Saturday, April 22, 2017

Build Your Online Presence #1: Memperluas Reachability di Social Media

3 tahun yang lalu, secara impulsif saya tiba-tiba jadi rajin menulis di blog ini. Setelah melongok tabungan, saya memutuskan untuk membeli domain .com untuk blog saya. Yah, ada yang berkomentar, "Halah, sok amat sih, di .com-in segala. Situ artis?" Wah, padahal nggak segitunya sih, saya cuma pengen punya kenang-kenangan akan keberadaan saya di dunia maya. Itu saja.

Siang ini saya membaca data dari Newsroom Facebook yang menyebutkan, per Desember 2016 lalu jumlah pengguna Facebook ada 1,86 milyar users di seluruh dunia. Sementara pengguna Instagram ada 600 juta users per Januari 2017. Twitter, yang lebih dulu hadir daripada Instagram, harus berpuas di angka 318 juta users per kuartal ke-4 2016. Tapi, tetap, jumlah users yang sangat banyak, membuat kita berasa cuma debu di telinga Horton si Gajah ya?

Hears whooo? | Image taken from giphy.com

Jutaan users itu 'memaksa' kita untuk punya karakter supaya mudah ditemukan. Waduh, kok berat Wind? Nggak usah kejauhan mikirnya, karena sebetulnya kita bisa memperluas reachability di social media dengan 3 cara ini:



Pilih ID/Username yang mudah diingat dan dicari

Beruntunglah yang punya nama asli unik, atau paling tidak nggak ada yang kembar dengan nama kita. Ternyata nama saya pun masih belum ada yang menyamai, jadi tidak susah buat saya untuk 'memarkir' username 'Winda Carmelita' di berbagai platform social media yang saya miliki. Tapi, kalau namanya tipikal nama sejuta umat, misalnya nih teman saya 'Sekar Arum' atau 'Riski Amalia', ada berapa ribu orang di Indonesia bahkan di dunia ini yang punya paduan nama yang sama? Wah, itu PR banget untuk mencari nama yang unik, mudah diingat dan dicari. Untuk poin ini, kita bolehlah mencontek Awkarin atau Anya Geraldine -- yang mana nama aslinya ternyata adalah Nur Amalina Hayati .. Hayoloh!

Seragamkan ID/Username di semua platform

Pernah punya pengalaman sebagai mimin yang harus tag-tag-in banyak band dalam suatu acara, bikin saya sempat ngos-ngosan kalau harus mencari username band-band pengisi acara di Instagram. Di Instagram, user ID-nya beda dengan yang di Facebook dan Twitter. Bahkan, hanya untuk tanda atau karakter seperti spasi atau titik (kalau di Instagram) yang berbeda antar platform itu sometimes bikin geregetan lho. 

Itu baru saya sebagai mimin. Lha ya apa kabar buat promotor musik atau event organizer atau anak-anak agency yang pengen mencari tahu profil seseorang, dengan tujuan akhir berbisnis. Pusing duluan Kak. Makanya itu, penting buat menyeragamkan ID atau username di semua platform supaya mudah dicari.

Cantumkan kontak bisnis yang jelas

Mengundang seseorang ke rumah, tapi nggak ditunjukin rumahnya di mana. Hampir sama seperti itulah ibarat mereka yang menjual jasa dan karya di social media tanpa memberi keterangan ke mana bisa menghubungi secara detil. Beberapa waktu yang lalu saya sempat mencari beberapa influencer di Instagram. Kebanyakan sudah mencantumkan kontak bisnisnya, baik pakai fitur IG for Bussiness maupun ditulis di bio. Tapi, masih banyaaaaak banget yang belum melakukan ini. 

"Kan gampang, tinggal dikomen aja, 'Boleh minta e-mailnya? via DM" Untuk selebgram-selebgram, dengan banjir likes dan comment bisa sampai ribuan setiap post, sepertinya kecil kemungkinan mereka aware dengan pesan-pesan yang masuk. 

Jadi, cantumkan saja kontak bisnis yang jelas dan biarkan mereka yang ingin bekerja sama denganmu menemukan dan menghubungi dengan mudah.

Baca Juga: Let Your Tweet Speak Your Music

Tulisan ini saya sampaikan berdasarkan pengalaman saja. Punya tips yang lain? Boleh banget, sampaikan saja di kolom komentar di bawah, nanti akan saya tambahkan di postingan ini :)

Bersambung ke part selanjutnya.

Tulisan ini merupakan bagian dari penyampaian materi Winda Carmelita untuk Record Store Day 2017 - Malang, 22 April 2017.

Tulisan terkait yang menarik lainnya tentang pentingnya menulis press release yang baik untuk musisi dari Samack : Assemble The Press Kit, Turn That Shit Up!




Click Here to Read MoreBuild Your Online Presence #1: Memperluas Reachability di Social Media

Friday, April 21, 2017

Sataychan, Sate Yang Bikin Mencak-Mencak

Kalau urusan makanan pedas, mungkin saya bukan ahlinya. Suka pedas sih, tapi nggak sampai yang menggilai, kayak teman saya, Mbak Nengbiker. Ukuran pedas buat saya sewajarnya, supaya rasa makanan lebih 'naik' aja, nggak berasa kaya makan jamu ((MAKAN JAMU)).

Tapi, ada saatnya saya benar-benar pengen coba kuliner pedas. Salah satunya adalah Warung Pedas Tangkilsari. Apa daya, banyak yang kadung tobat karena kepedasannya dan jauhnya dari Malang kota, makanya nggak mau diajak lagi ke sana. Apalagi itu Swedho dan Doyok dari Malangkuliner yang udah berangkat duluan, padahal janjiannya ke sana barengan dari tahun 2016 *nyalahin orang :)). 

Karena Tangkilsari belum terlaksana, saya cari-cari lagi referensi kuliner yang pedas, yang sekiranya bisa memuaskan keinginan saya untuk mengadu pedasnya sambal sama pedesnya omongan saya. Eh, dari beberapa waktu yang lalu 'kan ramai tuh sate Taichan ya, tapi saya belum nyoba. Padahal sempat ke Jakarta, kok nggak kepikir buat nyobain pionir Taichan yang di Senayan itu. Yawislah, saya coba yang di Malang aja walaupun bukan yang asli hehehe ..

Akhirnya, kemarin saya barengan sama Intan yang diimpor sejenak dari Jakarta ke Malang, ngendon di Sataychan, Jalan Besar Ijen, Malang. Ada beberapa pilihan sate berbahan dasar ayam yang ditawarkan di sini, antara lain Sataychan daging ayam, sate usus, sate kulit, sate telur puyuh dan sate cumi.

taichan, sate taichan, tai chan, sataychan, resep tai chan, resep taichan, resep sate, sate ayam, sambal ulek bawang, sambal bawang, resep sambal bawang, sataychan malang
Sate usus | Image taken by Winda Carmelita
Sataychan ini sederhana aja sih sebetulnya. Daging-dagingan dan jerohan tadi dibakar di atas arang. Kalau biasanya sate identik sama bumbu kacang, Sataychan (dan sate Taichan-Taichan-an lainnya) dilumuri dengan sambal ulekan yang ... pedasnya sumpah bikin mencak-mencak. Meskipun sudah dimakan sama lontong, yang mana asumsi awal saya, "Alaah, sambalnya cuma segini sama lontong pula, paling ya nggak pedes." Eh, begitu dimakan di tusukan ketiga, lidah saya sudah mulai joget-joget :|

Parahnya ya Sataychan ini semakin mau habis, pedasnya semakin menjadi-jadi (yaiyalah) tapi beberapa saat setelah suapan terakhir ... lho eh, pedasnya hilang dan berganti dengan ... "Yaampun, aku pengen nambah lagi T________T" 

Padahal ya rasanya cuma kayak daging ayam dan jerohan dibumbuin garam, dibakar trus dimakan sama sambal ulek bawang. Udah gitu aja. Dibilang enak, ya enak, tapi nggak yang uenaaaaaak banget gitu.

taichan, sate taichan, tai chan, sataychan, resep tai chan, resep taichan, resep sate, sate ayam, sambal ulek bawang, sambal bawang, resep sambal bawang, sataychan malang
Sataychan daging ayam | Image taken by Winda Carmelita
Barengan sama Sataychan, minumnya bisa pesan di Kopilogi yang terletak dalam satu area. Kemarin pertama kalinya sih saya duduk-duduk agak lama di Sataychan ini sambil menunggu teman-teman yang datangnya gantian macam orang besuk aja. Sebetulnya sih suasananya enak, berasa kayak di Warung Tenda tahun 2000-an. Cuma yang agak ganggu adalah pilihan playlist lagunya yang ndak menghibur sama sekali karena volumenya dikencengin. Begitu lagu yang diputar dari speaker dimatiin, eh datanglah pengamen lagu koplo yang nggak kalah berisiknya. Udah makanannya pedas, suasananya berisik. Komplitlah memicu adrenalin buat banting piring ahahhaah ... Saya dan teman yang duduk berdua berhadap-hadapan aja ngobrolnya sampai agak berteriak. Haus, Ibu-ibu ... Wassalam, luar biasa ~

Nah, melihat harganya, kayaknya saya bakal bikin sendiri deh macam sate-satean model begini. 'Kan modalnya cuma beli dada ayam sama bikin sambal bawang. Eh tapi mikir lagi sih, bakarnya gimana. Maklum pernah kejadian kayak gini:
Mama: (bakar-bakarin ayam bumbu rujak di dapur)Tetangga: Bu Freddy, Bu Freddy !!
Mama: Ya, Bu, ada apa?
Tetangga: (wajahnya panik ) Oalah, Bu, saya kira ada kebakaran lho, kok asapnya kemana-mana
Yak, sejak saat itu kami sekeluarga nggak pernah lagi bikin makanan yang dibakar-bakar daripada dihujat tetangga :))

Jadi kesimpulannya, apa ada rumah yang bersedia 'dibakarin'? Nanti saya yang bikin satenya deh!

Sataychan
Jalan Besar Ijen, Malang
Harga: Rp. 2.000 - Rp. 18.000
Jam buka: mulai jam 18.00
Instagram: http://www.instagram.com/sataychan

Click Here to Read MoreSataychan, Sate Yang Bikin Mencak-Mencak

Tuesday, April 18, 2017

Cuci Rambut Mewah Dengan Kerastase Discipline Bain Fluidealiste Shampoo


Ola!
Semoga kalian tidak bosan berada di blognya Winda Carmelita yang sungguh random. Kadang suka bahas makanan, kadang suka bahas perlenongan. Semoga nggak dicampur jadi makan perlenongan ya. 

Nah, kali ini, saya mau cerita soal rambut (lagi). Entah mengapa kok rambut saya ini aslik, nggak ada bagus-bagusnya. Bahkan saya merasa merawat wajah itu jauh lebih mudah daripada rambut. Selain karena teksturnya yang aslinya ikal bergelombang-suka-suka-elu-lah, rambut saya ini juga batangnya tipis-tipis. Jadi kalau smoothing-annya mulai luntur, makin berasa kering deh itu rambut saya.

kerastase, kerastase discipline, kerastase discipline bain fluidealiste shampoo, shampoo kerastase, kerastase discipline harga, kerastase discipline review, rambut kering, anti frizz shampoo.
Beberapa waktu yang lalu, saya mencoba mengganti shampoo saya dengan shampoo Kerastase range Discipline. Konon, range Discipline ini memang mengkhususkan diri ke perawatan rambut kering alias frizzy hair.

Dari ingredientsnya, saya baru tahu kalau ternyata Kerastase ini tidak menggunakan sulfate dan silikon dalam bahan-bahan pembuatnya. Buat sebagian orang, kedua bahan ini bisa menimbulkan alergi karena sifat sulfate dan silikon sendiri yang meski sudah dibilas, "residu"nya tetap akan menumpuk. Gitu katanya .. Tapi kalau saya sendiri sih nggak pernah ada masalah sama alergi terhadap kedua bahan ini. Hanya saja, beberapa waktu yang lalu saat perawatan peeling ketombe, sama pegawai salonnya disarankan untuk mulai pakai shampoo yang bebas silikon dan sulfate supaya kulit kepala bisa bernafas dan lebih sehat.

kerastase, kerastase discipline, kerastase discipline bain fluidealiste shampoo, shampoo kerastase, kerastase discipline harga, kerastase discipline review, rambut kering, anti frizz shampoo.


Balik lagi, kemasan Kerastase Discipline Bain Fluidealiste ini cukup bulky karena botolnya pendek dan gendut, berisi 250 ml. Tapi, suka banget sama warnanya kemasannya yang bikin shampoo ini kelihatan mahal (ya emang mahal T__T) meski botolnya terbuat dari plastik botol pada umumnya sih.

kerastase, kerastase discipline, kerastase discipline bain fluidealiste shampoo, shampoo kerastase, kerastase discipline harga, kerastase discipline review, rambut kering, anti frizz shampoo.

Aroma shampoo ini beda dari shampoo-shampoo kebanyakan. Setahu saya sih, shampoonya Kerastase memang aromanya nggak ada yang norak bin nyegrak gitu. Aromanya mewah, semacam aroma parfum mahal. 

Ketika diaplikasikan ke rambut, busanya standar saja sih, mungkin tidak terlalu banyak juga menghasilkan busa yah. Habis keramas juga nggak ada efek halus, memang karena silicon-free itu tadi. Tapi cukup oke karena shampoo ini setidaknya menolong rambut saya berasa lebih lembab meski hanya beberapa jam setelah keramas.

kerastase, kerastase discipline, kerastase discipline bain fluidealiste shampoo, shampoo kerastase, kerastase discipline harga, kerastase discipline review, rambut kering, anti frizz shampoo.

Barangkali karena kebandelan rambut saya, efek lembabnya shampoo ini tidak begitu terasa. Memang harus ditandem sama hairmask dan conditioner sih. 

Overall, kalau dari sisi aroma, saya suka banget. Dari sisi efeknya, biasa saja. Dari sisi harganya, bakal mikir-mikir lagi deh kalau mau beli karena ... mihil! Hehehe ..

Kerastase Discipline Bain Fluidealiste Shampoo
Harga: +/- Rp. 308.000
Beli di mana: di salon-salon di kotamu atau via e-commerce




Click Here to Read MoreCuci Rambut Mewah Dengan Kerastase Discipline Bain Fluidealiste Shampoo

Sunday, April 16, 2017

Resep Cah Kangkung Saus Tiram

Ola! Kembali lagi dengan postingan soal resep, semoga gak bosan ya. Akhir-akhir ini memang lagi suka-sukanya masak karena ternyata kok memasak bagiku justru jadi kind of therapy. Kalau hari libur dan gak ngapa-ngapain, pasti terpikirnya masak. Udah jarang pegang gitar pula (gak tahu ini kudu sedih apa seneng hahahahaha)

resep cah kangkung, cah kangkung saus tiram, tumis kangkung, saus tiram, tiram goreng, resep sop, resep tumisan, resep cah,
Resep Cah Kangkung Saus Tiram | Image taken by Winda Carmelita
Ketika menulis judul di atas, saya sempat sedetik mikir sih, benernya tumis sama cah apa sih bedanya? Kayaknya nih ya, kalau tumis 'kan nggak pakai kuah walau asat. Jadi mungkin lebih ke olahan sayur yang berminyak dan berbumbu. Sementara kalau cah itu sayur yang berkuah dan berbumbu. Lha 'kan kayak sop dong? Ah, entahlah, coba bantu jelaskan ke saya ya perbedaan di atas. Kita lanjut ke resep sederhana khas masakan rumahan ini yuk:

resep cah kangkung, cah kangkung saus tiram, tumis kangkung, saus tiram, tiram goreng, resep sop, resep tumisan, resep cah,


Bahan: (seperti biasa, gak pakai takaran ya dikira-kira saja)

Kangkung segar
Udang
Bawang bombay
Bawang merah
Bawang putih
Cabai merah besar
Cabai rawit
Saus tiram
Kecap asin
Gula
Garam

Cara Memasak:

  1. Cuci bersih udang, pisahkan kepala dan ekornya. Rebus kepala dan ekornya menjadi kaldu. Sisihkan
  2. Cuci kangkung di bawah air mengalir. Potong bagian batangnya dan pisahkan dengan daunnya. 
  3. Potong-potong bawang bombay memanjang.
  4. Rajang bawang merah, bawang putih, cabai merah besar, cabai rawit.
  5. Panaskan minyak dengan api sedang, tumis bawang merah kemudian bawang putih. 
  6. Setelah aromanya harum, masukkan bawang bombay, udang dan kedua cabai.
  7. Masukkan batang kangkung terlebih dahulu dan siram dengan kaldu udang. 
  8. Setelah batang agak lunak, masukkan daun kangkung. Tambahkan saus tiram, kecap asin, gula dan garam.
  9. Aduk-aduk rata dan koreksi rasanya. Jangan terlalu overcooked ya untuk kangkungnya. 
  10. Angkat, sajikan.
Cah kangkung saus tiram ini enak kalau kuahnya asin dan nggak terlalu berasa 'air'nya. Makan pakai nasi panas kebul-kebul dan ikan goreng. Juara!

Click Here to Read MoreResep Cah Kangkung Saus Tiram

Thursday, April 13, 2017

Menyederhanakan Hidup Tanpa Menyepelekannya

Image taken from pexels.com
This is a slice of my life

Sejak dari kapan tahun, saya merasa hidup saya cukup riuh. Kalau kata teman-teman saya, "Kamu sibuk terus sih." Ya bisa jadi 30 persen dugaan teman-teman saya itu benar: kesibukan membuat hidup saya jadi riuh. Tapi, saya pernah pada satu titik menyadari, hidup saya akhir-akhir ini bukan riuh ... tapi ricuh :)) Tergesa-gesa, tumpukan task dan beberapa hal yang harus dipikirkan dan diputuskan, membuat saya jadi orang yang grusa-grusu.

Contoh sederhananya adalah saya setiap hari sarapan dan makan siang sambil menghadap ke layar komputer. Ya nggak ada yang menuntut buat melakukan itu, tetapi saya lebih sering menjadikan kegiatan multitasking makan sambil kerja itu pilihan yang musti saya pilih. Bukannya saya membolehkan pekerjaan (dan 'pekerjaan') saya mengontol hidup sampai segitunya, tapi ya memang saat ini kondisi itu yang 'terbaik' yang bisa saya kerjakan untuk berlomba dengan waktu.

Dalam suatu sesi makan malam dan ngobrol ngalor ngidul dengan teman saya, Mas Astu, tiba-tiba tercetus soal, "Menyederhanakan hidup." Setelah puluhan sendok makanan yang habis ditandaskan dan perjalanan pulang ke rumah malam hari naik motor yang sungguh cocok settingannya seperti scene soliloquy film-film Hollywood, saya merasa apa yang bikin saya merasa gelisah sejak beberapa waktu ke belakang kemarin adalah karena saya belum bisa menyederhanakan hidup, walaupun sudah pernah mengatakan niatnya di postingan ini.

Baca Juga: Kita Semua Butuh Istirahat

Akhirnya saya menemukan sebuah tulisan apik dari Zenhabits ini. Pada dasarnya, menyederhanakan hidup itu valuenya akan berbeda-beda pada tiap orang. Ada yang memaknai "kesederhanaan hidup" itu dari sisi material dan ada juga yang memaknainya sebagai suatu tindakan mengeliminasi hal-hal yang terlihat bagaikan "tipuan" kesibukan dan waktu yang seolah tidak berujung. Kasarnya, mengeliminasi hal-hal yang tidak penting dalam hidup.

Hal-hal yang harus disederhanakan dalam hidup ternyata ada banyak sekali contohnya, mulai dari kebiasaan membeli-beli barang yang tidak perlu, membatasi pemakaian internet yang tidak begitu penting (alias stalking-stalking tak perlu, duh ini aku banget!) sampai menyederhanakan hidup sejak dalam pikiran.

Frugality is one of the most beautiful and joyful words in the English language, and yet one that we are culturally cut off from understanding and enjoying. The consumption society has made us feel that happiness lies in having things, and has failed to teach us the happiness of not having things.Elise Boulding

Menyederhanakan hidup bukan berarti menyepelekannya. Menyederhanakan hidup itu lebih ke arah memberikan sedikit ruang dalam kehidupan kita sehari-hari untuk menarik dan menghembuskan nafas, setidaknya lebih lega meski dalam sekali tarikan. Menyederhanakan hidup itu justru dengan rencana, bukan tanpa rencana. Menyederhanakan hidup itu menikmati apa yang kita punyai hari ini tanpa berlebihan dan membuangnya percuma.

Baca Juga: (Jangan) Merisaukan Hal-hal Kecil

Mungkin sulit pada awalnya. Saya pun masih belajar. Tapi ada satu cara yang menurut Zenhabits bisa dilakukan dengan mudah untuk menyadarinya:

Always ask: Will this simplify my life? If the answer is no, reconsider.
Click Here to Read MoreMenyederhanakan Hidup Tanpa Menyepelekannya