Monday, October 27, 2014

Serunya Karantina Miss Internet Bali 2014 Bareng Vemale.com

"Wind, kalau kamu ke Bali Oktober nanti, bisa?"

Pesan whatsapp itu saya terima pagi-pagi dari Mbak Eva, 'emak' saya di Vemale.
"Wah, ngapain Mak? Liburan ta? Hahahaha!" jawab saya. "Hmmm, yo gak rek. Ada misi untukmu. Nanti kita ngobrol-ngobrol di kantor ya," kata Mak Eva. Ternyata pesan singkat di pagi itulah yang mengantar saya pergi ke Bali tanggal 21 - 23 Oktober 2014 lalu. My very first 'bussiness' trip experience yang luar biasa, kalau boleh dibilang.

Pergi ke Bali, barangkali hal biasa. Tapi pergi ke Bali, bertemu dengan orang-orang seru yang biasanya namanya hanya saya lihat di website atau forum plus kesempatan buat berbagai cerita di satu sesi kelas bareng 20 finalis Miss Internet Bali 2014 (dan menginjakkan kaki kebingungan di Bandara Ngurah Rai) adalah pengalaman yang superb banget buat saya!

1 bulan sebelumnya, sempat kekhawatiran muncul di benak saya saat Mbak Rita bilang saya diminta untuk jadi pembicara di kelas karantina MIB 2014 dengan materi seputar public speaking. Bicara public speaking, sedikit banyak saya punya bekal. Tapi materi ini saya kurang memahami betul. Kemudian e-mail penyelamat dari Mbak Citra Natasya datang. "Mbak Wind, lead class temanya Personal Branding Through Social Media ya." Langsung saya iyakan dengan semangat dan malamnya langsung saya bikin materi ajarnya.

Tapi kenyataan lebih sadis, karena selama 1 bulan sebelum acara, saya hampir tidak punya waktu untuk mengembangkan bahan ajar. Pertama, pekerjaan baru makin menggila dan saya sibuk mengatur sistemnya. Kedua, 2 minggu sebelum berangkat, amandel saya kumat lagi sehingga pita suara saya kena radang. Speechless, literally. Khawatir apa bisa saya nge-lead kelas dengan kondisi suara yang serak-serak sember. Akhirnya dokter jadi langganan kunjungan saya selama 2 minggu dan tawaran menyanyi saya tolak demi .. demi .. supaya suara saya kembali.

Nggak terasa, saya pun sudah duduk di Bandara Abdurahman Saleh, menunggu flight ke Denpasar jam 14.25 WIB. Dengan 1 backpack yang besarnya lebih daripada badan saya (ahahhaha), 1 tas ransel laptop dan 1 banner, saya check-in. Ayah saya yang waktu itu harap-harap cemas, bertanya "Kamu wis siap ta? Wis yakin?". Saya sebetulnya agak grogi sih, tapi saya jawab aja. "Wiiis .. Tenang, Pa." karena sebetulnya ketenangan kita adalah ketenangan orang tua juga 'kan? *ngeles*

Akhirnya sampai di Bandara Ngurah Rai. Singkat cerita, saya sudah sampai di hotel. Setelah mandi, Mas Yudha, panitia MIB 2014, menelepon saya dan mengabarkan kalau saat itu sedang berlangsung kelas koreografi. Saya langsung meluncur ke gedung sebelah. Eh, justru saya bertemu dengan orang-orang APJII (Asosiasi Pengusaha Jasa Internet Indonesia). Ada Pak Arnold (yang ternyata alumni SMA Hwaind), Pak Sigit Widodo dari PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia) sekaligus dosen ilmu komunikasi UMN Jakarta. Bersama beberapa orang lain dari kepanitiaan, kami ngobrol-ngobrol sambil makan malam. Banyak hal yang kami obrolkan dengan seru, mulai dari infrastruktur internet hingga cerita bagaimana Jokowi dan people powernya yang luar biasa. Serunya obrolan akhirnya harus diakhiri karena jam sudah menunjukkan 23.00 WITA dan besok kegiatan akan kembali padat.

Welcome!

Keesokan harinya, saya sempat ikut 2 kelas karantina, yaitu kelas yang di-lead oleh Pak Sigit. Kelas ini membahas tentang pentingnya nama domain dan seputar PANDI. Kelas kedua yang saya ikuti adalah dari John Robert Power tentang bagaimana bersikap yang baik di depan publik. Jam 16.30 giliran saya masuk kelas. Well, beberapa kelas yang sebelumnya diampu oleh pakar-pakar professional. Sementara saya, background saya tentang materi ini hanyalah otodidak. Yowis, dengan percaya diri saya perkenalkan diri saya (dan sempat bingung antara panggilan Ibu atau Kak, akhirnya saya minta dipanggil Kak aja. Wong beda umurnya cuma 1-2 tahun sama para finalis :p).

Kelas pun dimulai. Pertama, saya tunjukkan foto beberapa orang yang beken di social media, termasuk si fenomenal DIJAHYELLOW. Ternyata para finalis justru tertarik sama fenomena si Hodijah lho. Kemudian saya bercerita tentang kenapa sih personal branding di social media itu perlu? Disambung dengan obrolan tentang bagaimana menjadikan diri kita sendiri sebagai 'company' yang layak di'jual' di social media. Terakhir, materi penting yang justru diminati banget adalah mengelola personal branding melalui penggunaan internet yang bijak. That's the biggest point!

Ngobrol tentang Dijahyellow, bisa jadi seru banget!

Para finalis ternyata punya banyak cerita seru lho. Mulai dari finalis bernama Putri yang menceritakan kesuksesan rekannya yang awalnya cuma main gitar di kamar kemudian punya band bernama Banda Neira (my favourite band!) dan kini terkenal. Atau finalis bernama Ayu yang gara-gara foto-foto di Instagramnya, bisa ketemu sama Dian Pelangi dan saling follow di Instagram. Atau justru pengalaman seorang finalis yang pernah jadi korban fitnah di social media.

20 Finalis MIB 2014 yang cantik dan cerdas.
Keseruan itu pun berakhir karena para finalis harus menuju ke kelas berikutnya. Sebelum berakhir, kami foto bareng. Para finalis pun antusias pengen nampang di Vemale.com, baik dalam tulisan maupun foto. Voila, Girls, this is us in vemale.com ;). Terlihat bahwa para finalis ini punya ketertarikan dan yang penting adalah kepedulian yang begitu besar mengenai dunia internet dan perkembangannya di Indonesia. Bukan hanya perkara infrastruktur, tetapi lebih dalam lagi soal etika dan kesiapan bangsa Indonesia dalam menggunakan internet. Ya, bicara soal pengaplikasian soal teknis itu lebih mudah daripada mengubah perilaku dan menanamkan tanggungjawab dalam menggunakan social media, bukan?

Sayangnya, tanggal 23 Oktober 2014 saya harus bertolak ke Malang. Pagi harinya saya masih sempat mencicipi pantai Kuta dan nasi kuning seharga Rp. 4.000-an yang enak banget (meski belum sempat mencicipin Nasi Bali plus babi-babinya yang nikmat itu). Bertolak ke Malang, dalam penerbangan saya merasa puas. Tambah pengalaman, tambah pertemanan, tambah experience bepergian sendiran. Akhirnya, dalam perjalanan saya ditemani oleh lagu The Smiths favorit saya "So, please, please, please, let me let me get what I want this time ..." dan sebuah buku otobiografi Morrissey yang saya temukan di toko buku bandara sebelum pulang.


*update: Ge Surya menjadi pemegang mahkota MIB 2014, lho. Congratulation! Semoga bisa menjalankan misi dengan baik :) http://www.vemale.com/hot-event/74917-selamat-atas-terpilihnya-ida-ayu-surya-sebagai-miss-internet-bali-2014.html

15 comments:

  1. lanjutkan win. ini juga salah satu personal brandingmu!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Mbak Neng *traktir fosco* :))

      Delete
  2. menyenangkan ya, bisa bertemu orang2 yg berpengalaman di ITE

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar, ini menjadi pengalaman tak ternilai. Makasih sudah berkunjung yaa :)

      Delete
  3. Kereeeen, achievment yang membanggakan.
    Setuju sama Nengbiker, ini personal branding.
    Eh, aku mau dong materi ajarnya buat diri sendiri :D *seriuslho*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mak Injull waaaa makasih hihihi boleh mak, aku japri ya di FB ;)

      Delete
  4. Replies
    1. Iya Mak, ini nih duta-dutanya internet sehat ;)

      Delete
  5. Keren mba. kapan2 bisa sharing2 dengan saya tentang personal brandingnya gak, sapa tau itu bisa meningkatkan blog saya juga mba :)

    Ini kunjungan perdana saya mba, salam kenal ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah boleh mas, seneng kalo bisa tuker-tukeran ilmu yaaa. Saya kunjungin balik ;)

      Delete
  6. Waaah, makin keren aja kamu, Wind. Pingin belajar Public Speaking juga sama kamu.

    Btw, kamu masih di Malang gak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih, masih! Kamu di Malang kah, Mak Idah?

      Delete
  7. windaaaa ihh... ternyataaa mak josss tenannnn looo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaaaah Kapin lohhh.. aku dimekapin dong kapin biar cetar lek tampil hoahahahha

      Delete
  8. Salam kenal mba Winda...
    Personal branding lagi menjura nih, ajarin dong mba :)

    ReplyDelete

"The Words is Mightier Than The Swords" - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)