Kendalikan Jempolmu, Pelihara Hatimu dan Rejekimu

2:53:00 PM

social media, melamar pekerjaan, lowongan pekerjaan, brand, agency, lowongan pekerjaan, copywriting, CV, surat lamaran kerja, cover letter, membuat CV, social media manager, social media admin, editor, ashton kutcher,

Part 1: Kendalikan Jempolmu, Gak Perlu Mengumbar Amarah di Social Media

Di part 1 kemarin saya menulis tentang bagaimana profil social media bisa menjadi salah satu cara 'membaca' kepribadian seseorang. Khususnya dalam urusan mencari pekerjaan. Kali ini, sebetulnya tidak jauh berbeda, saya pengen sharing bagaimana social media mendekatkan kita pada rejeki atau sebaliknya, menjauhkan kita ... dengan cara-cara yang gak kita sadari.

Kenapa saya menulis 'dengan cara-cara yang gak kita sadari'? Kadang rasa kecewa atau sumpek membuat kita jadi begitu emosional menuliskan curahan hati di social media. Well, I've been there, masa-masa di mana saya kalau kesal dengan sesuatu, menulisnya dengan serampangan di social media. 

Lega, iya. Menyesal, iya juga. Lega, karena mungkin saya gak bisa marah-marah secara langsung pada sang pemicu kekesalan saya. Menyesal, iya juga, karena kemudian saya pikir "Lha ya ngapain marah-marah toh orangnya (bisa jadi) gak baca, atau baca tapi gak paham itu tentang dia." Kemudian saya sudah mengeluarkan energi sebesar 14 kkal untuk berpikir dan mengetik status marah-marah tersebut selama 15 menit. *huahahhaa dihitung beneran!

Semakin saya bertambah umur, mungkin mentalitas saya sudah diterpa banyak hal dan pengalaman, sehingga lebih mawas diri untuk menulis apapun di social media. Entah itu soal masalah pribadi atau masalah pekerjaan. Terlebih bagi saya, masalah pekerjaan yang ditulis di social media yang hanya sebatas kekesalan semata, itu sangat gak bijak.

Pekerjaan di sini, bukan menyoal tentang pekerjaan utama saja ya. Mungkin di antara teman-teman yang baca tulisan ini adalah punya pekerjaan kedua sebagai blogger atau influencer, yang sering bekerjasama dengan pihak-pihak ketiga atau agency yang membutuhkan jasa kita untuk berpromosi. Terkadang memang ada gesekan dengan mereka, masalah payment atau ribetnya brief yang diberikan. Tetapi sejauh masih bisa diselesaikan langsung dengan orangnya, better for us to keep that 'secret'. Percayalah, memang kesal sih, tapi kadang klien juga punya mau sendiri yang berubah-ubah dan bukan keinginan agencynya untuk bikin ribet hidup influencernya dengan e-mail, "Brief-nya diganti ya ...". Saya tahu, karena saya pernah berada dalam lingkar pekerjaan seperti itu :)

Kecuali memang pihak-pihak tersebut mencederai perjanjian hingga waktu yang sangat lama, atau bertindak tidak pada porsinya, silakan menulis komplain ... dengan cara yang bermartabat dan tetap menghargai kedua belah profesi. Bok, jadi blogger itu juga banyak intriknya, apalagi jadi anak media atau agency. Menurut saya, gak perlulah mengumbar, "Agency xxx ini gak bisa bayar sekian sekian, janganlah diterima (kemudian dilanjutkan dengan menulis preketek-preketek)". Ujung-ujungnya, tetap mau juga kalau dikasih job lagi sama agency itu :|

Di era informasi saat ini, apa yang kita cantumkan di social media, gak akan bisa terhapus selamanya. Meskipun sudah di-delete, toh masih bisa diakses metadatanya. Merujuk pada apa yang saya pelajari saat kuliah dulu, "Komunikasi bersifat irreversible, alias tidak bisa ditarik kembali."

Yah, mungkin tulisan ini dan tulisan sebelumnya terkesan, "Walah, Wind, woles wae lah kok dibuat ribet." Tapi, saat tulisan marah-marah itu ditulis dengan penuh kata-kata kasar atau kalimat-kalimat yang harafiah yang merujuk pada sesuatu, personal brandingmu pasti akan terpengaruh. Ibarat pilkada, elektabilitas kita bisa menurun. Lagian, siapa sih yang suka dianggap sebagai sosok yang punya banyak masalah? ;)

Peduli amat sama personal branding? Mmm, saya yakin sih, sejauh ini sih saya dan kamu yang baca ini, bukanlahYoung Lex atau Arap yang "F**k pencitraan, nakal tapi tampan, ngomongnya kasar tapi masih batas wajar." :)) *opo kae, wah aku kok apal ya hahahaha .. YOGS!
Jadi kita-kita masih waras untuk meyakini personal branding yang baik akan membawa kita pada professionalitas dan rejeki yang baik pula.

Gak tahan pengen 'ngomel'? Mainkan sedikit kreativitasmu, twist and throw a joke :p

social media, melamar pekerjaan, lowongan pekerjaan, brand, agency, lowongan pekerjaan, copywriting, CV, surat lamaran kerja, cover letter, membuat CV, social media manager, social media admin, editor, ashton kutcher,
((NGLOKOR)) | Image taken from fb.com/windacarmelita

You Might Also Like

25 comment

The Words is Mightier Than The Swords" - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)

Popular Posts

Blog Archive

Google+ Followers

Part of

Warung Blogger
Blogger Perempuan

Voucher Diskon 15% Zalora Indonesia

Voucher Diskon 15% Zalora Indonesia
Diskon 15% Zalora Indonesia