Thursday, January 8, 2015

#HelloWINDxWeekend Napak Tilas Kota Malang : Tugu, Tarekot dan Pasar Splendid

23 tahun hidup di kota Malang, tidak pernah terasa bosan hidup di sini. Memang, sekarang Malang mulai macet. Justru karena macet itu, jalan kaki bisa jadi alternatif kegiatan yang menyenangkan. Di saat orang-orang frustrasi dengan wajah-wajah suntuk akibat macet, berbahagialah kita yang bisa melenggang puspita jalan kaki :D

Kalau sedang tidak mengerjakan apapun di hari libur, saya ambil sepatu jogging kesayangan dan keluar rumah. Kali ini tujuannya adalah ... napak tilas! Berangkat jam 5.30-an dari rumah saya yang letaknya tidak jauh dari jalan Ijen.

Rute pertama adalah ke Pasar Splendid atau orang Malang biasa menyebutnya Pasar Burung. Jaraknya dari rumah saya kira-kira 15 menit lah, jalan kaki agak santai. Mulai dari yang unyu-unyu, misalnya kelinci sampai yang bikin nganga, misalnya tokek dan beruk, semuanya komplit ngumpul di pasar ini.


Memasuki kawasan aneka satwa.
Seperti biasa, ke tempat ini saya selalu mengalami pergolakan batin. Penyebabnya nggak lain nggak bukan adalah ... kelinci. Entah saya kok punya keterikatan batin yang begitu kuat sama hewan paling kiyut se-alam semesta ini. Akibatnya, galau lah. Pengen beli satu, tapi gimana bawa pulangnya yah secara jalan kaki gitu. Kalau kelincinya pipis di tengah jalan, wahahahaha ... gimana dong! Akhirnya, saya foto-foto dan elus-elus aja deh, belinya besok-besoknya (tapi sampai hari ini belum juga beli). Tapi akhirnya kepikiran dong ah sama yang putih kupingnya pink dan yang coklat ngadep belakang bulunya jigrak itu .__.

Pengen bawa pulang semuamuamuanya!
Menembus dari Pasar Splendid, kita bisa ke Tarekot atau Taman Rekreasi Kota. Tarekot ini milik Pemkot Malang, letaknya pas di belakang Balaikota. Masuknya gratis lho, kalau hari Minggu ada acara aerobik bersama juga. Wuih, rame banget! Tapi saya lebih suka ngiter-ngiter di sini soalnya tempat ini memelihara berbagai hewan-hewan gitu.

Pertama masuk tempat ini, kita akan disambut sama kandang super besar berisi macam-macam unggas. Since saya nggak begitu bagus hafalan nama-nama hewan yang kurang umum, pokoknya di dalam sini ada banyak burung dan unggas. Misalnya ada ayam mutiara, sepertinya juga ada bangau, pastinya tak ketinggalan keluarga bebek-bebekan lengkap dari anak bebek, mama bebek, anak angsa, sowang dan sekerabatnya :D

Sepertinya ini ... bangau?


Kalau kata Katy Perry ini "I wanna see your peacock!"

Unggas yang satu ini susah banget difoto saking congkaknya.


Tidak jauh dari kandang besar, ada deretan kandang-kandang kecil. Sayangnya kandang kecil ini tidak sebersih kadang yang besar. Di sini ada burung kakatua, ada burung hantu, ada monyet juga kalau nggak salah ingat.
Ada Hedwig!
3 tahun lalu waktu jalan ke sini sama Putra, ada burung kakatua yang bisa ngomong "INDONESIA" kenceng banget. Nah, ini saya test kok nggak bisa ngomong INDONESIA ya? Hahahaha .. apa sudah ganti burungnya? Yah, secara dimana-mana wajahnya burung sama, jadi nggak bisa ngenalin :p

"INDONESIA!" yang kini sudah nggak Indonesia :')

Beranjak dari area tengah, saya melipir ke daerah depan dekat pintu masuk. Ada jalan turun berupa tangga yang agak curam. Di sana, kondisinya sangat memprihatinkan. Berbeda dengan area tengah, di bagian ini rupanya jarang didatangi oleh pengunjung. Beberapa hewan yang ditempatkan di kandang-kandang bawah ini adalah landak, burung merak (atau kasuari ya?), bekantan dan ada lagi hewan lain yang saya lupa apa saja. 

Jika kamu membayangkan landak di sini adalah hedgehog yang imut dan biasa dipamerkan di Instagram, melihat landak di tempat ini rasanya kamu nggak bakalan pengen memamerkannya di Instagram tapi bakal buru-buru buka kandangnya dan obatin mereka :( Bulu-bulu mereka rontok dan bahkan beberapa landak terlihat mengalami luka. Kondisi kandangnya bisa dibilang kotor dengan sisa-sisa buah dan sayur makanannya. Mereka bergerombol di pojokan, tampak tak nyaman dengan "rumah" mereka yang kotor. 


Bergeser dari kandang landak, kira-kira 3 meter, ada seekor burung kasuari di dalam kandang terbuka. Kandangnya hanya dipagari, sepertinya kandang ini dulunya adalah undakan tangga. Burung ini sendirian, kasihan .. Waktu saya dan Putra ke sini, kami sempat mikir, ada undakan tangga gini apa nggak bikin bahaya kasuarinya ya kalau jatuh (sempet mau ngomong keclek, tapi masak iya kasuari bisa keceklek ya?).


Melanjutkan perjalanan, saya keluar dari Tarekot menuju ke monumen Tugu. Cuma 3 menit dari Tarekot, saya disambut dengan tugu yang gagah dengan terpaan sinar matahari yang hangat. Awan cukup bersih, hari itu sangat cerah :)

Gagahnya monumen Tugu

23 tahun tinggal di Malang, baru kali ini saya memperhatikan bunga-bunga teratai yang menyebar di sekitar monumen Tugu. Menambah cantiknya tempat ini. Karena hari itu hari Minggu, pagi itu Tugu cukup ramai sama keluarga-keluarga muda dan orang-orang yang jogging :D

Saya selonjoran di kursi, buka botol air minum, leyeh-leyeh sebentar sebelum akhirnya kembali pulang mengakhiri perjalanan singkat pagi itu.


I'm easy like Sunday morning. Aaaa~ aaa~
Travelling nggak perlu mahal dan jauh, banyak spot di sekitar kita yang bisa dijelajahi atau dinikmati setiap detilnya. Jadi, mau kemana lagi kita ?

Trivia:
Tulisan yang ada di bagian bawah monumen Tugu adalah teks proklamasi. Sudah tahu belum? ;)

15 comments:

  1. kalao ga salah dulu ada kolam renangnya gak si? apa aku yang ngimpi dulu disini ada kolam renangnya -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyoh Ma, bener .. Hahaha .. Saking aku gak ke daerah bawah sono :p

      Delete
  2. Terakhir aku kesini tahun lalu mba...
    Walau sudah ramai, tetapi selalu menyisakan rindu yang sama..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aih Mak Tri, ke sini lagi Mak untuk menemukan rindu yg tertinggal :)

      Delete
  3. Splendid...aku lebih suka ke pasar bunga nya daripada pasar burungnya... :) kangen deh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah mak pernah tinggal di Malang? Iya, pasar bunganya bagus2, dan murah pula

      Delete
  4. aarrrkkkk kangen malangggg..q biasanya makan jaung di deket tugu mbak,kalau nggak makan di deket stasiun, kalau ngak nongkrong ngejus di serabi..masih ada g sekarang??q 7 tahun di malang,tahun 2011 baru meninggalkan malang huhuhu..terakhir tahun lalu main ke malang hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Serabi imut tah mak? Masih adaaaa~ Aduh kalo ke sini kabar2 mak, nanti aku dan mak Silvi akan menjamumu dengan tari topeng Malangan hahahahah

      Delete
  5. Malang memang menawan ya. Sayaaang, saya belum pernah ke Malang. Semoga suatu hari, bisa liburan ke Malang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin mak ety.. Siap-siap jaket kalo mau ke sini :D

      Delete
  6. Burung-burungnya banyak yang tak terurus kah?
    Benar, Winda, jalan-jalan nggak perlu mahal, yang penting hati senang dan bisa relaksasi sejenak dari rutinitas :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak Indah, banyak hewan, yang ngurus sedikit. Jadi banyak yg terlantar kasihan banget. Kabur kalo jauh-jauh nggak bisa mak, deketan aja dalem kota hihihihi

      Delete
  7. ahhhh kangen pengen ke malang, belum pernah main2 ke tugu ini :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaak, ke sini lagi Maaaak, tak anter ke Tugu mak :D

      Delete
  8. Perjalanan yang menyenangkan...

    ReplyDelete

"The Words is Mightier Than The Swords" - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)