Wednesday, December 4, 2013

PSY dalam Manajemen Impresi 2.0


Mungkin Anda tidak semuanya mengetahui apa itu Gangnam sebelumnya. Namun Gangnam sangat terdengar gaungnya berkat sebuah lagu berjudul ‘Gangnam Style’. Video klip yang diunggah oleh akun ‘officialpsy’, di situs Youtube pada tanggal 15 Juli 2012 mencatat sebanyak lebih dari 200 juta viewers yang menonton video klip tersebut. Padahal baru hitungan kurang dari dua bulan video klip tersebut diunggah di situs berbagi video tersebut.
‘Gangnam Style’ kini telah menjadi fenomena. PSY atau Park Jae-Sang lah orang dibalik fenomena yang begitu mendunia ini. Ia adalah seorang seniman dan rapper yang membawa lagu serta tarian gaya naik kuda ini menjadi dikenal tanpa perlu orang-orang di luar Korea memahami isi lagunya.

Gangnam merupakan nama sebuah distrik di daerah Seoul, Korea Selatan, yang dulunya merupakan daerah gersang berisi rumah-rumah terlantar. Sementara saat ini Gangnam menjadi tempat yang dihuni oleh kalangan menengah ke atas. Mengapa daerah Gangnam menjadi begitu berubah, dari daerah yang tandus menjadi daerah yang begitu makmur? Hal ini dimulai sejak booming ekonomi yang dimulai pada era 1970-an. Dengan meroketnya harga apartemen pada awal 2000-an, para pemilik tanah dan spekulan menjadi pihak-pihak yang sangat diuntungkan. Sejak saat itulah orang-orang di daerah Distrik Gangnam menjadi kaya-raya dan berhasil mengubah daerah tersebut menjadi daerah dengan citra kelas menengah ke atas yang eksklusif dan glamor. Distrik Gangnam hanya dihuni 1 persen saja dari jumlah keseluruhan warga Seoul, tetapi jumlah yang sangat kecil tersebut didominasi oleh kaum elite dengan tingkat ekonomi yang tinggi.

Warga yang tinggal di distrik Gangnam banyak digambarkan sebagai kaum jetset kelas atas yang bergaya hidup mewah. PSY secara terang-terangan menunjukkan gambaran tersebut dalam video klip Gangnam Style. PSY menyindir berbagai gaya hidup warga Gangnam, seperti tampil cantik atau tampan dengan operasi plastik dan cara yang tidak masuk akal seperti berjalan mundur, memakai segala jenis barang mewah, dan berlatih yoga agar mendapatkan bentuk tubuh yang ideal. Semua gambaran pada video klip Gangnam Style merupakan refleksi apa yang benar-benar terjadi di distrik Gangnam.

Warga Gangnam (dan hampir seluruh wajah warga Korea) mengatur penampilan mereka, memilih kegiatan-kegiatan tertentu, berpakaian tertentu untuk menunjukkan pada kelas sosial mana mereka berada. Hampir kebanyakan citra tersebut tampak pada sajian hiburan yang berasal dari Korea. Video klip-video klip grup music K-pop banyak menampilkan perempuan-perempuan dengan tubuh ideal nan glamor. Seperti pernyataan Goffman, “… bagaimana orang dalam situasi sosial, mengatur penampilan, bicara, gerak tubuh untuk menampilkan kesan”, mereka rela mengeluarkan banyak uang dan melakukan berbagai bedah plastik agar dipandang menarik oleh orang lain.

Sementara demam K-pop melanda hampir di seluruh dunia dan pandangan banyak orang bahwa Korea dikenal sebagai Negara penghasil ‘boneka’, PSY muncul dengan musik dan gaya yang berbeda. PSY tampil dengan mengesankan dirinya sebagai orang yang jauh sekali dari gaya hidup berkelas warga Gangnam. “Saya tidak tampan, saya tidak tinggi, saya tidak kekar, saya tidak kurus,” kata PSY baru-baru ini di acara TV AS, Today[1]. PSY, dalam video-klip Gangnam menyindir habis-habisan gaya hidup warga Gangnam (dan warga Korea pada umumnya) yang seperti ‘boneka’. PSY membuka tabir citra yang dibangun warga Korea bahwa warga Korea adalah warga berkelas tinggi yang cantik dan tampan serta glamor dengan membongkar rahasia dibalik usaha mati-matian mereka untuk tampil mengesankan.

PSY berhasil menembus pasar dunia dengan kesan sederhana dan jujur yang ditampilkannya. Di sisi lain, sebenarnya PSY adalah seorang musisi dan seniman yang berbakat dari keluarga yang berkecukupan[2]. Dalam video klip Gangnam Style jika digambarkan dengan penggambaran dualistic view of self Korea:
Dualistic View of Korea

Sementara itu, yang dilakukan PSY dengan fenomena Gangnam Style-nya merupakan sebuah keuntungan bagi Korea (khususnya industri hiburan Korea), karena di tengah terpaan penampilan budaya pop Korea yang begitu seragam dan membosankan, PSY berani tampil berbeda dan memberi kesan ‘segar’ dengan parodi Gangnam-nya. Musiknya yang easy listening dengan membawa tarian khas gaya kuda yang lucu, mampu merebut hati orang-orang di seluruh dunia. Buktinya Britney Spears dan Josh Groban adalah dua artis dunia yang menirukan gerakan Gangnam Style dalam video yang mereka unggah ke Youtube. PSY telah berhasil menggunakan kekuatan internet dan viral marketing untuk membangun image dan membuka tabir pencitraan warga Gangnam! Cerdas!

 ____________________________


2] PSY, whose stage name stems from the first three letters of the word psycho, has always styled himself as a quirky outsider. But he is from a wealthy family and was actually raised and educated south of the Han River, near Gangnam. He’s an excellent dancer, a confident rapper and he’s funny, but another reason for his breakthrough could be that less-than-polished image (http://www.thejakartaglobe.com/lifeandtimes/what-gangnam-style-means-to-south-koreans/545294)

(Ps: ini sebetulnya adalah tugas kuliah di tahun 2012. Hanya mau share. Maafkan kalau sudah ketinggalan jaman hehehe)



No comments:

Post a Comment

"The Words is Mightier Than The Swords" - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)