dulu sih waktu masih rajin begadang dan suka pening di pagi harinya, saya 'lari' ke kopi sesekali, makanya itu saya merasa kopi ala tukang alias kopi tubruk itu lebih manjur daripada kopi sachetan.

capuccino, coffee shop, coffee kayoe, coffee kayu, coffee machine, coffe machine, dolce gusto, artotel, thamrin jakarta, andre harihandoyo, rain song, kopi, kopi tubruk, manfaat kopi, kopi hijau, biji kopi,
Image taken from pexels.com

Pengalaman minum kopi "sachetan" yang sudah dicampur krimer dan sebagainya itu, ternyata nggak cocok di perut saya. Hiyaaah, aneh banget memang, padahal harusnya lebih mild ya. Kopi yang "kereng" malah bisa diterima, justru kopi yang "ringan" malah ditolak sama perut. Hmm, memang di perut saya pelihara Godzilla dua ekor, anak kost pula :))


Satu-satunya jenis perkopian selain kopi tubruk yang aman diterima sama perutku itu waktu saya sukses ngabisin 2 kapsul Dolce Gusto-nya Nescafe saat dalam kondisi malam sebelumnya menyiapkan presentasi buat workshop, kemudian besok paginya hujan super deras melanda Jakarta dan terjebak banjir di titik yang paling krusial yaitu di Thamrin (tepatnya di Artotel) dan ... saya nggak ngerti gimana caranya bisa pulang balik ke Malang dan hanya bisa ngowah-ngowoh di kamar hotel :")) Di saat itulah saya membunuh kegelisahan ditemani mesin Dolce Gusto yang saya sendiri awalnya nggak paham cara nyalainnya. Begitu bisa nyala, saya saking udiknya langsung bikin 2 cangkir kopi dengan bingung mau ngamuk ke siapa gara-gara tiket pesawat hangus dan hampir semua akses ke bandara ditutup mwahahahhaha ...

capuccino, coffee shop, coffee kayoe, coffee kayu, coffee machine, coffe machine, dolce gusto, artotel, thamrin jakarta, andre harihandoyo, rain song, kopi, kopi tubruk, manfaat kopi, kopi hijau, biji kopi,
Image taken from pinterest.com
Sejak hari itu, setiap ngeliat Dolce Gusto, saya selalu ingat bahwa saya pernah pada satu case kejadian nyata bahwa saya hampir saja jadi anak terlantar di Ibukota karena terjebak banjir :))


Nah, balik lagi ke pembahasan awal. Meski bukan penikmat kopi, tepatnya nggak mengkonsumsi kopi setiap hari, saya tetap suka ke coffee shop dan tetap bercita-cita punya coffee machine di rumah, bikin kopi buat saya sendiri (uhm, oke buat suami nanti kalau sudah punya), sore-sore ngopi sambil mendengarkan mini album Andre Harihandoyo & Sonic People "Songs for Rainy Days" ini.


Kalau kamu, suka ngopi nggak? Coffee shop mana yang menurutmu suasananya menentramkan banget?


Baca Juga: Sawasdhi Kha, Selamat Datang Black Canyon Coffee Malang!
Click Here to Read MoreAntara Aroma Kopi, Suara Coffee Machine dan Produktivitas Kerja

Tuesday, May 16, 2017

PR Besar Mengatur Waktu dan Menempatkan Prioritas

Masih sambungan dari tulisan yang kemarin

Bulan ini, setidaknya saya bisa bernafas lega karena pekerjaan-pekerjaan dan kegiatan di luar kantor lumayan berkurang. Terhitung sudah 1,5 tahun ini rasanya saya nggak pernah mengalami kelegaan tiap selesai jam kantor, karena masih ada hutang-hutang pekerjaan freelance yang menumpuk, ketemuan sama teman membahas pekerjaan, undangan-undangan dan kegiatan lain yang kesannya kayak "buang-buang tenaga tapi aku suka kok".

Tapi semuanya layak disyukuri ;)

Lelah secara fisik, pasti. Lelah secara pikiran, nggak juga sih. Mungkin lebih tepatnya bukan lelah tapi jenuh. Kebiasaan kalau sudah jenuh itu selalu terpikir untuk menunda-nunda pekerjaan dan kabur sejenak, tapi kok sejenaknya ini jadi keterusan. Misalnya nih ya, harusnya besok itu ada tanggungan 2 tulisan. Karena seharian di kantor garapan banyak jadinya kepala ngukus. Diajak teman ngopi, hayuk-hayuk aja, rencananya paling jam 21.00 lah mentok nongkrong trus pulang garap kerjaan lagi. Eh, keterusan dong. Ngobrolnya nggak kelar-kelar, teman yang datang jadi banyak ... Jam 23.00 baru pulang udah ngantuk, langsung tidur.

Besoknya, saya merasa seperti Kaonashi keseret ombak kayak gini ... :')


Harus diakui, ini tahun-tahunnya saya lagi merasa sangat bergairah melakukan banyak hal. Lagi produktif-produktifnya layaknya ayam petelur. Makanya kalau mengeluh gara-gara banyak hal yang harus dikerjakan, kok merasa bersalah. Toh ya semua itu saya yang menciptakan sendiri, termasuk sepaket dengan ketidakdisiplinannya.

Seiring dengan itu, saya menyadari kalau mengatur waktu dan prioritas itu adalah PR terbesar yang seumur hidup harus dipelajari oleh semua orang di dunia ini. Iya, kalau hari ini saya harus belajar mengatur waktu dan prioritas soal kegiatan-kegiatan saya, nanti kalau sudah punya berumah tangga juga sama harus belajar mengatur waktu dan prioritas antara pekerjaan dan keluarga. Never ending learning lah.

Mengandalkan kekuatan ingatan aja ternyata susah banget. Ada keterbatasannya, terlebih karena saya orangnya mudah terdistrak. Akhirnya, saya 'menyerahkan diri' pada 'tangan-tangan tak terlihat' buat membantu saya mengatur waktu, prioritas dan serangkaian hal yang harus dikerjakan. 'Tangan-tangan tak terlihat itu' bukan demit ya, tapi:

Google Calendar


jam tangan, jam tangan wanita, jam tangan pria, jam tangan fossil, jam tangan original, jam tangan eiger, harga jam tangan, jam tangan lazada, google calendar, to do list, tips mengatur waktu, buku agenda, menghias buku agenda, kaonashi,
Image taken by Winda Carmelita
Saya pernah menghadiri 2 kegiatan sepulang kantor. Di tengah perjalanan pulang ke rumah dari kegiatan terakhir, saya kok ngerasa ganjal. Tapi kuteruskan aja pulang. Eh beneran, ternyata ada janjian lagi sama orang di tempat ketiga -_______-" Jadi sungkan, untungnya orangnya nggak nungguin huhuhu .. Sejak saat itu, setiap kali ada acara yang harus dihadiri, langsung kutulis di Google Calendar dan set remindernya.

Buku Agenda


jam tangan, jam tangan wanita, jam tangan pria, jam tangan fossil, jam tangan original, jam tangan eiger, harga jam tangan, jam tangan lazada, google calendar, to do list, tips mengatur waktu, buku agenda, menghias buku agenda, kaonashi,
Image taken by Winda Carmelita
Ternyata Google Calendar saja nggak cukup. Buku agenda akhir-akhir ini jadi senjata saya buat menulis to-do list harian. Meskipun 'aku-anaknya-digital-banget', tapi rasanya kurang sip kalau to-do list harian itu nggak ditulis. Beneran lho, menulis itu memang senjata untuk mengingat yang paling baik, ketimbang mengetik.

Pakai Jam Tangan


jam tangan, jam tangan wanita, jam tangan pria, jam tangan fossil, jam tangan original, jam tangan eiger, harga jam tangan, jam tangan lazada, google calendar, to do list, tips mengatur waktu, buku agenda, menghias buku agenda, kaonashi,
Image taken by Winda Carmelita
Kalau yang ini, mungkin relatif sih. Tapi buatku terasa banget lho perbedaannya. Sejak jam tangan original warisan Mama mati total dan (saat itu) belum beli penggantinya, saya cuma mengandalkan lihat jam dari smartphone. Padahal sama-sama fungsinya untuk penunjuk waktu, tapi jam tangan itu menurutku lebih simpel dan minim distraksi. Apalagi kalau pas lagi nyetir motor, 'kan nggak mungkin ngelihat smartphone. Tinggal lirik pergelangan tangan aja. Kalau lihat jam di smartphone itu, habis lihat jam suka tergoda buat buka-buka apps socmed. Ndak kelar-kelar malahan :|

Tiga senjata itu lumayan membantu saya mengatur kegiatan harian. Tapi tetap, tiga senjata itu nggak bakal berguna kalau tetap nggak disiplin, gampang keslimur dan nggak bisa mengatur prioritas dengan baik.

Baca Juga: Tentang Jam Tangan: Modelnya, Harganya Atau Prioritas Waktunya?

Huaaah! PR-ku lumayan juga ya. Ada yang mau bagi pengalaman nggak gimana caranya mengatur waktu waktu dan menempatkan prioritas?

Click Here to Read MorePR Besar Mengatur Waktu dan Menempatkan Prioritas