Tetap Menulis (Tanpa Tekanan, Meski Tulisanmu 'Tidak Laku')

7:21:00 PM


Beberapa waktu yang lalu, saya iseng-iseng merapikan label-label di blog ini. Belum sepenuhnya selesai, karena ternyata tulisan saya sungguh unorganized dari segi label maupun judul.

Dari sekian banyak label yang berantakan, saya membereskan label "AfterLunchMusic" duluan, karena saya pikir tulisan di label ini sedikit. Jadi gak banyak menyita waktu. Ketika saya klik labelnya dan lihat tulisan-tulisan saya tentang musik ini dari dashboard Blogger, saya amazing sendiri. Ternyata, postingan-postingan di segmen ini ada ... yang baca! Bahkan sampai puluhan ribu, gila coba nggak.

Keheranan saya sebetulnya karena tulisan-tulisan soal musik, jarang sekali saya promokan di grup-grup komunitas blogger. Sekedar hanya untuk tulisan senang-senang saja, supaya saya selalu ingat ada satu sisi dari hidup yang bikin saya selalu bahagia, yaitu mendengarkan musik. Alasan kenapa jarang mempromosikan tulisan soal musik, karena: 1) Saya hanya penikmat musik yang pengetahuan musiknya masih sederhana; 2) Di komunitas blogger, tulisan yang seperti ini jarang 'dimakan'; 3) Jangan percaya apa yang dikatakan Winda :))

Satu tahun yang lalu, saya cukup sering berburu berbagai job menulis atau pun buzzer di blog. Beberapa job yang meminta saya langsung mengepost artikel yang sudah disediakan pun, saya jabanin. Padahal, artikel-artikel titipan itu, tidak semuanya sesuai dengan persona saya.

Saya pun jadi minder, karena saat itu saya merasa blog saya nggak punya niche yang jelas. Istilahnya, blog gado-gado. Lingkaran komunitas yang saya ikuti, lebih banyak menulis di blog parenting, beauty dan traveling.

Sebagai orang yang bergelut di media lifestyle perempuan, tema parenting dan beauty sangat akrab buat saya. Parenting, saya mungkin memang bisa menulisnya tapi saya belum punya anak, jadi tidak ada roh yang benar-benar bangkit untuk menceritakan dan menemukan masalah serta solusi-solusinya. Beauty, saya suka berdandan dan pernak-pernik skincare, tapi tidak setiap hari saya menggelutinya dan bukan enthusiast. Traveling, jarang pergi jalan-jalan.

Hal yang saya sukai adalah memasak, menulis remehan soal pekerjaan dan mengatur keuangan sebagai seorang single dan menulis rerasan tentang musik. Apa mungkin saya kurang gaul ya, sehingga saya jarang menemui tema-tema ini menarik dan seksi di mata pengiklan hahahaha ...

Padahal, kalau boleh jujur, menulis pendapat soal musik yang saya dengarkan, atau menulis soal playlist-playlist yang saya buat di layanan musik streaming itu, menyenangkan. Mengakomodir keinginan saya menjadi seorang MD yang tidak kesampaian.*lha jadi pramugari gak kesampaian, jadi MD pun gak kesampaian ... Masyallah your vision is kedhuwuren Win :))

Di situlah saya merasa sangat jujur dengan pilihan-pilihan dan selera saya. I don't fckving care, ini tulisan bakal banyak yang baca atau tidak, playlistnya bakal banyak yang memutar atau tidak, dianggap selera murahan atau seperti apa. Saya menulis karena saya suka, saya menulis tanpa beban, saya menulis karena saya pengen 'mengomel' saja, saya menuliskan hal yang saya ingin orang lain tahu tentang saya yang sebenarnya. Semudah itu.
 
Hingga akhirnya, saya pun berpikir, ini blog bukan portal berita. Tempat saya menuliskan pemikiran, hasil karya hingga tulisan-tulisan harapan saya. Saya ingin pergi ke sana, ke situ; saya suka ini, suka itu; hal-hal yang sama imani dan amini. Begitu pula berlaku dengan social media assets yang saya miliki.




Kembali lagi ke pembahasan awal. Saat saya membuka kembali dashboard blog dan menemukan tulisan-tulisan lepehan soal musik, yang jarang saya promokan di komunitas blog, ternyata masih ada yang mau membaca, inilah momennya. Momen di mana saya merasa tetap harus menulis, tanpa tekanan, tanpa merasa ingin menjadi seperti si A, B, C, dst yang sukses menjadi blogger niche tertentu.

Jika mereka sukses menjadi blogger niche tertentu, tentulah saya percaya there was blood, sweat and tears behind their success. Usaha setiap orang berbeda-beda. Dan menjadikannya 'besar', bukanlah hal yang mudah. Dan ini bukan hanya untuk urusan ngeblog sih, urusan pekerjaan, kehidupan ... apapun lah!

Pun  menanggapi tulisan ini. Jika teman-teman yang membaca tulisan ini merasa tidak cocok dengan pola pikir saya, it's okay. Bisa jadi, saya pun tidak menyetujui apa yang 'diimani' teman-teman. Mengutip pernyataan Voltaire: "I disapprove of what you say, but will defend to the death your right to say it."

Entah itu mencari rezeki dari blog atau tidak, satu hal yang ingin saya sampaikan adalah "Tetaplah menulis." Meski tidak ada yang membacanya. Meski kelihatannya tulisanmu tidak laku. Karena menulis itu membuat kita waras lahir batin. Dan juga, tetaplah jujur pada dirimu sendiri :)

Saya jadi ingat, beberapa waktu yang lalu ada teman yang bilang, "Sekarang baca blog isinya sponsored post semua. Gak ada cerita kehidupannya." Uhmmm, kangen juga sih membaca blog yang isinya masih seperti diary. I write about my daily life under tag "A Slice of My Life" and my journal, here.

Please be note: saya tetap bersedia berkolaborasi, but please take a look to this first > DISCLAIMER

*) Image taken from pexels.com

You Might Also Like

13 comment

The Words is Mightier Than The Swords" - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)

Popular Posts

Blog Archive

Google+ Followers

Part of

Warung Blogger
Blogger Perempuan

Voucher Diskon 15% Zalora Indonesia

Voucher Diskon 15% Zalora Indonesia
Diskon 15% Zalora Indonesia