Politik Perasaan

5:58:00 PM

Sayang, aku tak paham pada paham-paham apalah yang kau anut itu


Aku kadang tak mengerti pada pikiran-pikiran dan tulisanmu tentang negeri kita


Kamu bilang negeri kita ini negeri bagaikan Coca-Cola.


Berbuih, menggelegak, tetapi sesungguhnya hanya air sirup belaka.


Duh, aku tidak mengerti. Bisakah kita bersantai saja di padang rumput ini, berhenti meracau tentang ketimpangan yang ingin kamu setarakan?


Sayang, kita kembali lagi berdebat.


Mengenai telur dan ayam, apakah langit itu benar-benar biru atau sebetulnya tipuan mata belaka, tentang alam semesta dan serpihan-serpihannya


Kamu utarakan teori-teori, susunan galaksi, unsur genetis, bla-bla-bla


Duh, aku tidak mengerti. Bisakah kamu mengulanginya lagi, atau menjelaskannya dengan bahasa manusia yang dapat dengan mudah kutangkap sembari aku memandangi garis wajahmu?


Sayang, maukah kamu duduk di sampingku.


Kita duduk bicarakan ini bersama, seperti pasangan kekasih yang lain.


Majulah dan beranikanlah dirimu untuk diikat dan terikat bersamaku, seperti keberanianmu menggebu-gebu berorasi memperjuangkan keadilan?


aku ingin kita bercinta dengan sederhana..

You Might Also Like

0 comment

"The Words is Mightier Than The Swords" - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)

Popular Posts

Blog Archive

Google+ Followers

Part of

Warung Blogger
Blogger Perempuan

Voucher Diskon 15% Zalora Indonesia

Voucher Diskon 15% Zalora Indonesia
Diskon 15% Zalora Indonesia