Single Mentality: Kamu Bangga Dengan Status Singlemu?

8:39:00 PM

Beberapa waktu yang lalu, pas saya lagi beli nasi goreng di dekat rumah, saya ketemu dengan teman kuliah saya. Kira-kira ada lah 3 tahunan kami gak ketemu, soalnya dia lulus duluan daripada saya dan saya lama gak dengar kabarnya selain setelah lulus dia langsung menikah.

"Lho, Winda! Yo opo kabarmu?" (Gimana kabarmu?)
"Lho! Hee ... Baik, baik. Kamu sama siapa? Dalam rangka apa ke Malang?"
"Iyo, aku pengen berlibur sama bojoku (suamiku), sama anakku juga. Kamu yo opo, Wind? Wis rabi a?" (Kamu gimana, Wind? Sudah menikah?)
"Wahahaha ... Yo belom, ngene-ngene ae kok aku." (Ya belum, gini-gini aja kok aku)
"Halah gapopo. Enak, Wind, sik bisa ngejar karir. Aku wis gak bisa ini, momong anakku 24 jam."
"Woalah ... Tapi 'kan seneng, wis menikah, punya anak. Komplit hidupmu."
"Iyo, sawang-sinawang, Wind. Kamu tetep yo gayane, jian gak berubah dari zaman kuliah. Tetep aktif ae koyo kutu loncat. Bahagia yo, Wind?" 


Pembicaraan yang sebetulnya singkat karena kemudian pesanan saya datang dan saya pamitan pulang. Tapi, sejujurnya masih berbekas sampai sekarang di hati saya. Karena jarang sekali saya mendengar seseorang yang sudah menikah (di usia 'matang' seusia saya ini), berkomentar positif dan menghargai temannya yang masih single! Hahaha .. Iya, rata-rata yang sudah menikah kalau ketemu yang belum menikah, biasanya gak jauh-jauh dari omongan, "Kapan nyusul?", "Jangan lama-lama lho, nanti keburu tua."
 
Single mentality

single, cari jodoh, pernikahan, kapan nikah
Image taken from pexels.com
Kalau ditanya kondisi saat ini, apa saya bahagia dengan kesendirian saya, yaah ... so-so lah. Di satu sisi, saya terbiasa sendiri ngapa-ngapain, jadi saya gak pernah memusingkannya apalagi sampai merasa bahagia-tidak bahagia. Mau sendiri gak sendiri, bakso yang saya makan rasanya juga gitu-gitu aja :))

Tapi, di sisi lain, saya kadang merasa hampa sih. Kalian yang mengenal saya, pasti tau kalau seorang Winda Carmelita itu suka cerita. Apa-apa diceritain. Lihat semut, diceritain. Lihat daun jatuh, diceritain. Apalagi sampai hal-hal seperti melihat dunia dari sudut pandang berbeda, ekstraterrestrial life dan hal-hal filosofis lainnya. Tapi masalahnya, kadang saya bingung mau membahasnya sama siapa. Kalau pun dibahas, apa iya ada yang mau mendengarkan dengan seksama? Ujung-ujungnya sih paling dikomentarin, "Dih, gak penting!". Aku orangnya mudah pundung, jadi kena kalimat kayak gini pasti langsung hatinya kratak-kratak.

Kalau dipikir-pikir dan ditelaah, sebetulnya ada beberapa hal yang membuat seseorang jadi punya single mentality yang begitu kuat, misalnya:
  1. Terbiasa mandiri. Biasanya orang-orang seperti ini banyak belajar tentang kehidupan secara langsung. Jatuh-bangunnya dia merasakan sendiri, sudah banyak pengalaman dan dia merasa gak butuh sosok lain untuk 'mengajarinya' tentang bagaimana hidup seharusnya berjalan.
  2. Belum siap membagi dunianya dengan orang lain. Yeah, saya tipe yang kedua ini.
  3. Masih belum kelar dengan urusan dirinya sendiri. Asyik bekerja, asyik berproses, masih belum kelar mainnya, ada luka batin yang belum sembuh, dsb.
"Kalau masih single di umur segini, 'dosamu' itu seginiiiiii .... "

single, cari jodoh, pernikahan, kapan nikah
Image taken from giphy.com

Sayangnya, kadang orang-orang yang punya alasan seperti ini, dianggap sebagai 'orang buangan' atau sisa. Seperti salah satu video advertorial brand kecantikan ternama yang judulnya "Marriage Market Takeover". Di China, sampai muncul istilah 'leftover woman' alias 'wanita sisa' untuk wanita-wanita yang dianggap sudah berumur dan masih belum menikah. Orang tua mereka mati-matian mencarikan jodoh, sampai mengikuti acara 'pasar pencarian jodoh' supaya sang anak cepat menikah dan tidak dianggap perawan tua. Padahal perempuan-perempuan ini adalah orang-orang yang memiliki karir bagus, punya pencapaian-pencapaian luar biasa dalam hidupnya. Tapi semuanya gak berarti dan sia-sia, karena status mereka yang masih single dan 'sisa'. Kebayang, gimana perasaan para perempuan ini ya. Hidupnya ditakar dari status pernikahannya :(

Personaly, saya bukan orang yang pro ataupun kontra dengan isu menikah muda, menikah tua, menikah sedang-sedang saja. Buat saya, perkara pernikahan, perkara jodoh ini layaknya memilih makanan. Kamu suka, ya dimakan. Gak suka, ya gak usah dimakan. Gak usah sirik kalau kamu doyan gado-gado, sementara orang lain sukanya karedok. Gak usah berdebat sampai keluar urat masalahnya urat sekarang mahal, Rp. 2.000 sebiji itupun kecil banget (iya, ini ngomongin bakso kok!).

Yah, saya sadar banget mungkin saya bisa bicara seperti ini karena keluarga saya gak ada tuntutan yang gimana-gimana. Saya pun jarang mendapat pertanyaan, "Kapan nikah?" karena yang umumnya mereka tanyakan pada saya adalah, "Kapan kamu nyanyi lagi?" *haaah ini juga pertanyaan yang susah dijawab :)). Tapi saya juga sadar kok, kita semua akan mendapatkan pertanyaan ataupun sindiran soal status pernikahan, pada waktunya.

Jadi, kamu bangga dengan status singlemu?

Saya di tengah-tengah aja sih. Gak sedih-sedih amat, dan gak juga bangga-bangga congkak kayak merak dengan status single saya ya.  Mbok ya, bangga buat apa, sedih juga buat apa. Tiap orang punya garis hidup yang beda-beda, beban hidupnya juga beda-beda. Heran juga ya kalau ada yang menakar kebanggaan-ketidakbanggan hidupnya dari status singlenya. Buat saya malah kebanggan-ketidakbangga ini lebih mengarah ke whole-life alias hidup secara utuh.

Eh tapi, di China ada juga sih festival Singles Day, festival khusus buat anak muda di China sana yang bangga dengan status singlenya (yang kemudian jadi hari belanja online shop terbesar di dunia, buat menghibur diri para single ya? Eh tapi memang banyak diskon sih di Singles Day, misalnya di sini).

Saya tetap pada prinsip yang begitu mendasar, bahwa berpasanganlah dan menikahlah karena kamu siap, bukan karena ingin atau takut sendirian :)

Sekarang kalau ada yang bilang, "Buruan nyusul (nikah) gih, Wind?", saya sudah punya jawaban jitu kok. Yaitu,

single, cari jodoh, pernikahan, kapan nikah

"Ketik AMIN, klik LIKE and SHARE ya!"

You Might Also Like

17 comment

The Words is Mightier Than The Swords" - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)

Popular Posts

Blog Archive

Google+ Followers

Part of

Warung Blogger
Blogger Perempuan

Voucher Diskon 15% Zalora Indonesia

Voucher Diskon 15% Zalora Indonesia
Diskon 15% Zalora Indonesia