Journal #2: Kegiatan Selama #DiRumahAja Day 1-7


Nggak terasa sudah hari ke-7 'mengisolasi' diri di rumah aja, benar-benar hanya di dalam rumah, nggak keluar rumah. Eh, keluar rumah ding kemarin, beli telur ke warung. Kalau saya lihat di Twitter, katanya hari ini hari ke-10 sebetulnya. Tapi berhubung hari Kamis minggu lalu saya masih bepergian untuk suatu urusan, berarti buat saya ini hari ke-6 (lah, kenapa jadi mbulet sih menjelaskan begini aja? Ahahahahha~)

Sebetulnya setahun belakangan semenjak sudah tidak lagi ngantor, saya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Meski tetap keluar rumah untuk urusan pekerjaan atau kalau lagi sumpek, tapi 80 persen waktu saya memang hanya duduk manis di rumah. Saya tipikal orang yang justru bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik saat berada di rumah. Tepatnya, kerja di kamar. Barulah kalau sore kadang keluar rumah jalan-jalan sedikit di sekitar rumah buat penyegaran batin sambil cari keringat (dulu nge-gym, sekarang udah berhenti karena ... ternyata aku bosenan).

Sejujurnya memang #DiRumahAja yang kali ini berbeda suasananya. Gimana ya, walau memang sehari-hari saya banyakan di rumah, tapi sekarang ini nggak bisa serta-merta keluar rumah untuk katarsis (tsah, katarsis, bilang aja 'pelepas beban batin' hahaha~) alias cari udara segar. Jadilah, mencari cara supaya terus berkegiatan membunuh rasa bosan. Soalnya saya di rumah cuma berdua sama Mama, nggak mungkin 24 jam ngobrol terus 'kan.

Bosan itu pasti. Tapi rasanya seminggu ini saya baru menyadari kalau saya yang selama ini menggadang-gadang bahwa saya cukup produktif dan pandai memanfaatkan waktu (yaampun, self-proclaimed banget ini, minta ditabok duit semilyar emang Winda ini), ternyata ... ya masih banyak yang kutunda-tunda hahahaha ... Aku tidak serajin itu  ~ Mungkin karena kemarin-kemarin semacam, "Hari ini aku udah ngerjain A, B, C, D, jadi nggak apa-apa dong sore ini aku (isi sendiri dengan serangkaian aktivitas unfaedah favorit Anda)." atau lebih tergoda buat keluar rumah dan mengiyakan ajakan kumpul-kumpul.

Termasuk ngeblog ini. Tiga bulan pertama di tahun 2020, cuma menghasilkan satu postingan itu namanya apa kalau bukan (sok) sibuk? Sebuah bentuk nyata dari faedah #DiRumahAja ya jadi lebih rajin ngeblog. Habisnya, ngobrol sama Mama, sudah. Ngobrol sama teman-teman di grup, sudah. Ngobrol sama Mas-ku, sudah. Tapi masih kepengen ngoceh (ya karena you talkative aja, Wind). Makanya larinya ke blog deh, biar keluar semua itu uneg-uneg dan tersampaikan semua yang ada di kepala.

So, yeah, preambule yang panjang ini sebenarnya hanya ingin merangkum kegiatan-kegiatan apa aja yang saya lakukan selama #DiRumahAja.

1. Kerja 

Pekerjaan utama saya berhubungan dengan menulis. Ya menulis artikel, copywriting caption, copywriting web. Seminggu ini, Puji Tuhan, kerjaannya tidak ikutan social distancing, alias tetap mendekatiku dengan jumawa, alias ... ya sama aja kayak biasanya kerjaan hariannya.

Biasanya saya kerja mulai jam 08.00 atau 09.00, sampai jam 12.00 untuk menulis tiga artikel harian dan kerjaan lainnya biasanya diselesaikan setelah itu. Kecuali yang mendesak dan harus diselesaikan duluan ya. Makanya itu saya biasanya bikin to-do list pagi-pagi sebelum mulai kerja. Biar tahu skala prioritas, mana aja yang perlu dikerjakan segera.

covid 19 virus corona dirumahaja

Yang mau baca-baca tulisan saya, monggo lho, bisa dicek di halaman Popmama.com ini.

2. Ngeblog

Seperti yang sudah disinggung di atas, saya jadi aktif ngeblog. Untungnya sekarang sih blog saya kembali ke fitrahnya menjadi blog gado-gado, alias mau nulis apa aja ayo, nggak harus produksi foto yang cakep sendiri.

Oh iya, beberapa waktu yang lalu saya memutuskan untuk semedi di kamar dan dengan khusyuk membedah template blog saya sendiri. Berjibaku dengan HTML selama 3 jam. Mengubahnya jadi lebih fresh dan nggak norak lagi. Hahahha. Habisnya, template yang lama 'kan norak banget (menurut saya).

3. Foto-foto

covid 19 virus corona dirumahaja b erl cosmetics
Sebuah behind the scene di teras rumah
Walau barusan menyinggung nggak harus produksi foto sendiri, tapi kasian juga kamera nganggur 'kan. Kalau nggak diasah, sense memotret juga bakal tumpul. Jadi, kemarin saya keluarin kamera dan iseng-iseng memfoto-foto beberapa produk kosmetik yang mau saya review di blog ini. Salah satunya postingan Rollover Reaction ini.

4. Masak

covid 19 virus corona dirumahaja soto ceker


Masak adalah pembunuh bosan terbaik. Tapi dengan catatan, bahannya ada. Kalau bahannya nggak ada, ya susah juga mau belanja di situasi kayak sekarang. Jadi ini sungguh opsi paling nomer buncit sebenernya.

Kemarin saya masak soto ceker. Oh sungguhlah karena ada bumbu jadi ini, segalanya jadi mudah. Nggak idealis-idealis-an deh nguleg bumbu dari rempah segar. Lha wong di mana-mana rempahnya udah langka. Heran banget deh, kencur aja sampai Rp 80.000 per kg. Mending kalau mahal tapi ada, lha ini nggak ada. Orang-orang pada kemakan kabar kalau minum rempah-rempah bisa menangkal virus Corona karena meningkatkan imunitas tubuh. Kuingin meneriakkan, "LAWAAAASSSS!!" 😤😤

5. Beberes kamar

Oh, tentu saja saat kebosanan melanda, beberes kamar adalah jawabannya. Sampai-sampai barang yang sudah rapi, dirapiin lagi, diubah lagi posisinya. Terus, buah dari kegiatan beberes kamar ini adalah mengada-adakan kegiatan gitu lho jadinya. Misalnya: nyuci totebag dan pouch, nyuci sepatu, nyuci keranjang, dan sebagainya. Jadi berbuntut deh kegiatannya. Tapi efek setelahnya itu puas, serasa habis melakukan sesuatu yang besar bagi dunia ini (halah).

6. Nonton Youtube

Binge watching adalah jalan ninjaku! Terutama nontonin home tour, vlog-vlog-nya orang Korea dan orang Indonesia yang tinggal di luar negeri. Terus juga suka nontonin channel-channel yang edukatif, kayak How It's Made, Great Big Story (sampai kuulang-ulang terus) dan BBC. Nontonin ulang Sound From The Corner, NPR Tiny Desk, Audiotree, dan lain-lain.

7. Main gitar

Ini adalah kegiatan yang dulunya sering kulakukan, tapi seiring dengan ke-sok sibuk-anku, jadi jarang pegang gitar. Sedih deh. Kemampuanku juga menurun. Harusnya di masa-masa banyak waktu di rumah ini saya bisa produktif bikin lagu baru. Tapi kayaknya sense itu udah memudar. Lha wong mengingat lagu-lagu yang kutulis sendiri aja saya kesulitan. Masalahnya, lagu-lagu itu nggak pernah saya rekam sebelumnya, liriknya juga nggak saya catat. Nah lho, hamba harus bertanya kepada siapa, selain kepada diri saya sendiri? 😭 Dahlah, saya cover-cover-in lagunya orang aja biar kayak Sabrina gitu 😿

Eh, tapi bisa diintip ya suara saya yang kayak ibu-ibu PKK ini, di Highlight "Jreng" 

8. Belajar via kelas online

covid 19 virus corona dirumahaja skill academy ruangguru

Asli, kebosanan menuntun saya untuk nggak cuma bobok-bobok kucing aja. Jadi, saya sign up Skill Academy-nya Ruangguru deh. Ini gara-gara kemarin dapat forward-an di grup, katanya Skill Academy bisa diakses 1 kelas online gratis pakai kode "KELASGRATIS". Yodah, iseng-iseng nyoba ambil kelas onlinenya SEO 101 dengan pemateri M. Ilman, SEO specialist-nya Traveloka. Menarik ternyata. Ada pre-exam, video penjelasan sampai kuis-kuisnya juga.

Saking niatnya, saya catetin di buku gitu. Berasa kembali zaman sekolah. Dari dulu emang suka mencatat-catat gini sih. Pantes zaman kuliah catatanku sering lenyap tak berbekas, pada dipinjem dan nggak kembali.


9. Olahraga di kamar

Puncak dari segala kegabutan adalah kalau saya mulai tergerak buat olahraga ... sore-sore. Yah sedihnya per-karantina-an ini adalah bikin nggak bisa jalan-jalan pagi atau sore. Biasanya saya kalau sumpek atau memang pengen cari keringat, jalan kaki ngider daerah dekat rumah. Berhubung sekarang nggak bisa, jadi digantikan saja olahraganya di kamar.

Dari dulu memang saya sering olahraga di kamar, kayak pakai video-video Youtube gitu. Paling favorit adalah channelnya Leslie Sansone yang Walk For Life. Serius, jangan menyepelekan olahraga cuma jalan kaki di tempat ya. Cobalah yang 20 menit ini, niscaya keringetan kayak abis kerja romusha.



10. Tidur ... lebih cepat

Berkah hanya #DiRumahAja tentu saja adalah ... tidur lebih cepat. Herannya ya, dalam masa karantina ini, rasanya di siang hari jadi nggak ngantukan. Malah usrek sendiri, nyari-nyari kesibukan. Jadinya, jam 10 malam sudah ngantuk. Kalau biasanya, jam 10 malam mungkin saya masih ada di luar rumah hahahha ... Tidur lebih cepat, bangun lebih pagi. Enak sih jadinya.

Lha ternyata ya cukup banyak ya yang dilakukan. Saya kira di awal nulis ini bakal cuma seiprit kegiatan yang saya lakukan lho. Berarti saya simpulkan bahwasanya kerajinan yang dulu saya gadang-gadang sebagai nama tengah saya (halah), ternyata ya nggak serajin itu euy. Hahahaha. Mengapa baru kusadari? Oh iya, saya juga menyadari beberapa hal lain gara-gara karantina di rumah aja ini. I'll write about it, soon.

Yah, semoga pandemik Covid-19 ini segera berakhir ya. Susah juga kalau ruang gerak jadi terbatas dan memang benar-benar situasi seperti ini nggak bisa dilawan. Semoga sehat untuk kita semua!

*) Image taken from pexels.com/Markus Spikse

Comments

Popular Posts