Sunday, November 17, 2013

Tentang S.I.Kom dan Indomie Goreng Cabe Hijau Triple

Yeah!
Akhirnya setelah 4 tahun sekian bulan mengenyam bangku kuliah (mengenyam itu harafiahnya kegiatan kaya gimana sih?) dan beberapa kali ganti judul skripsi, akhirnyaaaaaa .. Winda Carmelita lulus sidang komprehensif dengan nilai ... pssst .. :))

Kalau ada yang bilang nulis skripsi itu susah, tabok aja! Sebetulnya nulis skripsi itu gampang banget. Yang susah adalah cari literaturnya, cari informannya, cari dosennya, ujian sempronya dan paling jawara .. ujian komprehensifnya!

Ceritanya, dalam mengerjakan skripsi ini saya mengalami .. uhm, apa ya, kalau dibilang lebih banyak UJIAN-nya daripada COBAAN-nya. Pertama, saya mulai nyekripsi ini di tahun 2013, Februari 2013 tertulis surat tugas dari jurusan. Nah, bulan Februari itu Emak (Mamanya Mama) mulai sakit-sakitan. Sakitnya kaya pendarahan lambung gitu, namanya juga sudah umur ya. Jadi saya kebagian tugas kalau nggak ke kampus atau kerja saya nemenin Mama jaga Emak di RS (soalnya Mama juga sakit, stroke). Kalau nggak gitu, sore/malam giliran ke RS-nya sama Papa. Nah, bulan Maret Emak dipanggil Tuhan, sedih bangetngetnget. Belum selesai sedihnya, adiknya Mama, Tante Pink, meninggal 1 minggu setelah Emak meninggal karena pembuluh darah otaknya pecah. Nggak kebayang rasanya waktu itu Cuma butuh keajaiban dari Tuhan. 3 minggu setelahnya, Mama – yang dari kapanan sibuk ngurus Emak waktu sakit dan ke Jakarta buat ngurusin alm.Tante Pink – ikutan ambruk juga dan masuk RS 2 Minggu karena penyakitnya kambuh lagi. Wah, sama sekali nggak bisa mikirin skripsi. Boro-boro ya, mikir mau makan aja rasanya nggak nafsu. Isinya ngresula mulu sama Tuhan Yesus.

Sekembalinya ke rutinitas biasa, duor ! Metode penelitian saya ganti dua kali karena nggak cocok. Ya sudahlah. Eh, taunya begitu pra-penelitian di lapangan, duor, saya ditinggal informan, dari 9 orang ngilang jadi 4 orang. Buruknya, dari 5 orang itu, 2 orang kayanya ngeblock LINE saya, mungkin takut sih saya bakal laporin ke sekolahnya. Gerak cepat dong, langsung ke pembimbing dan Puji Tuhan saya diarahkan dengan baik, sabar dan intens dengan tema, judul dan metode penelitian yang baru. Jadi di bulan Juli, di saat teman-teman berlibur, saya buka tenda hampir tiap hari nongkrongin dosen buat bimbingan dan akhir Agustus 2013 saya seminar proposal dengan 20 biji teman-teman yang bisa datang karena hari llibur. Puji Tuhan, revisi minor dan bisa ke lapangan.

Begitu ke lapangan, rasanya mau nyerah, nggak semudah yang saya pikirkan di awal. Ternyata susah banget ngorek informasi apalagi kalau orang-orangnya apatis. Ngeeek! Padahal saya pernah jadi bagian dari mereka lho, tapi kok defensenya itu loh. Ya sudah, keinginan buat semaput musti ditunda, harus sadar sepenuhnya soalnya mau segera komprehensif akhir tahun ini. Dalam hati : “Ayo Wind, jangan berhenti, gini aja lho, ini tantangan Cuma kaya cemilan isi angin, ayooo!”

Sekembalinya dari lapangan, saya langsung nguebut-but-but mereduksi data dan menganalisa data. Plan saya sih, secepatnya menyelesaikan analisa biar punya waktu panjang sebelum kompre di season UAS nanti buat konsal-konsul ke dosen. Setelah beberapa kali konsul analisa data, datang ke Bu Widya dengan senyam-senyum kemudian Bu Widya bilang “Oke, Winda, silakan maju ujian kompre ya”. Reaksi pertama : HA? (ini kebiasaan buruk banget ya). Reaksi kedua: “Lho, saya boleh, Bu, maju kompre UTS ini?”. Begitu Bu Widya ngangguk rasanya pengen lompat dan guling-guling di kebun fakultas tetangga, tapi jaga wibawa ya hahahaha .. Akhirnya hari-hari berikutnya diisi dengan meyakinkan Pak Bambang bahwa saya layak buat maju kompre dan sudah mengantongi restu dari Bu Widya. Dan ternyata proses kedua ini take time banget … Akhirnya, H -1 sebelum pendaftaran ujian kompre ini ditutup, saya kesusu ngumpulin draft .. dan jackpot banget : saya ujian hari pertama, jam pertama (31 Oktober 2013, jam 08.00).

Pas hari H, jangan ditanya .. Saya pake acara nyasar di ruangan lain dengan manisnya setelah nyolok-nyolokin LCD dan sebagainya. 2 jam berlalu dengan .. nggak horror sebetulnya, tapi saya capek ngomong dan haus karena ditanya-tanya 4 orang tim penguji (Bu Dyan Rahmi, Bu Nufian, Bu Widya, Pak Bambang) wahahaha abisnya saya nahan nggak minum dari jam 07.00 biar nggak pipas-pipis terus kaya biasanya. Sekitar jam 09.45 saya selesai disidang dan disuruh keluar ruangan karena tim penguji akan menentukan hidup matinya saya sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi. Di luar, bukannya tegang, saya malah ketemu Jastin Miber alias Sekar Arum alias Nyum dan kami malah nggosip (as always). Sekitar jam 10.00 pas saya disuruh masuk sama Bu Dyan dan diumumkan bahwa saya …




LULUS!




.. tapi disuruh balik ke lapangan lagi ..

Hahahahaha abis dibilang LULUS tapi kemudian ada sambungannya ini, rasanya kaya klimaks yang anti klimaks. Sudah spaneng duluan nih mikir gimana balik ke lapangannya lagi. Eh, bukannya saya lulus ragu-ragu sih, tapi disuruh ke lapangan lagi soalnya tim penguji menilai ini masih bisa digali lagi dan ditemukan lagi.

Ya sudah, ndak apa-apa, pokoknya nilainya terselamatkan dengan baik lah. Hehehe.
Semoga segera menyusul teman-teman calon S.I.Kom :*

Sekeluarnya dari ruangan, saya disambut sama teman-teman seperjuangan Ilmu Komunikasi 2009 dengan berfoto-foto heboh dan … turun ke FISIPCorner dengan sambutan berupa usiran dari para makhluk hitam-hitam “Kon lapo ndek kene? Ngalih o Win, nggarai kemrungsung ae” (abisnya saya selama ini keliatan nongkrang-nongkrong mulu di Fiscor tapi temen-temen takjub begitu saya udah kompre -_-)

Pokoknya, intinya saya lega, saya bersyukur, akhirnya saya bisa melewati fase ini setelah banyak hujan badai yang menerpa, termasuk salah satunya saya .. anu .. patah hati dalam kisah ditinggal-meninggalkan ..

Dengan kelulusan ini, maka saya sepulang dari ujian, langsung meluncur beli Indomie Goreng Cabe Hijau 3 pak. Saya mau merayakan berakhirnya “akhirnya-hari-ini-terlewati-juga” dengan menyetel Celebration Day-nya Led Zeppelin dan makan Indomie Goreng Cabe Hijau 3 pak sampe kenyang dan bosen.

Tentang kenapa kok Indomie Cabe Goreng Hijau? Nanti akan saya ceritakan di postingan berikut-berikutnya.

Well, I can survive, as always :)


No comments:

Post a Comment

"The Words is Mightier Than The Swords" - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)