Saturday, June 25, 2016

Semakin Dewasa, Mengapa Makin Takut Bermimpi?


quote dream

Satu hal yang saya rasakan dengan bertambahnya umur, selain badan tambah gampang capek adalah ... kita semua jadi takut bermimpi dan berimajinasi. 
"Pengen sih jadi anu, tapi aku nggak punya pengalaman gitu .."
"Iya, aku juga mau sih, tapi takut kalau nanti mengecewakan."
"Mau banget jadi itu, tapi udah umur segini mah udah telat"
Berapa di antara kita sering menggandeng kalimat mimpi dengan sanggahan? Saya salah satunya. Terlalu banyak yang dipikirkan dan merasa kemampuan diri tak cukup mumpuni. Belajar demi mengejar mimpi? Bisa sih, tapi ... Ah, baru saja saya menyanggah diri sendiri hehehe ..

Padahal, dulu ketika masih kecil, kita didorong untuk berangan-angan. Mau jadi apa? Semakin tinggi cita-cita kita, semakin bangga lah orang sekitar kita. Mana kita peduli kalau mau jadi dokter itu kuliahnya mahal banget, mana kita tahu kalau untuk jadi arsitek perlu mengorbankan jam tidur atau justru tidur di antara serakan maket-maket tugas akhir? Yang kita tahu, kita diperbolehkan berangan-angan tinggi, tanpa perlu memikirkan realita yang kemungkinan akan menghambatnya.

Nyatanya, kenyataan sering melempar kita pada desakan-desakan kehidupan dengan segala tuntutannya. Mimpi kita digerus secara ekonomis atau terjegal stereotip orang lain.
"Kamu 'kan gendut, mana bisa jadi pramugari."
"Cowok mah, jangan belajar make-up dong. Kurang cowok!"
"Main internet melulu, mau jadi apa kamu, mau jaga warnet doang?"
Entah kenapa, semakin dewasa seakan haram bagi kita untuk bermimpi. Padahal, menurut saya, mimpi itu yang membuat kita merasa hidup. Merasa utuh, penuh dan punya tujuan setiap pagi membuka mata.

Beberapa waktu yang lalu saya membaca tweet dari Mak Mira Sahid:




Saya pun tergelitik menjawabnya:




Mak Mira menjawab:




Banyak orang yang berpendapat sama dengan Mak Mira ^^ Hobi saya di dunia musik membuat banyak orang merasa itulah mimpi saja. Jadi penyanyi, mmm, bahkan untuk orang-orang yang menganggap keberadaan saya adalah 'ancaman', nyinyir dengan 'doa': Ngartis!

Kalau saja mereka tahu, mimpi saya sebetulnya adalah jadi astronot atau ahli perbintangan. Tapi mungkin kalau mimpi yang satu ini harus nunggu dapat undian dari NASA 'kali yaa hehehe .. But it's okay, mimpi itu gratis, jangan takut bermimpi ^^

Kalau saja mereka tahu, angan-angan saya tidak lah segemerlap itu.

Cuma road-trip ke Indonesia Timur, berhenti di pinggir pantai, duduk bersantai sembari membakar ikan dan minum bir dingin. Menanti matahari terbenam.

Itu saja. Tidak mewah dan muluk-muluk 'kan?

So, jika boleh bermimpi kembali, apa mimpimu yang belum terwujud? (Dan suatu saat ingin kamu wujudkan?)

7 comments:

  1. Ingin jadi ibu guru, seperti almarhumah Mama, semoga terwujud dengan punya PAUD atau TPA dan kalau bisa punya sekolah, pengen ngajar menulis :D

    ReplyDelete
  2. Sejak kenal blog, kepengen jadi blogger profesional, aaamiiinn :D Semoga kesampaian, biar bisa kerja sambil menjalankan hobi menulis. :)

    ReplyDelete
  3. Setelah dewasa, impiannya menyusut. Ngga jarang malah disandarkan di tembok yang dingin. :)

    ReplyDelete
  4. yang sama alami mimpi saya semakin dewasa, semakin nyata saja...hehhe

    ReplyDelete
  5. .." mana kita tahu kalau untuk jadi arsitek perlu mengorbankan jam tidur atau justru tidur di antara serakan maket-maket tugas akhir?"...

    Mbak ini iya bangettt lho mbak win..aku tidur sama serakan maket menjelang tugas akhir pas kuliah dulu ahahhaah, mbak win kuliah di jurusan arsitek jugakah? iya ya ketika kita cerita tentang mimpi kita di saat udah dewasa gini malah banyak komentar yang menyurutkan hati dan niat padahal bener tuh kalo mimpi yang bisa bikin kita semangat. Mbakk prestasinya banyak dan multi talentaaa..keep reaching your dreamm mbak windaa :).. we still worth to dream again :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi daku kuliah jurusan Komunikasi, Sist. Tapi tau banget teman-temanku banyak yg seperti itu dan tiap jurusan punya 'siksaan'nya masing-masing :p
      Semangat yaaa, nothing can stop us, no one can't stop us kalo kata Dipha Barus

      Delete
  6. Impian membuat kita punya TUJUAN dalam hidup. Impian yang menuntun kita untuk terus melangkah. Impian itu gratis!! Lalu kenapa tidak berani bermimpi besar?

    ReplyDelete

"The Words is Mightier Than The Swords" - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)