Thursday, January 30, 2014

Tentang Galau, Pundi-pundi Emas Dan Mau Pergi Ke Bulan

Di dunia ini, (saya memang suka ngomong "di dunia ini"-_-) ada 2 hal yang bikin saya galau, yaitu: saya belum berani turun ke jalan (dalam hal naik kendaraan bermotor, bukan demo) dan galau masa depan. Apalagi untuk poin terakhir, untuk hal-hal seperti ini saya TOTALLY galau, lho. Bahkan lebih galau daripada masalah percintaan. 

Mungkin masih belum banyak yang tahu, saya sebetulnya pengen kuliah lagi (hiks). Sebetulnya kemarin saya sudah sempat dipanggil salah satu universitas swasta di Surabaya -- yang dengan suprisenya -- ternyata saya dipanggil sebagai applicant DOSEN DKV. Tetapi, satu-dua hal pertimbangan, akhirnya saya mundur. Salah satunya adalah ya karena saya masih S1. Ya, bisa sih sambil kuliah, tapi jarak antara tempat kerja sama kampus (seandainya saya jadi di sana) itu sangat jauh dan weekday saya harus ngajar juga. Kemungkinan saya bisa jadi rempeyek kalau jadi menjalankan rutinitas seperti itu. Sebetulnya sayang karena saya sudah sampai tahapan wawancara psikotes. Tapi ngga apa-apa, saya pikir Tuhan pasti punya rencana yang lebih baik setelah ini :)

Nah, sekarang saya kembali galau. Karena keinginan buat kuliah lagi itu makin menjadi-jadi. Sekarang saya sudah bekerja. Walaupun masih karyawan kontrak, paling nggak kalau saya bisa nabung dikit-dikit bisa buat bayar kuliah lagi lah. Permasalahannya adalah: saya kerjanya full-time. Satu-satunya universitas di Malang yang jurusannya linier dengan jurusan saya ada di Brawijaya (apakah saya harus balik kucing lagi ke sana? -_-), tapi di sana nggak ada kelas weekend. Alhasil, kemungkinan yang paling mungkin adalah: saya kuliah S2 di tempat lain yang punya kelas weekend dengan resiko ilmu saya nggak linier *gantung diri pakai tali merang*.

... dan kuliah S2 di Brawijaya mahal. Oke sip thanks bye case closed hula-hula pergi ke bulan*

Jadi, setelah browsing-browsing saya ketemu universitas swasta di Malang sini yang jurusannya lumayan saya tertarik: Manajemen Pendidikan. Tapi ya itu, nggak linier. Resiko keilmuan yang nggak linier katanya susah untuk mengajar (jadi dosen). Kalau saya udah S2 lalu susah bekerja, lha terus gimana to ya? *galau maneh*. Mungkin saya harus lebih intens lagi cari info tentang ke-linier-an dan tentang Manajemen Pendidikan ini ya. Soalnya masalah linier-nggak linier ini masih rancu, infonya beda-beda.

Bersyukurlah buat teman-teman yang bisa sekolah lagi dengan mudah, maksudnya ada biaya dan waktu. Entah itu dapat beasiswa atau disubsidi orang tua hehehe plus punya waktu luang jadi bisa fokus sama kuliah dan tesis saja. Sekarang baru terasa bahwa cari uang sendiri, apalagi case-nya untuk kuliah lagi, itu berat. Nggak kebayang gimana perasaan dan capeknya Papa waktu banting tulang cari uang buat saya sekolah-kuliah dulu. Sekarang berhubung beliau sudah pensiun dan sudah berumur, giliran saya deh nggak beratin beban orang tua. Paling nggak, walaupun belum kasih apa-apa ke orang tua, saya nggak perlu merepotkan mereka. Hiks. *peluk Papa-Mama* *pas nulis paragraf ini kudu mbrabak*

Entah kenapa sekarang saya jadi fokus nyari pengalaman dan ngisi pundi-pundi emas saya. Rasanya cuma pengen berkarya, kerja, cari pengalaman. Biar pundi-pundi emas saya penuh, baik yang di kantong, tabungan dan di otak. Hahaha. Sementara teman-teman saya bingung pengen menikah, saya fokus ngisi pundi-pundi dulu, buat sekolah, bayar asuransi. 

Gitu. Gitu. Gitu. Gitu. Gitu.

Sepertinya saya harus menambah pundi-pundi emas saya. Soalnya saya tertekan akan pikiran saya sendiri. Kalau gini rasanya saya berasa pengen kabur jadi burung terus pergi ke bulan, deh!

Katanya sih gitu ...

No comments:

Post a Comment

"The Words is Mightier Than The Swords" - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)