My Beauty Box: Rollover Reaction

rollover reaction

Social distancing gara-gara virus Corona ini membuat saya jadi anteng di rumah karena membatasi aktivitas di luar rumah itu sama artinya nggak ada yang ngajakin ngopi-ngopi. Jadi, pelampiasan kebosanannya adalah dengan bebersih kamar. 

Salah satu target bersih-bersih kamar tentunya adalah laci make up. Printilan make up saya nggak banyak kok. Tapi kalau dibandingkan sama skincare, memang make up yang cenderung lebih banyak ditimbun. Jadilah kesempatan buat buang-buangin make up yang kadaluwarsa dan menata yang masih bisa digunakan.

Dari acara beberes laci make up ini, saya baru sadar kalau ternyata cukup banyak koleksi Rollover Reaction yang saya miliki. Terutama lip & cheek cream-nya. Selain itu ada face mist dan lip balm yang masih baru banget belum pernah dipakai.

rollover reaction

Lip & cheek cream RR pertama yang saya miliki adalah yang shade Umma (kalau di foto di atas ini, yang tengah, tulisannya udah hilang euy). Warna merah tua cenderung ke wine red. Lipstik pertama dari RR ini saya miliki di tahun 2017 kalau nggak salah inget, waktu itu awal-awal mereka mengeluarkan seri Sueded-nya. Terus akhirnya beli lagi yang shade Lizzy karena pengennya belajar bikin ombre lips. Eh tapi kok ternyata saya nggak cocok lipstik-an macam ombre gitu, karena kayak orang sariawan jadinya hahaha ... Sementara kalau dipakai sendirian, shade Lizzy ini terlalu pucat bikin wajah saya yang emang pucat ini malah kayak orang sakit campak Jerman 😅😂 (tadi sariawan, sekarang campak Jerman).

Setelah ganti warna rambut jadi coklat kemarin di tahun 2019, saya merasa nggak punya warna lipstik yang proper karena selama ini warna-warna yang saya miliki cenderung ke mauve. Akhirnya, setelah Umma dan Lizzy, saya menimang shade Livv, Moss dan Rah yang semuanya cenderung ke warna coklat dengan hint merah dan orange. Jadi, dengan ini koleksi set The Clique (Umma, Moss, Livv) saya udah lengkap 😎

Dari semua lip & cheek cream yang saya miliki ini, paling favorit tetap Umma, dan yang baru adalah Livv. Sementara warna Moss, ini coklat yang benar-benar truly brown, tapi sayangnya kok kurang pigmented ya. Atau punya saya aja yang seperti ini?

rollover reaction

Oh iya, selain bisa dipakai sebagai lipstik dan blush on, lip & cheek cream-nya RR ini bagus banget buat eyeshadow. Apalagi yang seri metaliknya, seperti Rah, yang akhirnya lebih sering saya pakai sebagai eyeshadow daripada jadi lipstik (lagian nggak pede kak, pakai lipstik metalik ke mana-mana). Nggak terlalu berharap banyak bakal awet sih, lagian kelopak mata saya cenderung berminyak jadi eyeshadow apapun bakal lari-larian dan luntur dengan cepat. Entah kalau pakai primer mungkin akan lebih awet ya.

rollover reaction

Setelah lip & cheek, mari kita beri panggung pada si Lip Balm Nourishing ini. Klaim dari lip balm ini adalah menutrisi dan melembapkan, mengandung madu (honey), cloudberry, grapefruit dan lemon. Saya penasaran, ternyata bentukannya cloudberry itu kayak gini lho. Konon buah ini mengandung antioksidan tinggi.

Image taken from Wiktionary
Bibir saya bukan tipikal yang gampang kering, tapi memang butuh pakai lip balm rutin buat pencegahan. Lip balm ini nggak ada rasanya sama sekali, walau ada sedikit (sangat sedikit) aroma wangi yang tercium. Setelah diaplikasikan, awalnya tentu saja greasy, tapi cepat meresap. Nggak kayak kalau kita olesin Vaseline ke bibir itu lho, yang rasanya tebal dan berat. Ini berasanya ringan kok, nggak bakal menempel ke mana-mana.

rollover reaction

Kemudian, lanjut ke face mist. Asli, saya lupa kalau punya face mist ini, untungnya belum kedaluwarsa. Padahal beberapa waktu yang lalu saya mengalami kegersangan wajah, karena perubahan cuaca habis panas trus musim hujan. Jadi keringnya sampai kulit di sekitar cuping hidung dan pinggir bibir mengelupas parah. Selain pakai VCO tiap hari, kalau senggang (dan inget), saya semprotin face mist ini.

Klaimnya adalah menghidrasi. Tapi karena saya sendiri memakainya nggak disiplin, jadi nggak merasakan perubahannya selain kalau disemprot-semprot ke wajah jadi segar dan agak wangi. Gitu aja sih.

Personally, saya suka sama local brand yang satu ini. Kalau nggak suka, saya nggak akan punya lima biji lipstiknya hahahaha ... Terutama suka sama tekstur lipstiknya dan finishing-nya yang matte, tapi nggak dead matte sehingga nggak bikin bibir kering. Soal ketahanan sih so-so ya, tapi yang jelas lipstiknya RR ini kalau luntur dia nggak brindil-brindil, melainkan nge-stain aja. Jadi kalau mau diaplikasikan ulang, bisa ditumpu langsung tanpa harus dibersihkan terlebih dahulu.

Pengen coba Rollover Reaction seri Haloblush dan cushion-nya deh. Tapi nunggu yang lain habis dulu ah. 

Comments

Popular Posts