Let Your Resume Speaks About You: 3 Kesalahan Di Awal Mengirim Lamaran Pekerjaan

5:03:00 PM


Setiap kali membuka lowongan pekerjaan di divisi saya (yang dulu), saya selalu kebanjiran banyak e-mail dari para pelamar-pelamar. Kadang sehari bisa sampai ratusan dan bisa dibayangkan betapa pusingnya membaca satu demi satu lamaran yang masuk. Karena di tempat saya bekerja hiring dilakukan langsung oleh leader/manager, ini jadi pekerjaan tambahan yang cukup menguras tenaga. Pasalnya, tidak semua e-mail yang masuk, layak untuk dibaca. To be honest, e-mail lamaran pekerjaan yang dikirimkan ke suatu perusahaan sesungguhnya hanya sepersekian persen saja yang dibaca hingga habis oleh sang perekrut. Sisanya, langsung diabadikan dalam kotak Trash. Sad, but true.

Meski 'kecil', suatu kesalahan membuat lamaran pekerjaanmu akan berkurang nilainya. Pengalaman saya, saya tidak akan melanjutkan membaca e-mail lamaran pekerjaan yang seperti ini:

TANPA SUBYEK E-MAIL

Jangan berpikir perekrut hanya menerima e-mail lamaran pekerjaan suatu divisi saja, pasti ada e-mail e-mail lain yang diterimanya dalam sehari. Menulis subyek e-mail itu membantu sekali agar sang perekrut notice itu adalah e-mail lamaran pekerjaan, bukan sekedar spam. Lha kalau nulis subyek e-mail saja malas, apalagi dikasih pekerjaan yang lebih berat? Kalaupun di info lowongan pekerjaan tidak diberi keterangan harus menulis subyek e-mail seperti apa, setidaknya bisa dikira-kira lah, misalnya : "Lamaran Pekerjaan PT. xxxx - Divisi Social Media - Winda Carmelita"

TANPA COVER LETTER

Lamaran pekerjaan tanpa cover letter itu ibaratnya ... seperti tidak pakai baju. Masih mending kalau attachment-attachment CV atau portofolionya outstanding. Lha ini, tanpa cover letter, CV acak adut, portofolio tidak disertakan. Buat saya pribadi, cover letter adalah resume dari CV dan portofoliomu. Kalau cover lettermu menarik, perekrut akan melangkah ke tahap selanjutnya yaitu membaca CV dan portofoliomu. Kalau cover lettermu nggak menarik, bye-bye~

CENGENGESAN

Okelah, tempat saya bekerja bergerak di bidang kreatif. Tetapi bukan artinya bisa dikirimin CV yang isinya cengengesan banget. Pernah ada kejadian (di divisi lain), pelamar mengirimkan cover letter yang sama sekali tidak resmi dan memanggil manager tersebut dengan sebutan "kamu". Lu kira kite temen-temen nongkrong lu di enggok-enggokan? Ada lagi yang menulis dengan bahasa tidak resmi seperti ini: "Jadi gini Mbak, aku pernah ngelamar di XXX juga, sebagai tim xxx. Tapi nggak diterima. Moga-moga kali ini aku diterima yach!". Yuk ya Sist, dadahbuhbyee~

Meski sederhana, minor mistakes ini bisa menunjukkan siapa dirimu lho. Perekrut bisa membaca seperti apa kamu, bagaimana cara kamu bekerja dari bagaimana lamaran kerja yang kamu kirimkan ke mereka. So, teliti lagi sebelum menekan tombol "Send" :D

Nah, ini pengalaman saya, apakah kamu punya tips lainnya?

* Psst, ini akan berlanjut ke part selanjutnya: Let Your Resume Speaks About You: Yuk Bikin CV-mu Outstanding !

You Might Also Like

17 comment

The Words is Mightier Than The Swords" - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)

Popular Posts

Blog Archive

Google+ Followers

Part of

Warung Blogger
Blogger Perempuan

Voucher Diskon 15% Zalora Indonesia

Voucher Diskon 15% Zalora Indonesia
Diskon 15% Zalora Indonesia