Sunday, January 3, 2016

Let Your Resume Speaks About You: 3 Kesalahan Di Awal Mengirim Lamaran Pekerjaan


Setiap kali membuka lowongan pekerjaan di divisi saya (yang dulu), saya selalu kebanjiran banyak e-mail dari para pelamar-pelamar. Kadang sehari bisa sampai ratusan dan bisa dibayangkan betapa pusingnya membaca satu demi satu lamaran yang masuk. Karena di tempat saya bekerja hiring dilakukan langsung oleh leader/manager, ini jadi pekerjaan tambahan yang cukup menguras tenaga. Pasalnya, tidak semua e-mail yang masuk, layak untuk dibaca. To be honest, e-mail lamaran pekerjaan yang dikirimkan ke suatu perusahaan sesungguhnya hanya sepersekian persen saja yang dibaca hingga habis oleh sang perekrut. Sisanya, langsung diabadikan dalam kotak Trash. Sad, but true.

Meski 'kecil', suatu kesalahan membuat lamaran pekerjaanmu akan berkurang nilainya. Pengalaman saya, saya tidak akan melanjutkan membaca e-mail lamaran pekerjaan yang seperti ini:

TANPA SUBYEK E-MAIL

Jangan berpikir perekrut hanya menerima e-mail lamaran pekerjaan suatu divisi saja, pasti ada e-mail e-mail lain yang diterimanya dalam sehari. Menulis subyek e-mail itu membantu sekali agar sang perekrut notice itu adalah e-mail lamaran pekerjaan, bukan sekedar spam. Lha kalau nulis subyek e-mail saja malas, apalagi dikasih pekerjaan yang lebih berat? Kalaupun di info lowongan pekerjaan tidak diberi keterangan harus menulis subyek e-mail seperti apa, setidaknya bisa dikira-kira lah, misalnya : "Lamaran Pekerjaan PT. xxxx - Divisi Social Media - Winda Carmelita"

TANPA COVER LETTER

Lamaran pekerjaan tanpa cover letter itu ibaratnya ... seperti tidak pakai baju. Masih mending kalau attachment-attachment CV atau portofolionya outstanding. Lha ini, tanpa cover letter, CV acak adut, portofolio tidak disertakan. Buat saya pribadi, cover letter adalah resume dari CV dan portofoliomu. Kalau cover lettermu menarik, perekrut akan melangkah ke tahap selanjutnya yaitu membaca CV dan portofoliomu. Kalau cover lettermu nggak menarik, bye-bye~

CENGENGESAN

Okelah, tempat saya bekerja bergerak di bidang kreatif. Tetapi bukan artinya bisa dikirimin CV yang isinya cengengesan banget. Pernah ada kejadian (di divisi lain), pelamar mengirimkan cover letter yang sama sekali tidak resmi dan memanggil manager tersebut dengan sebutan "kamu". Lu kira kite temen-temen nongkrong lu di enggok-enggokan? Ada lagi yang menulis dengan bahasa tidak resmi seperti ini: "Jadi gini Mbak, aku pernah ngelamar di XXX juga, sebagai tim xxx. Tapi nggak diterima. Moga-moga kali ini aku diterima yach!". Yuk ya Sist, dadahbuhbyee~

Meski sederhana, minor mistakes ini bisa menunjukkan siapa dirimu lho. Perekrut bisa membaca seperti apa kamu, bagaimana cara kamu bekerja dari bagaimana lamaran kerja yang kamu kirimkan ke mereka. So, teliti lagi sebelum menekan tombol "Send" :D

Nah, ini pengalaman saya, apakah kamu punya tips lainnya?

* Psst, ini akan berlanjut ke part selanjutnya: Let Your Resume Speaks About You: Yuk Bikin CV-mu Outstanding !

17 comments:

  1. terakhir bikin lamaran kapan ya aku, udah lama banget. kira-kira kalau skr bikin masih bisa gak ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pasti bisa Mak hihihi mak Lidya nggak usah kirim lamaran mah, buka lowongan aja ^^

      Delete
  2. Udh lama ngak update cv neh saya mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samaaa hihihi ayo Mak update CV *gandeng*

      Delete
  3. ini entah ya selalu terjadi sampai hari ini. entah ngga ada panduan menulis lamaran atau memang kemauannya asal-asalan. sampai gemes tujuh turunan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lha ya itu, padahal hal kecil loh tapi bisa nunjukin etos kerja seseorang ya

      Delete
  4. udah lama banget rasanya gak membuat surat lamaran kerja:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, berarti sudah settle dong Mak :D

      Delete
  5. Aku ngikutin yg diajarin guru sih, nggak pake akyu kamu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harusnya sih gitu ya Mak, tapi ah entahlah anak-anak ini *elus jenggot*

      Delete
  6. Setuju.. meski sy ga pernah berada di divisi yg menerima lamaran kerja, cover letter memamg serasa mewakili CV. Sy aja klo bikin letter itu bs berjam2 mpe bener2 bagus. Gak kebayang klo di bikin cengegesan. Kasian donk kami yg bikin berjam2 ini hiks..

    ReplyDelete
  7. Saya rasa format surat lamaran + CV juga harus diperhatikan, kadang ada perusahaan yang mewajibkan format harus PDF, atau Doc saja. Oh ya, ukuran file juga, kalau bisa jangan lebih dari 1 mb

    ReplyDelete
  8. Aih, saya punya draft tentang how to opitmize your CV agar dilirik oleh recruiter lho, tp masih pending, blm sempat lanjutin.

    Bener banget, hal kecil yg justru bikin fatal. Boro2 bisa masuk ke dlm shortlist ya, msk longlist aja ga akan, kalo seperti ituh, sok akrab dan cengengesan. Hehe.

    ReplyDelete
  9. ya ampun.. yg cengengesan itu..beneran? oAO

    suika-lovers.blogspot.com

    ReplyDelete
  10. Nah ini nih yang harus diperhatiin kalau mau kirim lamaran kerja :D

    ReplyDelete
  11. wahhh kereeen gan , jangan lupa juga beli lantai kayu di ane ya mak , ada diskonn

    ReplyDelete

"The Words is Mightier Than The Swords" - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)