Bali, Ajak Aku Makan Enak dan Naik Unta Dong!

12:10:00 PM

Keinginan kembali ke Bali: Sepanjang mata memandang banyak kuliner Babi :))

Beberapa waktu yang lalu, pas lagi leyeh-leyeh sama temen-temen, ada yang nyeletuk "Kamu tahun ini Soundrenaline apa Synchronize?" Kalau pertanyaan semacam itu sudah muncul, itu artinya sudah pertengahan tahun dan sudah saatnya kita menentukan pilihan. Emangnya copras-capres aja yang butuh dipilih? Nonton konser juga dong :))

Tahun-tahun yang sebelumnya, saya memilih Soundrenaline karena Bali lebih mudah dijangkau dari Malang ketimbang Jakarta (Synchronize nggak pengen adain di Bali juga kah?). Tapi sebetulnya pengen nonton Synchronize juga sejak lama karena: 1) Pengen nonton Soneta, 2) Tahun ini pengen nonton kolaborasinya Oom Leo bareng Andika Kangen Band, Wali, Radja dan Setia Band. Ya bukannya apa, kalau nonton-nonton Seringai, The Adams dan semacamnya di acara musik 'kan sudah biasa. Kalau yang di luar 'kebiasaan' gini 'kan jarang-jarang ya huehehehe ...

Entahlah tahun ini acara mana yang akan menerima limpahan duit tabunganku hahahha ... Memang setiap tahun saya mengagendakan ke Bali. Untuk kegiatan apapun. Tahun 2016 malah saya setahun dua kali ke Bali. Entah kenapa, Bali itu lebih 'rumah' ketimbang kota-kota lain bagiku. Dan secara kebetulan, beberapa teman-teman baik saya pada move ke Bali, jadi ada teman untuk menemani sejenak (lho, apakah ini sebuah pertanda, Rek? *halah)

Jadi kangen hasil tangan dingin racikan masakan Budhe Atiek

Sebetulnya, beberapa kali pergi ke Bali cuma untuk datang ke acara Soundrenaline, saya merasa rugi. Rugi perjalanannya, rugi karena kok semacam numpang bobok doang, gak sempat ke mana-mana selain ke GWK atau kena macet (Jreeeeng ... Why Bali, whyyyy?) Yaa, dua tahun ke belakang sih memang cuma begitu agendanya. Karena terbentur waktu yang terbatas. Eh pernah ding sekali cuma 36 jam di Bali, numpang makan, trus pulang. Wayuuuh, my life ~

GWK yang selalu panas ngentang-tang-tang

Tahun ini, karena sudah jadi fulltime freelancer (full time, tapi free, gimanaa hayooo), sepertinya saya punya waktu yang lebih fleksibel daripada sebelumnya. Jadi, kalau nggak bisa tidur, biasanya saya itu suka sok-sokan belanja di e-commerce, tapi gak di checkout ding. Termasuk buka-buka apps-nya Pegipegi.com, cek-cek hotel di Bali gitu. Sok-sokaaaan ~

Selama ini saya nginepnya sekitaran Kuta, Uluwatu, Sanur ... Paling sering ya di Kuta, wong sukanya pergi sendiri cari yang murah dan gampang akses ke mana-mana. Tapi kok bosan. Iseng-iseng , cari daerah yang jarang saya jamah. Ternyata saya baru sadar kalau jarang banget ke daerah Nusa Dua. Terakhir itu kayaknya sih sekitar sembilan-sepuluh tahun yang lalu, karena ada acara main water sports aja di Tanjung Benoa. Palingan melipir-melipir dikit ke Jimbaran makan malam seafood di pinggir pantai dan strolling around lihat-lihat villa Nusa Dua (kesasar membawa berkah). Udah. Padahal, seingat saya Nusa Dua itu juga nggak kalah asyik ketimbang Kuta yang sudah sangat padat dan sesek itu hahaha ... Sayangnya momen-momen ini nggak keangkut fotonya di Google Photos, ya makloooom, zaman jebot nyimpen foto di harddisk yang ikutan mati bersama wafatnya PC-ku yang sakit-sakitan.

Yah, jadi nggak jadi ke Bali, saya kumpulin aja list-list tempat yang pengen saya datangi dan hal yang pengen saya lakukan next time ke Bali:

Makan babi guling Pak Dobiel



Makan babi guling merupakan sebuah keutamaan, ibaratnya kalau di Malang makan nasi campur di warung-warung. Ke Bali kalau nggak makan enak itu rugi ehehhee .. Saya kalau di Bali biasanya makan nasi babi guling itu random, pokoknya pas laper, pas ngelewatin di jalan atau terserah apa kata GoFood menuntunku hehehe ... Cuma, kata sepupu saya babi gulingnya Pak Dobiel di Nusa Dua ini enak. Kulit babinya krispi banget. Haduh, lemah aku sama kulit babi krispi begini.

Jadi inget, terakhir ke Bali kelaparan sungguh, pesen Nasi BaGul gini, aku menghabiskannya dalam diam selama 30 menit. Sungguh kesunyian yang hakiki sampai pada akhirnya Mbak Nana nyeletuk, "Luwe nemen rupane sampe ga onok suarane ..." (laper banget kayaknya sampe nggak bersuara) akakakkaka ...

Walaupun sudah terombang-ambing Pak Gojek, tetap rasanya istimewa!

Naik unta 



View this post on Instagram

#Repost from @mgrn05 with @regram.app ... ‪ ‪ ‪ ‪ ‪ ‪ ‪ ‪ インドネシアで過ごした8日間はわたしの 人生の中で間違いなく一番充実した日々に なりました ☺️🙏🏼🇮🇩 ‪ ‪ ‪ ‪ 初めて見るもの触れるもの 、景色も経験も 全てが新鮮でなにより人の温かさがとっても 素晴らしかった 。 ‪ ‪ ‪ ‪ 海外旅行2度目にして 、初めての一人旅 🌏 ‪ ‪ ‪ ‪ 涙で始まり涙で終わった最高の旅を少しずつ 振り返ろうと思う 💐 #ただいま ! ‪ ‪ ‪ ‪ --------------------- ‪ ‪ ‪ ‪ #インドネシア #バリ #バリ島 #海外 #一人旅 #ジュンジュンバリチーム #またすぐ行きたい #indonesia #bali #trip #travel #island #girl #nikon #dji#drone#mavicair #osmopocket #gopro#photo #lovebali #cute #camel 🐪 #japanese#traveler @balicamel_adventure ‪ ‪ ‪ ‪
A post shared by Bali Camel Adventure (@balicamel_adventure) on

Lho, ke Bali kok naik unta? Lhaya saya juga baru tahu kalau di Nusa Dua ternyata ada Bali Camel Safaris yang mana kita bisa jalan-jalan di sepanjang pasir pantai, mulai dari Nikko Bali Resort. Saya selalu terkesima sama hewan-hewan sama unta, llama, jerapah, begitu ... Berhubung saya anaknya nggak seberapa berani sama air (maklum, kucing), jadi naik unta bisa jadi kegiatan yang tidak mainstream. Bahkan mungkin nggak mainstream sama sekali notok njedog kalau kata orang Malang hahahha ...

Berkunjung ke Pasifika Museum



View this post on Instagram

'The museum has an extensive display of Balinese-themed paintings and sculptures from local and European artists. True to its name, it also features a rather large and interesting collection of Polynesian artifacts. Worth a visit if you're interested in art or wanting a change of view from the pools and beaches.' - Steven W on Museum Pasifika Trip Advisor. We are glad to see how our visitors leaving a positive comment for our museum, and how about yours? Ready to experience a different view of Bali tourism spot? ----- 'Museum Pasifika memiliki tampilan yang luas untuk lukisan-lukisan bertema Bali dan patung-patung dari artis lokal maupun Eropa. Sesuai dengan namanya, museum ini juga menampilkan koleksi artefak Polinesia yang agak besar dan menarik. Sangat layak untuk dikunjungi jika anda memiliki ketertarikan pada seni atau ingin mengganti pemandangan anda selama berada di Bali dari hanya sekedar kolam renang dan pantai.' - Steven W pada Trip Advisor Museum Pasifika . Kami sangat senang melihat bagaimana pengunjung meninggalkan komentar positif pada museum kami, dan bagaimana dengan anda? Siap untuk merasakan pemandangan berbeda dari destinasi wisata di Bali? . #MuseumPasifika #MuseumBali
A post shared by Museum Pasifika (@museumpasifika) on


Walau saya tidak begitu pintar menginterpretasi seni lukis atau kriya, tetap, yang namanya ke museum itu jadi hal yang bikin saya penasaran. Katanya sih, Pasifika Museum itu nggak begitu banyak diketahui orang-orang. Saya stalking-stalking di Instagram, museum ini cukup oke lho, karena menyimpan artefak-artefak budaya Asia-Pasifik dan Polinesia. Gara-gara nonton Moana nih, saya jadi tertarik sama budaya Polinesia :))

Selain ke tempat-tempat di atas, agenda saya kalau ke Bali tuh sebetulnya mau mencelat ke Ubud sekalian, karena pengen belajar masak dan menganyam. Wahahhaa ... folk banget ya aktivitasnya? Aduh, apakah aku sudah cocok sebagai pecinta kopi, pengagum senja, penganyam rotan dan pemetik kecombrang? Ahahhaha ... Semoga bisa lah tahun ini beberapa agenda ke Bali ini tercontreng dengan seksama.

Yang perlu segera kita lakukan adalah cari promo tiket pesawat murah dan hotel di Nusa Dua Bali di Pegipegi.com. Soalnya saya beberapa kali dapat promo hotel lebih murah di Pegipegi.com padahal sudah last minute booking dan opsi hotel yang ditampilkan juga lebih variatif. Selain itu, mumpung masih jauh waktunya (biasanya saya pergi ke Bali itu bulan Agustus-September. Selain karena Soundrenaline biasanya diadakan di bulan-bulan itu, Bali pas lagi musim panas jadi nggak perlu keceh-keceh).


Woh iya saya kok lupa. Yaaa yang terpenting adalah marilah kita beqerja qeras bagai quda supaya bisa liburan dengan sejahtera. 'Kan kita perempuan mandiri, liburan enak 'kan hasil merayu ... kantong sendiri :')



You Might Also Like

0 comment

The Words is Mightier Than The Swords - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)