Naik Uber dan GrabCar di Malang, Recommended Yang Mana?

4:30:00 PM

Sebagai kaum-kaum yang belajar-mobil-sampai-ngoyo-tapi-gak-bisa-bisa, sudah jelas kalau saya lebih milih ke mana-mana naik motor. Mau hujan, mau badai ... eh, kalau badai nggak sih, ding. Mau hujan, ya diterobos saja naik motor. Soalnya bisanya cuma naik motor huhuhu ... Sepeninggal Papa, mobil di rumah nganggur. Beneran jadi kayak pajangan doang. Mirisnya, saat hujan deras, mobil saya kering, pemiliknya malah basah kuyup. Jadilah itu mobil jadi tempat buat jemur jas hujan saja huhuhu 😂💦💦

Di saat-saat mendesak, atau harus bepergian sama Mama yang notabene penyandang stroke, sudah pasti saya mengandalkan taksi. Tapi taksi-taksi di Malang itu suka jual mahal. Seringkali beralasan, gak ada armadanya. Apalagi kalau hujan, susah sekali nyari taksi. Pernah nih kejadian, nyari taksi, udah nelepon susah nyambungnya, begitu bersedia menjemput ... sampai 1 jam taksinya gak datang-datang. Kesel 'kan, padahal janjian sama dokter sampai dokternya marah-marah 😡

FYI ya, taksi di Malang itu memang gak sebanyak taksi-taksi di kota besar. Rumornya, Bluebird dulu mau masuk ke Malang, tapi gak dibolehin sama armada taksi lokal. Ya tapipak, gak boleh taksi lain masuk ke Malang, sementara pelayanannya gak bagus itu maunya gimanaaaah 😂

Jadi, ketika sebulanan yang lalu Bogie, teman saya, bilang kalau ada Grabcar di Malang, saya seperti dapat pencerahan. Kayak denger suaranya Morgan Freeman dari langit, "Install-lah, Winda, tentu segala hal baik akan datang menyertaimu." Saya langsung menginstall dan coba-coba masukin beberapa pick up location dan destination. Wah, ternyata ... armadanya belum banyak! Ngobrol-ngobrol sama Bogie, ternyata memang para driver Grabcar yang terdeteksi aplikasi itu, bukanlah driver asli dari Malang. Kebanyakan adalah orang-orang Surabaya yang mengantarkan penumpang ke Malang. Jadi bukan cuma urip yang mung mampir ngombe, tapi juga driver-driver Grabcar.

Setelah meng-installnya, saya belum sempat nyoba sih. Baru beberapa hari yang lalu, pas mau makan malam sama Mama di #HariIbu, saya kepikir buat nyoba Grabcar. Harap-harap cemas, dengan acara yang dimulai jam 19.00, saya mulai njogrok manis duduk manja konsentrasi mencari driver melalui apps Grab. Refresh sekitar 5 kali, akhirnya nyantol satu driver namanya Mas Jovi. 

Gak pakai lama, saya langsung dikontak sama drivernya. "Halo, Mbak, saya dari Grabcar. Mau jemput. Mau nanya, alamatnya di mana ya?" Hmm .. perasaan saya udah nulis petunjuk jelas deh di kolom di appsnya. Yodahlah, saya jelasin lagi. "Maaf ya, Mbak, merepotkan, soalnya saya bukan orang Malang. Tadi abis nganterin penumpang dari Surabaya. Jadi nggak begitu tahu jalanan Malang." 😂 Gitu kata drivernya begitu saya sudah di dalam mobil. Sepanjang jalan, Mas Jovi-nya cerita banyak, kalau dia dapat banyak trip setelah antar penumpang dari Surabaya ke Malang tadi. Bahkan katanya, dia bisa-bisa nginep di Malang nih kalau yang order gak selesai-selesai. Selesai menyelesaikan satu trip, order datang lagi. Begitu terus. Ah, rejeki ya ... Cuma kasihan juga sih, waktu anter saya Mas Jovi-nya sempat izin terima telfon dari istri dan anaknya yang nanyain, "Papa kok belum pulang? Sampai di mana?" Semoga berkatnya banyak ya, Mas 😇

Berangkatnya pakai Grab, pulangnya ... naik Uber! Jadi, waktu searching sama 5 kali refresh belum dapat-dapat driver Grabcar juga, saya langsung install apps Uber. Kebetulan, Uber baru masuk Malang sekitar tanggal 20 Desember lalu. Yah, saya pikir kalau Grab gak dapat, bisa di'tambal sulam' sama Uber. Dan bener juga lho, nyari Uber jauh lebih gampang daripada Grab. Gak sampai 5 menit, di area Jl. Cipto, order saya langsung direspon.



Cerita punya cerita sama sopirnya yang bernama Pak Suyanto, beliau diimpor dari Surabaya bersama ke-29 driver Uber Surabaya lainnya. Ke-30 driver Uber dari Surabaya ini sengaja didatangkan buat soft launchingnya Uber di Malang, karena driver Malang sendiri masih sedikit (atau belum ada). Dikhawatirkan gak bisa mengcover tingginya request yang masuk. Saya tanya, "Udah dapat berapa trip, Pak, selama 2 hari?" | "Alhamdulillah, Non, dapat 13 trip hari ini. Kemarin 15 trip. Kalau dapat 40 trip, saya dapat bonus. Kalau kayak gini, kami yang di mess seneng Non. Syukur pulang ke Surabaya bawa bonusan buat keluarga." 
 
😂😂😂 Aduh, aku terharu sungguh.

Pengalaman saya pakai Grab dan Uber di Malang, so far dapat driver yang baik dan pelayanannya oke. Nggak ngebut-ngebut. Bahkan Pak Suyanto manggil saya, "Non," Astaga, aku gak biasa diginiin Pak hahahaha ... Cuma memang Grabcar, belum ada armada resminya di Malang. Beda sama Uber. Kalau Uber sudah secara resmi drivernya dipasok buat trip di Malang. Kemarin saya pakai Uber dengan kode voucher, eh dapat gratis trip 0 rupiah lho! Soo happy, aku anaknya suka diskonan ~

Saran saya sih, berhubung kedua layanan transportasi online ini masih belum begitu banyak armadanya di Malang, install aja keduanya, buat tandem kalau-kalau yang satu lama responnya, siapa tahu yang lainnya bisa mengcover lebih cepat.

You Might Also Like

22 comment

The Words is Mightier Than The Swords" - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)

Popular Posts

Blog Archive

Google+ Followers

Part of

Warung Blogger
Blogger Perempuan

Voucher Diskon 15% Zalora Indonesia

Voucher Diskon 15% Zalora Indonesia
Diskon 15% Zalora Indonesia