Basic Skincare: Hempaskan Kulit Gradakan dengan St. Ives Face Scrub


Ola!
Saya dulu pernah baca salah satu artikel, kayanya di majalah ELLE yang edisi khusus beauty gitu. Intinya adalah skincare-mu itu nggak perlu mahal sampe jembreng-jembreng segala merk dan produk dicoba, tapi basic skincare-nya nggak dilakukan. Percuma aja. Basic skincare yang dimaksud itu antara lain eksfoliasi alias ngamplas kulit. Karena kalau kulitnya masih penuh sel kulit mati yang nggak keangkat, segala essence, serum, dan endebre-endebre-nya itu bakal ketahan di atas lapisan sel kulit dan nggak akan bekerja maksimal ke lapisan kulit.

I'm not an expert, saya pun pakai skincare yang murah-murah aja, nggak sampai yang di atas Rp 200 ribu, apalagi jutaan. #BuWindaMemangPelit. Tapi saya berusaha disiplin aja sama rutinitas merawat kulit. Termasuk rajin eksfoliasi.


Dulunya saya kalau eksfoliasi pakai ampas kopi. 'Kan katanya efek kopi itu bisa menenangkan juga. Eh, di kulit bagus, tapi di kamar mandi bikin jompo karena harus ngosek kamar mandi setelahnya. Mana ampas kopi itu kadang meninggalkan jejak-jejak yang bikin lantai kamar mandi kelihatan jorok 😂

Akhirnya, saya beralih ke produk eksfoliasi yang nggak bikin ribet, yaitu St. Ives. Kayaknya ini merk scrub yang dipakai sejuta umat di dunia ini deh. Ada empat varian scrub, yaitu apricot, oatmeal, pink lemon & mandarin orange, dan coffee coconut. Tapi saya selalu setia sama dua varian ini, yaitu oatmeal dan pink lemon & mandarin orange.

St. Ives Radiant Skin Pink Lemon & Mandarin Orange Scrub

st ives scrub

Ini adalah scrub pertama dari St. Ives yang saya coba setahun lalu. Exfoliation factor varian ini tergolong moderate, alias tengah-tengah. Jadi, nggak terlalu kasar, nggak juga terlalu lembut. Pas lah buat kulit yang nggak terlalu gradakan. 

Saya pilih varian ini karena klaim di kemasannya yang polish away dryness alias menghempaskan kulit kering. Ini aku banget sih, masalahnya sama kulit kering. Walau kulit kering, bukan berarti nggak butuh dieksfoliasi 'kan. Lalu, klaim lainnya adalah ekstrak pink lemon dan kulit jeruk mandarin ini mencerahkan area gelap dan meratakan warna kulit agar tampak lebih bercahaya (Uh, bercahaya ~)

Scrub varian ini ukurannya sedang, tapi nggak 'tajam' kok. Pernah tahu 'kan scrub yang 'tajam' sudut-sudutnya. Setahu saya, biasanya yang scrub-nya 'tajam' itu dibuat dari bahan artificial. Nah, mereka pakai butiran scrub dari 100% bahan alami. 

Varian Pink Lemon & Mandarin Orange Scrub ini super super super segar aromanya. Asli, wanginya citrus tapi bukan yang murah kayak sabun K*j*e*a*, hahhaha. Sebagai orang yang bermusuhan dengan aroma jeruk, apalagi aroma jeruk macam pewangi mobil, varian yang satu ini sangat approved di hidung manja saya. Tekstur krimnya juga pas, nggak terlalu cair atau pun kental, jadi mudah diaplikasikan dalam gerakan memutar di kulit wajah.

St. Ives Gentle Smoothing Oatmeal Scrub & Mask

st ives scrub


Setelah jatuh cinta sama varian Pink Lemon & Mandarin Orange Scrub, saya menjajal yang varian Oatmeal. Alasannya sederhana, karena aromanya enak. Dulu saya suka banget sama body lotion-nya St. Ives yang varian oatmeal ini, dan varian scrub ini aromanya sama persis. 

Seperti namanya, varian Oatmeal ini mengandung oatmeal yang sifatnya melembutkan. Klaim di kemasannya, varian ini dapat menghaluskan wajah yang tipikalnya kering dan meratakan tekstur kulit. Exfoliation factor varian Oatmeal ini tergolong gentle. Untuk butiran scrub-nya, tentu saja, lebih halus ketimbang yang varian sebelumnya.

Dibandingkan sama varian Pink Lemon & Mandarin Orange, yang Oatmeal ini tekstur krimnya lebih kental. Entah kenapa kalau dibilas, suka agak susah bersihnya. Harus lebih ekstra bilas wajahnya karena terkadang masih menyisakan rasa licin.

Biasanya saya kalau pakai yang varian ini, saya diamkan sekitar 5-10 menit dulu. Nggak tahu sih ini cara yang benar apa nggak, soalnya di kemasannya 'kan disebutkan dia juga berfungsi sebagai masker. Jadi saya pakainya seperti itu, dengan catatan, kalau nggak keburu-buru mandinya. Hahaha. 

Setelah rutin memakai kedua produk St. Ives ini, saya merasa perubahan di kulit wajah itu jadi lebih halus dan jauh lebih bersih. Saya rutin menggunakannya 3 kali seminggu. Segitu aja udah cukup, kalau keseringan pakainya malah nanti menyiksa kulit. Atau kalau setelah pakai make up yang berat, pasti setelah bersihin muka pakai micellar water, saya eksfoliasi dulu, baru cuci muka pakai face wash biasanya. 


Setelah pakai produk ini, saya akhirnya cukup puas dengan rangkaian skincare saya yang sederhana saja. Yang penting rajin dan rutin membersihkan wajah sampai terangkat semua dosa-dosanya, baru diteplokin sama yang lainnya.






Comments

Popular Posts