Gara-gara Gigi: Cerita Operasi Gigi (Odontektomi) - Part 3 (Habis)

8:30:00 PM




April 2019: Ada-ada Aja Sakitnya

Ternyata, yang namanya mau operasi gigi bius total itu persiapannya banyak. Saya harus foto thorax dulu, cek darah dan konsultasi dengan dokter anestesi.

Karena tahu mau operasi gigi, yang artinya saya harus nginep RS setidaknya 3 hari, tentunya yang ada di pikiran saya adalah: kelarin kerjaan, kelarin kerjaan. Saya beresin semua urusan dan kerjaan. Dan, yak, tentu saja ... Dengan jam tidur tidak menentu, ke sana-kemari kehujanan-kepanasan-di jalanan, saya malah ambruk-mbruk-mbruk. Minggu pertama diare dan demam, minggu kedua batuk-batuk dan demam muncul lagi. Jadwal yang seharusnya cek darah, jadi mundur karena nggak boleh cek darah dalam kondisi sakit begitu.

Setelah enakan, saya baru deh cek darah. Pas waktu itu Pekan Suci Paskah, yang mana ke gereja empat hari berturut-turut dan kehujanan tiap hari, saya sakit lagi deh. Jadwal yang seharusnya saya mulai rawat inap tanggal 25 April, operasi tanggal 26 April, jadinya mundur. Dokter anestesinya nggak mau terjadi risiko kalo saya batuk-batuk hebat dan dibius total. Padahal saya sudah siap bawa tas buat ngamar lho, hahaha ... Disuruh ke Poli Penyakit Dalam deh dengan diagnosis gejala ISPA.

Akhirnya saya benar-benar istirahat total selama beberapa hari dan minum obat buat sembuhin itu penyakit nggak jelas. Saya sendiri sebetulnya takut karena demam kok lama banget, takutnya ada sakit lain 'kan. Untungnya, di hari yang dijadwalkan ulang, yaitu tanggal 29 April 2019, saya sembuh total dan boleh operasi tanggal 30 April 2019 deh. Horeee!

*lha gimaneee, orang mau operasi kok malah HOREEE -_-"

The Day!


Dipasang infus malah ketawa-ketawa sama susternya --"

Untuk operasi yang mana harus bius total, harus nginap RS selama 3 hari 2 malam. Hari pertama, lha wong sebenarnya nggak sakit ya, saya sungguh mati kebosanan sesiangan cuma bisa goler-goler di kasur RS. Baru sorenya, suster datang pasang infus. Nah itu deh baru saya nggak bisa ke mana-mana. Tapi masih bisa makan ayam goreng dibawain kakak. Yah, lumayanlah, bisa makan enak terakhir kali sebelum susah makan untuk beberapa hari ke depan hehehe ..

Gelang nonton konser :))

Di hari pertama itu, saya harus puasa mulai jam 12 malam. Puasa total, bahkan minum aja nggak boleh, selama kurang lebih 6 jam. Rencananya besoknya saya operasi jam 7 pagi (katanya). Dari jam 5 pagi saya sudah disuruh pakai baju operasi, mana semalam sebelumnya saya tidur dengan kipas angin kencang jadinya badan nggak enak banget deh. Akhirnya saya ketiduran dengan pakai baju operasi selama beberapa jam.

Melek-melek, sudah jam 8 pagi. Tapi kok belum ada tanda-tanda dipanggil ke ruang operasi. Sungguh itu mental saya sudah ngedrop. Gelisah banget. Dari yang awalnya optimis, sampai pesimis. Gimana-gimana 'kan ini baru pertama kali saya mengalami operasi. Huhuhu ..

Akhirnya, perawat datang manggil saya dan semua terjadi begitu cepat. Tau-tau saya ada di ruang operasi yang mana dingin banget kayak kulkas. "Halo Mbak Winda, operasi gigi ya?" saya disapa sama dokter di dalam ruang operasi. Kayaknya sih dokter anestesinya. Saya ditanyain berat badan dan agamanya apa. "Mbak Winda berdoa dulu ya. Kita mulai operasinya."

Setelahnya, kayaknya saya sudah amblas deh. Ingatan terakhir saya dalam kondisi sadar itu baru ngucap, "Bapa Kami ..." terus kondisi antara mau sadar itu saya ingatnya lihat tulisan di gapura "Selamat datang di ..." lalu saya sadar sepenuhnya dibangunin dokter, "Mbak Winda, ayo bangun sudah selesai operasinya."

LHA ITU 'SELAMAT DATANG DI ...' MANA? :((
Mimpinya baru mulai, kok sudah kelar HAHAHAHHAHAHAHA

Padahal saya tuh diceritain Mbak Nana, kalau dia pas dibius total itu berkunang-kunang, terus lihat kelinci lompat-lompat. Lha saya, baru di pintu selamat datang, sudah sadar hahahhaha ...

Nggak lama kemudian saya digeledek kembali ke kamar perawatan dengan kondisi masih ngantuk-ngantuk kena obat bius. Tapi Puji Tuhan, nggak ada mual dan muntah efek dari biusnya. Cuma sisa darah yang mengucur itu terus keluar sih. Disumpel deh pakai kain kasa deh.

Post op, belum kelihatan bengkaknya
 Sampai besoknya, nggak terasa sakit yang gimana-gimana. Cuma bengkak wajar dan rasa berat di gusi aja. Boleh pulang deh! Hore ...

Sampai sehari sepulang dari RS, saya masih ngantukan, gusi bengkak dikit dan bibir sobek kayaknya sih karena efek dipakein alat-alat pas operasi itu. Badan juga agak adem-panas, wajar sih ya. Tapi ini nggak seberapa kok dibandingkan sakit nyut-nyutannya pas sakit gigi beberapa kali itu. Aslik!

Saya sudah bisa makan-makanan lunak dan berkumur. Tapi masih belum bisa sikat gigi karena ini masih sariawan juga. Nggak berani minum pake sedotan, takut darahnya keluar. Nggak berani tidur miring atau gerakan menundukkan kepala karena rasanya aliran darah ngalir semua ke bagian gusi yang bengkak. Sisanya sih baik-baik saja. Sengaja menyibukkan diri biar nggak kepikiran sama gusi bengkak. Pengen buru-buru bisa main deh!

Setelah pulang ke rumah, barulah kelihatan bengkaknya. Tapi masih bisa diatasi
Minggu depan saya bakal cabut jahitan. Semoga tidak sakit ya.

Intinya, kalau kamu harus menjalani odontektomi dengan bius total, jalanin aja. Takut itu wajar, tapi percayalah, saat itu pasti akan berlalu. Saya aja ngerasa dengan sukses menjalani odontektomi ini saya berada di titik tersehat dalam hidup saya saat ini karena penyakit-penyakit gigi ini sudah enyah. Selain itu, saya jadi tahu dan merasakan gimana sih masuk ruang operasi (dan emoh balik lagi!). Dan juga, saya baru menyadari bahwasanya saya cukup bisa mengendalikan perasaan dan rasa takut.

Pokoknya, gigi berlubang dan gigi impaksi itu buru-buru diusir dari jajaran gigi sehat deh. Karena lebih banyak merugikannya. Mumpung masih muda, jadi risikonya masih bisa ditekan. Belum ada penyakit aneh-aneh yang menghalangi jalannya operasi, jadi lakukan lah.

Semangat! Semoga sehat-sehat selalu dan jangan lupa periksa ke dokter gigi tiap 6 bulan sekali :*

Baca bagian 1 dan bagian 2

You Might Also Like

2 comment

  1. Aku baca dari part 1 sampe 3. Kayaknya kasusmu penuh drama ya Wind? Pecahin gigi, harus nginep di RS waktu operasi, harus bius lokal dll. Aku lebih neruntung, Puji Tuhan banget, thn 2017 aku juga operasi impaksi, aku ga disuruh nginep di RS, janjian sam dokter jam 10, nunggu antrian, bius lokal, operasi sekitar 30 menit, trs keluar ruangan, nunggu 1 jam trs minum obat, pulang deh. Aku berdua sama temanku, dia dioperasi cuma 10 menit, abis operasi malah lanjut kerja. Kalau aku emang udah ijin seharian, jd ga kerja.

    ReplyDelete
  2. sampe part tiga hahaha warbiyasak perjuangannya si gigi ini, alhamdulillah sudah terlewati yaaa mbak Wind *tosss*

    ReplyDelete

The Words is Mightier Than The Swords - Edward Lynn-Button
Tinggalkan jejak yang baik, no spamming, junk, dan tinggalkan nama ;)